Terbit: 10 September 2019 | Diperbarui: 8 March 2022
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Pankreatitis akut adalah peradangan pankreas yang masih dalam waktu yang singkat dan belum menyebabkan kerusakan jaringan permanen. Meskipun begitu, kondisi ini tetap dapat berbahaya dan berakibat fatal. Ketahui selengkapnya tentang peradangan pankreas akut melalui artikel ini!

Pankreatitis Akut: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dll

Apa Itu Pankreatitis Akut?

Pankreatitis akut adalah kondisi meradangnya pankreas secara tiba-tiba atau dalam waktu yang singkat.

Pankreas merupakan kelenjar berbentuk panjang dan rata yang terletak di belakang perut bagian atas. Pankreas menghasilkan enzim yang membantu pencernaan dan memproduksi hormon insulin.

Kondidi ringan dapat membaik dalam waktu satu minggu, apabila tidak mengalami komplikasi lebih lanjut, dedangkan kondisi yang parah berpotensi menyebabkan komplikasi serius.

Perbedaan pankreatitis akut dan kronis adalah peradangan pada pankreatitis akut berlangsung singkat sedangkan pankreatitis kronis ditandai dengan rusaknya pankreas secara permanen yang diakibatkan oleh peradangan selama bertahun-tahun.

Penyebab Pankreatitis Akut

Pankreatitis terjadi ketika enzim pencernaan diaktifkan saat masih berada di pankreas sehingga kemudian mengiritasi sel-sel pankreas dan menyebabkan peradangan. Penyebab pankreatitis akut paling umum meliputi:

1. Penyalahgunaan Alkohol

Konsumsi alkohol selama bertahun-tahun dapat berpotensi menyebabkan penyakit ini.

Pankreas memproduksi enzim tripsin dalam bentuk tidak aktif. Penyalahgunaan alkohol dipercaya dapat memicu tripsin aktif ketika masih berada di pankreas.

Penyebab jelasnya tidak diketahui, namun para peneliti percaya bahwa etanol memberikan pengaruh pada sel-sel pankreas sehingga memicu sel-sel tersebut mengaktifkan tripsin sebelum waktunya.

2. Batu Empedu

Penyebab pankreatitis akut yang paling umum selanjutnya adalah batu empedu.

Batu empedu adalah benda kecil menyerupai kerikil yang berkembang di kantong empedu. Biasanya batu empedu terbentuk karena terlalu banyak kolesterol di empedu.

Batu empedu dapat tersangkut ketika keluar dari saluran empedu menuju usus, sehingga menyebabkan penyumbatan yang memengaruhi pankreas dan mencegah pankreas melepaskan enzim-enzimnya di usus.

Apabila peradangan pankreas akut terkait dengan batu empedu, dokter biasanya akan menganjurkan pengangkatan kandung empedu.

3. Infeksi

Infeksi bakteri atau virus juga bisa menjadi penyebab radang pankreas. Berikut adalah beberapa jenis infeksi yang umum menyebabkan kondisi ini:

  • Salmonellosis. Keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella.
  • Penyakit Legionnaire. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Legionella pneumophila yang dapat ditemukan di pipa ledeng dan tangki penyimpanan air.
  • Hepatitis B. Infeksi hati serius yang disebabkan oleh virus hepatitis B.
  • Gondong. Infeksi virus yang memengaruhi kelenjar ludah dan menyebabkan pembengkakan.
  • Virus coxsackie. Infeksi virus yang menyebabkan PTKM (penyakit tangan, kaki, dan mulut) atau dikenal juga dengan flu singapura.
  • Infeksi cytomegalovirus
  • Virus varicella-zoster. Virus ini adalah penyebab penyakit cacar air dan cacar api (herpes zoster).

4. Penyebab Pankreatitis Akut Lainnya

Selain ketiga penyebab umum di atas, terdapat beberapa kondisi lain yang juga dapat menyebabkan pankreatitis akut seperti:

  • Kondisi autoimun seperti lupus atau sindrom Sjogren
  • Mutasi genetik yang membuat seseorang menjadi lebih rentan
  • Cedera pada pankreas
  • Trigliserida tinggi dalam darah
  • Kadar kalsium tinggi dalam darah

Faktor Risiko Pankreatitis Akut

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena radang pankreas akut seperti:

  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Rokok
  • Obesitas
  • Memiliki riwayat keluarga dengan pankreatitis.

Gejala Pankreatitis Akut

Umumnya rasa nyeri akan muncul secara tiba-tiba di tengah perut bagian atas, tepatnya di bawah tulang dada. Terkadang rasa sakit pertama kali dirasakan di perut bagian bawah, namun hal ini jarang terjadi.

Nyeri yang dirasakan perlahan-lahan menjadi lebih intens hingga menjadi sakit yang konstan. Rasa sakit dapat terus meningkat dan menjadi lebih parah, bahkan dalam banyak kasus rasa sakitnya dapat menjalar ke bagian belakang tubuh. Makan biasanya dapat memperburuk rasa sakit.

Gejala pankreatitis yang disebabkan oleh batu empedu biasanya berkembang lebih cepat. Sedangkan yang disebabkan oleh alkohol gejalanya berkembang lebih lambat.

Berikut adalah berbagai gejala pankreatitis akut secara umum:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Kehilangan selera makan
  • Denyut jantung cepat
  • Rasa sakit yang muncul ketika batuk, gerakan kuat, bernapas dalam-dalam
  • Nyeri saat perut disentuh
  • Demam atau suhu tubuh mencapai 38°C
  • Jaundice, kulit dan bagian putih mata berubah menjadi warna kuning
  • Rasa sakit yang tidak membaik bahkan setelah menggunakan obat penghilang rasa sakit
  • Tekanan darah tidak stabil, bisa turun akan naik. Ketika pasien berdiri biasanya tekanan darah akan turun dan dapat menyebabkan pusing atau pingsan.

Komplikasi Pankreatitis Akut

Pankreatitis akut dapat sembuh, namun kondisi yang parah juga berpotensi menyebabkan komplikasi seperti:

  • Pseudokista. Berkembangnya kantong cairan di permukaan pankreas.
  • Nekrosis pankreas . Kondisi di mana pankreas kehilangan suplai darahnya.
  • Systemic Inflammatory Response Syndrome (SIRS). Menyebarnya peradangan pankreas ke seluruh tubuh sehingga menyebabkan satu atau lebih organ mengalami kegagalan fungsi.
  • Pankreatitis kronis. Jika pankreatitis akut terus terjadi maka kerusakan yang terjadi dapat menjadi permanen dan disebut dengan pankreatitis kronis.

Diagnosis Pankreatitis Akut

Dokter akan menanyakan tentang gejala dan riwayat kesehatan Anda secara menyeluruh. Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama di bagian perut. Apabila terdapat area tertentu di perut yang sensitif ketika disentuh, kondisi ini dapat mengindikasikan radang pankreas akut.

Pankreatitis akut juga membuat otot dinding perut menjadi kaku, sehingga dokter mungkin hanya akan mendengar sedikit atau bahkan tidak mendengar sama sekali suara usus di perut.

Pemeriksaan lain yang mungkin dilakukan untuk mendukung diagnosis pankreatitis kronis adalah seperti:

1. Tes Darah

Pemeriksaan awal yang biasanya dilakukan adalah tes darah untuk melihat kadar enzim amilase dan lipase. Radang pankreas akut menyebabkan pankreas memproduksi kedua enzim ini lebih banyak.

Tes darah dapat akurat apabila dilakukan pada hari pertama atau kedua penyakit, karena kadar amilase dan lipase biasanya akan kembali normal setelah beberapa hari. Kadar amilase akan normal kembali dalam 3-7 hari dan lipase akan kembali normal dalam 8-14 hari.

2. Pemeriksaan Lanjutan Pankreatitis Akut

Apabila tes darah sudah menunjukkan seseorang terkena radang pankreas akut, dokter akan menyarankan beberapa tes lanjutan untuk mengetahui seberapa meradangnya pankreas dan menentukan risiko komplikasi.

Beberapa tes lanjutan yang mungkin dilakukan adalah seperti:

  • Pemindaian ERCP (endoscopic retrograde cholangiopancreatography). Pemeriksaan menggunakan tabung tipis fleksibel yang dilengkapi kamera di ujungnya yang disebut dengan endoskop. Pemeriksaan ini dapat menentukan lokasi batu empedu.
  • USG. Pemeriksaan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi yang dapat menunjukkan gambaran pankreas, kantong empedu, dan organ di sekitarnya.
  • Pemindaian CECT (computed-enhanced computed tomography). Dilakukan dengan cara mengambil gambar dari banyak sudut untuk kemudian digabungkan dan menghasilkan gambar 3D. Pemeriksaan ini dapat membantu mengidentifikasi peradangan pankreas, pengumpulan cairan, dan segala bentuk perubahan dalam kepadatan kelenjar.
  • Rontgen dada. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa area jaringan paru yang kolaps atau adanya akumulasi cairan di rongga dada.

Pengobatan Pankreatitis Akut

Pengobatan pankreatitis akut bergantung pada tingkat keparahannya. Pengobatan radang pankreas akut ringan dengan serius berbeda.

1. Pengobatan Pankreatitis Akut Ringan

Pengobatan radang pankreas akut ringan bertujuan untuk mempertahankan fungsi tubuh dan meringankan gejala saat pankreas sedang memperbaiki dirinya sendiri.

Pengobatan radang pankreas akut ringan meliputi:

  • Obat penghilang rasa sakit. Radang pankreas akut ringan dapat menyebabkan nyeri sedang hingga berat.
  • Nasogastric tubes. Tabung yang digunakan untuk menghilangkan cairan dan udara sebagai pengobatan untuk mual dan muntah.
  • Istirahat usus. Tidak makan atau minum apapun melalui mulut hingga kondisi membaik.
  • Mencegah dehidrasi. Dehidrasi sering menyertai pankreatitis dan dapat memperburuk gejala dan komplikasinya.

2. Pengobatan Pankreatitis Akut Berat

Pankreatitis akut berat menyebabkan kematian jaringan atau nekrosis. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko sepsis dan syok hipovolemik.

Perawatan untuk radang pankreas akut berat meliputi:

  • Perawatan di ICU. Suntikan antibiotik diberikan bertujuan untuk menghentikan infeksi yang berkembang pada jaringan yang mati.
  • Cairan intravena. Diberikan untuk mencegah syok hipovolemik dan menjaga hidrasi.
  • Bantuan pernapasan. Peralatan ventilasi dipasang untuk membantu pasien bernafas.
  • Feeding tubes. Digunakan untuk memberikan asupan nutrisi yang sesuai.
  • Jaringan yang mati terkadang perlu untuk diangkat melalui pembedahan.

Pasien dengan pankreatitis akut berat harus tinggal di ICU hingga tidak lagi memiliki risiko kegagalan organ, syok hipovolemik, dan sepsis.

3. Mengatasi Penyebab Pankreatitis Akut

Terdapat juga langkah pengobatan pankreatitis akut yang disesuaikan dengan penyebabnya.

Apabila pankreatitis akut disebabkan oleh batu empedu, pasien mungkin harus menjalani operasi atau ERCP (endoscopic retrograde cholangiopancreatography) untuk menghilangkan batu empedu.

Setelah batu empedu hilang, pasien disarankan untuk mengikuti diet khusus untuk menurunkan kolesterol dalam darah yang menjadi penyebab terbentuknya batu empedu. Pembedahan untuk mengangkat kantong empedu juga disarankan untuk pasien pankreatitis akibat batu empedu.

Sedangkan pada pasien dengan radang pankreas akut akibat penyalahgunaan alkohol, dokter mungkin akan menyarankan program rehabilitasi untuk dapat terlepas dari alkohol.

 

  1. Anonim. 2018. Acute pancreatitis. https://www.nhs.uk/conditions/acute-pancreatitis/. (Diakses 10 September 2019).
  2. Anonim. 2019. Pancreatitis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pancreatitis/symptoms-causes/syc-20360227. (Diakses 10 September 2019).
  3. Nordqvist, Christian. 2017. All about acute pancreatitis. https://www.medicalnewstoday.com/articles/160427.php. (Diakses 10 September 2019).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi