Terbit: 13 August 2017 | Diperbarui: 24 June 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Diagnosis sarkoma kaposi oleh dokter hanya dengan melihat kulit Anda. Untuk memastikannya, dokter dapat mengambil sampel jaringan dari satu area di kulit dan melihatnya di bawah mikroskop, yang disebut biopsi.

Sarkoma Kaposi – Pemeriksaan dan Pengobatan

Jika Anda kesulitan bernapas, dokter dapat menggunakan tabung tipis dengan kamera di ujungnya (bronkoskop) untuk melihat saluran pernapasan Anda. Atau, jika Anda memiliki masalah perut, dokter dapat melihat bagian dalam perut Anda melalui tabung berkamera selama prosedur yang disebut endoskopi.

Pengobatan Sarkoma Kaposi

Pengobatan akan tergantung pada berapa banyak lesi yang Anda miliki dan seberapa besar lesi dan di mana lesi tersebut berada di dalam tubuh, serta seberapa baik sistem kekebalan tubuh Anda bekerja.

Dalam banyak kasus, obat HIV yang disebut ART (terapi antiretroviral) adalah cara terbaik untuk mengobati sarkoma kaposi yang aktif. Bahkan ART dapat  membersihkan lesi kulit.

Jika Anda memiliki beberapa bercak karena KS, Anda bisa menghilangkannya. Namun menghapus bercak tidak menyembuhkan Anda, tapi bisa membuat kulit Anda terlihat lebih baik. Dokter Anda bisa memotong jaringan atau membekukannya untuk menghancurkannya.

Radiasi bisa membunuh sel kanker atau mencegahnya tumbuh. Mesin untuk radioterapi bisa diarahkan ke tubuh Anda, atau dokter Anda dapat menaruh jarum radioaktif, benih, atau kabel di dalam diri Anda di dekat kanker.

Setelah KS menyebar, Anda memerlukan obat-obatan yang berpengaruh untuk seluruh tubuh Anda untuk membunuh kanker. Obat kemoterapi untuk sarkoma kaposi meliputi:

  • Doxorubicin (Dox-SL, Doxil, Evacet, LipoDox)
  • Paclitaxel (Taxol)
  • Vinblastine (Velban, Velsar)

Kemoterapi bisa memiliki efek samping, termasuk rambut rontok, muntah, dan kelelahan. Jika Anda HIV-positif, Anda juga perlu mempertimbangkan bahwa kemoterapi dapat menurunkan kadar platelet dan sel darah putih Anda, dan meningkatkan kemungkinan infeksi.

Jenis pengobatan obat lain, yang disebut terapi biologis, bekerja dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Dokter Anda mungkin meresepkan interferon alfa (Intron A) jika jumlah CD4 Anda (jenis sel kekebalan tubuh) di atas 200 dan Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang cukup sehat.

Terapi yang ditargetkan, seperti terapi antibodi monoklonal dan inhibitor tirosin kinase (TKI), sedang diuji coba dalam uji klinis. Penelitian tersebut mencoba menyerang kanker dan mencegahnya tumbuh.


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi