Terbit: 23 May 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Muntah darah atau hematemesis adalah kondisi di mana seseorang memuntahkan sesuatu lewat mulutnya disertai dengan darah. Darah yang keluar maksudnya adalah darah yang berasal dari mimisan di hidung atau pendarahan di saluran cerna. Bukan dari gigi, mulut, atau tenggorokan.

Muntah Darah (Hematemesis): Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Warna darah yang dimuntahkan bisa berwarna terang atau gelap, sedikit atau banyak, berangsur atau tiba-tiba. Kejadian muntah darah adalah kondisi darurat yang memerlukan tindakan medis dengan segera.

Yuk, simak artikel ini. Dalam artikel ini akan dipaparkan apa saja kemungkinan penyebab muntah darah, gejala, diagnosis, komplikasi, dan cara mengobatinya.

Penyebab muntah darah

Muntah darah terjadi karena adanya pendarahan di saluran pencernaan atau sobeknya pembuluh darah. Namun, apa yang sebenarnya menyebabkan pendarahan di saluran cerna atau pembuluh darah sobek?

Inilah beberapa penyebab muntah darah (hematemesis):

1. Menelan darah

Pada kondisi tertentu, mungkin saja seseorang secara tidak sengaja menelan darah. Contohnya, pada kasus mimisan yang parah, seseorang bisa secara tidak sadar menelan darah mimisan sehingga ketika muntah, darah yang tertelan pun juga ikut keluar bersama muntahan. Darah yang tertelan juga bisa keluar bersama tinja.

2. Robek di kerongkongan

Kerongkongan manusia atau esofagus bisa saja sobek karena suatu hal dan mengakibatkan pendarahan. Misalnya, tidak sengaja menelan partikel tajam. Muntahan yang keluar tentunya akan melewati kerongkongan dan darah yang ada di esofagus pun juga ikut keluar.

3. Varises esofagus

Tidak hanya sobek, kerongkongan pun juga bisa mengalami varises. Ukuran vena di dinding bawah kerongkongan menjadi lebih besar dan menyebabkan pendarahan. Orang yang terdiagnosis mengalami varises esofagus membutuhkan perawatan segera.

4. Ulkus lambung atau gastritis parah

Penyebab muntah darah juga bisa dikarenakan ulkus lambung atau gastritis. Kondisi ulkus lambung atau gastritis yang parah bisa menyebabkan pembuluh darah rusak sehingga terjadi pendarahan.

5. Gastro-oesophageal reflux

Penyakit gastro-oesophageal reflux adalah penyakit yang ditandai dengan bocornya wadah asam lambung dan naik ke kerongkongan. Asam lambung yang naik ke esofagus bisa mengiritasi kerongkongan sehingga mengakibatkan pendarahan.

6. Terapi obat AINS

Penggunaan obat Anti Inflamasi Non Steoroid dapat menjadi penyebab muntah darah. Hal ini dikarenakan sejumlah obat AINS seperti ibuprofen, aspirin, piroxicam, naproxen, dan lainnya memicu terjadinya peptic ulcer (ulkus lambung) yang berkontribusi terhadap pendarahan saluran cerna.

7. Penyebab lain

Selain penyebab yang telah disebutkan, ada juga beberapa penyebab muntah darah, yakni seperti:

  • Esophagitis (radang kerongkongan)
  • Erosi lambung (kerusakan jaringan yang melapisi lambung)
  • Varises lambung (pembuluh darah membesar di perut)
  • Tumor jinak di perut atau kerongkongan
  • Duodenitis (radang di bagian pertama usus kecil)
  • Bisul di perut
  • Muntah parah sehingga kerongkongan terluka
  • Sirosis (jaringan parut pada hati)
  • Gagal hati akut
  • Pankreatitis
  • Kanker pankreas
  • Gangguan pembekuan darah
  • Reaksi alergi
  • Kekurangan vitamin K
  • Dan lainnya

Muntah darah yang Anda alami bisa saja karena penyebab lainnya. Penyebab muntah darah pada beberapa kasus juga bisa dikarenakan kombinasi dari beberapa penyebab dan kondisi tersebut menunjukkan tingkat keparahan yang lebih besar.

Gejala muntah darah

Hematemesis menunjukkan adanya beberapa gejala. Gejala muntah darah tergantung pada penyebab pendarahan. Semakin besar pendarahan yang terjadi, maka semakin kentara gejala yang akan dialami.

Berikut ini adalah beberapa gejala hematemesis (muntah darah) yang umum terjadi:

  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Ketidaknyamanan perut lainnya

Muntah darah juga bisa ditandai dengan adanya beberapa gejala yang lebih serius. Inilah beberapa gejala muntah darah yang cukup serius:

  • Pusing
  • Pingsan
  • Bingung
  • Rasa cemas
  • Palpitasi
  • Wajah pucat
  • Keringat dingin
  • Pupil membesar
  • Penglihatan kabur
  • Kelemahan otot
  • Napas tersengal-sengal
  • Produksi urin berkurang

Orang-orang yang mengalami gejala muntah darah yang serius perlu segera memeriksakan diri ke dokter untuk segera dilakukan tindakan diagnosis.

Diagnosis hematemesis

Diagnosis muntah darah mencakup anamnesis secara detail dan pemeriksaan fisik dengan menggunakan tes radiologi. Beberapa tes radiologi seperti CT scan, X-ray, MRI, atau endoskopi. Tes radiologi tersebut bisa membantu dokter mengetahui asal pendarahan.

Tindakan endoskopi perlu dilakukan guna memastikan darah yang dimuntahkan berasal dari kerongkongan atau perut. Pemeriksaan secara endoskopi dulakukan dengan menggunakan tabung tipis yang lentur dan bercahaya.

Tabung tersebut dilengkapi dengan kamera di salah satu ujungnya. Hasil pencitraan endoskopi bisa dilihat di layar. Dokter akan mengalami hasilnya dan mendiagnosis sumber pendarahan dari saluran cerna atau bukan.

Ada kemungkinan bagi dokter untuk melakukan tindakan diagnosis dengan melakukan pemeriksaan darah lengkap dan pemeriksaan feses lengkap. Pemeriksaan darah lengkap bertujuan untuk mengetahui jumlah darah yang hilang.

Pemeriksaan feses lengkap memiliki tujuan untuk melihat adanya bercak darah atau darah samar pada tinja. Selain itu, tindakan diagnosis juga dilakukan dengan biopsi. Biopsi dilakukan untuk menentukan penyebab pendarahan (peradangan, infeksi, kanker, atau lainnya).

Apabila dokter mendiagnosis adanya pendarahan di pembuluh darah, maka tindakan angiogram akan dilakukan. Angiogram adalah tindakan diagnosis dengan cara memasukkan tabung tipis dan kawat melalui pembuluh arteri di pangkal paha.

Ini dilakukan oleh dokter bedah ketika pasien sedang sedasi (merasa tenang dan kurang peka terhadap rangsangan luar karena penekanan sistem saraf pusat).

Komplikasi muntah darah

Hematemesis bisa menimbulkan beberapa komplikasi. Komplikasi muntah darah yang utama adalah tersedak. Tersedak bisa menyebabkan komplikasi berupa pengumpulan darah di paru-paru, gangguan penapasan, dan lainnya

Komplikasi muntah darah lainnya adalah Anemia. Pasien yang mengalami pendarahan atau muntah darah berlebih akan mengalami anemia. Anemia bisa terjadi selama beberapa pekan hingga beberapa bulan.:

Jika Anda mengalami komplikasi tersebut, mintalah seseorang membawa Anda ke klinik atau rumah sakit terdekat. Anda memerlukan perawatan medis!

Pengobatan muntah darah

Pengobatan muntah darah tergantung pada jumlah darah yang hilang. Jika jumlah darah yang hilang sangat banyak, Anda membutuhkan transfusi darah. Cairan infus juga diperlukan sebagai upaya rehidrasi.

Mungkin dokter juga akan meresepkan obat yang dapat menghentikan muntah atau mengurangi asam lambung. Sebaiknya, Anda mengurangi atau menghentikan pengonsumsian makanan dan minuman yang memicu muntah.

Beberapa makanan tersebut seperti makanan berasam, minuman beralkohol, dan lainnya. Tindakan operasi bisa dilakukan untuk mengobati muntah darah dengan tujuan menutup luka dalam yang menjadi sumber pendarahan.

Berbagai upaya bisa dilakukan untuk mengatasi muntah darah atau hematemesis. Jadi, Anda tidak perlu terlalu cemas tetapi jangan juga menganggapp sepele muntah darah. Tindakan medis yang terlambat bisa berbuah pada penyesalan. Oleh karena itu, periksakan diri Anda ke dokter jika kemungkinan besar mengalami muntah darah.


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi