Terbit: 6 Januari 2022 | Diperbarui: 7 Januari 2022
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Miokarditis adalah peradangan pada otot jantung (miokardium). Peradangan yang terjadi dapat mengurangi kemampuan jantung untuk memompa dan menyebabkan irama jantung yang cepat atau tidak teratur (aritmia). Simak penjelasan mengenai gejala hingga penanganan, selengkapnya di bawah ini.

Miokarditis: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa itu Miokarditis?

Miokarditis adalah suatu peradangan pada otot jantung yang sering kali tidak memiliki gejala dan biasanya disebabkan oleh infeksi virus. Terkadang, kondisi ini dapat terjadi akibat reaksi terhadap obat atau menjadi bagian dari kondisi peradangan yang lebih umum.

Miokarditis yang parah dapat melemahkan jantung yang membuat seluruh tubuh tidak mendapatkan cukup darah. Selain itu, gumpalan darah dapat terbentuk di jantung sehingga menyebabkan stroke atau serangan jantung.

Gejala Miokarditis

Jika Anda berada di tahap awal, Anda mungkin memiliki gejala ringan seperti nyeri dada, detak jantung cepat/tidak teratur, atau sesak napas. Namun, beberapa orang dengan miokarditis tahap awal umumnya tidak memiliki gejala.

Tanda dan gejala miokarditis bervariasi tergantung pada penyebabnya. Beberapa gejala yang paling umum meliputi:

  • Nyeri dada.
  • Detak jantung yang cepat atau tidak teratur.
  • Sesak napas, baik istirahat atau selama aktivitas.
  • Pembengkakan pada kaki.
  • Kelelahan.

Sementara itu, tanda dan gejala infeksi virus seperti sakit kepala, nyeri sendi, demam, sakit tenggorokan, atau diare. Kadang-kadang, gejala miokarditis mirip dengan serangan jantung. Jika Anda mengalami nyeri dada yang tidak dapat dijelaskan dan mengalami sesak napas, segera cari bantuan medis.

Miokarditis pada Anak

Ketika seorang anak mengembangkan kondisi ini,  ia mungkin memiliki tanda dan gejala seperti:

  • Demam.
  • Pingsan.
  • Kesulitan bernapas.
  • Bernapas cepat.
  • Nyeri dada.
  • Irama jantung yang cepat atau tidak teratur.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Konsultasi dengan dokter diperlukan jika Anda memiliki beberapa gejala seperti di atas, terutama nyeri dada dan sesak napas. Dapatkan bantuan medis segera jika Anda memiliki nyeri dada yang tidak dapat dijelaskan dan muncul sesak napas.

Penyebab Miokarditis

Sering kali, penyebab miokarditis tidak teridentifikasi. Beberapa kemungkinan penyebab kondisi ini adalah:

  • Virus

Banyak virus yang umumnya terkait dengan miokarditis, termasuk virus yang menyebabkan flu biasa (adenovirus), COVID-19, hepatitis B dan C, parvovirus—biasanya pada anak-anak (fifth disease)—dan virus herpes simpleks.

Infeksi saluran cerna (echovirus), mononukleosis (virus Epstein-Barr), dan campak Jerman (rubella) juga dapat menyebabkan kondisi ini. Miokarditis adalah kondisi yang juga umum dialami orang dengan HIV.

  • Bakteri

Bakteri yang dapat menyebabkan peradangan pada otot jantung termasuk staphylococcus, streptococcus, bakteri yang menyebabkan difteri, dan bakteri tick-borne yang bertanggung jawab untuk penyakit Lyme.

  • Parasit

Parasit seperti Trypanosoma cruzi dan toxoplasma dapat menyebabkan otot jantung meradang.

  • Jamur

Infeksi jamur seperti aspergillus dan jamur lain seperti histoplasma, yang sering ditemukan pada kotoran burung, terkadang dapat menyebabkan miokardium, terutama pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

Penyebab lain yang bisa menyebabkan miokarditis adalah:

  • Obat-obatan dapat menyebabkan reaksi alergi atau toksik. Ini termasuk obat yang digunakan untuk mengobati kanker, antibiotik (seperti obat penisilin dan sulfonamida), beberapa obat anti kejang, dan beberapa zat ilegal seperti kokain.
  • Bahan kimia atau radiasi. Paparan bahan kimia tertentu, seperti karbon monoksida dan radiasi terkadang dapat menyebabkan miokarditis.
  • Penyakit lainnya. Ini termasuk gangguan seperti lupus, Granulomatosis Wegener, giant cell arteritis, dan Takayasu arteritis.

Diagnosis Miokarditis

Diagnosis dini penting dilakukan untuk mencegah kerusakan jantung jangka panjang. Setelah pemeriksaan fisik, dokter mungkin menyarankan satu atau lebih tes untuk mengonfirmasi bahwa Anda memiliki miokarditis dan menentukan keparahannya.

Beberapa tes untuk mendiagnosis kondisi ini mungkin termasuk:

  • Elektrokardiogram (EKG). Tes ini dapat menunjukkan pola listrik jantung dan dapat mendeteksi detak jantung yang tidak teratur.
  • Rontgen dada. Tes ini menunjukkan ukuran dan bentuk jantung, serta apakah Anda memiliki cairan di dalam atau di sekitar jantung yang mungkin terkait dengan gagal jantung.
  • MRI Jantung. Tes ini menunjukkan ukuran, bentuk, struktur serta dapat menunjukkan tanda-tanda peradangan otot jantung
  • Ekokardiogram. Metode pemeriksaan ini dapat menunjukkan ukuran jantung dan seberapa baik jantung memompa. Tes ini juga dapat mengungkapkan masalah katup, gumpalan di dalam atau cairan di sekitar jantung.
  • Tes darah. Metode ini digunakan memeriksa kadar protein tertentu (enzim) yang menandai kerusakan otot jantung. Tes darah lainnya juga dapat dilakukan untuk menentukan apakah Anda memiliki antibodi terhadap virus dan organisme lain yang dapat menyebabkan infeksi terkait miokarditis.
  • Kateterisasi jantung dan biopsi otot jantung. Sebuah tabung kecil (kateter) dimasukkan ke dalam vena di kaki atau leher dan menuju ke dalam jantung Dalam beberapa kasus, dokter menggunakan instrumen khusus untuk mengambil sampel kecil jaringan otot jantung (biopsi) untuk dilakukan analisis di lab untuk memeriksa peradangan atau infeksi.

Pengobatan Miokarditis

Perawatan yang dilakukan pada dasarnya dilakukan untuk mencegah atau mengendalikan komplikasi. Biasanya, Anda akan diberi obat resep untuk membantu jantung bekerja lebih baik, antara lain:

  • ACE inhibitor.
  • Beta blocker.
  • Diuretik.

Dokter mungkin akan menyarankan istirahat atau mengurangi aktivitas. Selain itu, Anda mungkin dianjurkan untuk diet rendah garam.

Jika Anda mengalami komplikasi seperti pembekuan darah atau jantung yang melemah, Anda mungkin perlu dirawat di rumah sakit

Jika irama jantung abnormal parah, Anda mungkin memerlukan obat lain, alat pacu jantung, atau implantable cardioverter-defibrillator (ICD).

Pada dasarnya, perawatan yang dilakukan tergantung pada:

  • Apa yang menyebabkan miokarditis.
  • Kesehatan Anda secara keseluruhan.
  • Komplikasi yang dialami.

Perawatan miokarditis pada intinya berfokus pada penyebab yang mendasari dan gejala yang muncul.

Beberapa orang dengan miokarditis mungkin mengalami kerusakan kronis dan ireversibel pada otot jantung yang membutuhkan obat seumur hidup, sementara orang lain membutuhkan obat hanya untuk beberapa bulan dan kemudian pulih sepenuhnya.

Komplikasi Miokarditis

Biasanya, kondisi ini dapat sembuh tanpa komplikasi permanen. Namun, kondisi yang parah dapat merusak otot jantung secara permanen, dan mungkin menyebabkan:

  • Gagal Jantung

Jika kondisi ini tidak mendapatkan penanganan, hal tersebut bisa merusak otot jantung sehingga tidak dapat memompa darah secara efektif. Dalam kasus yang parah, gagal jantung terkait miokarditis mungkin memerlukan ventricular assist device atau transplantasi jantung.

  • Serangan Jantung atau Stroke

Jika otot jantung terluka dan tidak dapat memompa darah, darah yang mengumpul di jantung dapat membentuk gumpalan.

Apabila gumpalan memblokir salah satu arteri jantung, Anda dapat mengalami serangan jantung. Jika gumpalan darah Anda bergerak ke arteri yang mengarah ke otak, Anda dapat mengalami stroke.

  • Irama Jantung yang Cepat atau Tidak Teratur

Kerusakan pada otot jantung dapat menyebabkan gangguan irama jantung atau aritmia.

  • Kematian Jantung Mendadak

Aritmia yang parah dapat menyebabkan jantung berhenti berdetak (sudden cardiac arrest). Hal ini menyebabkan kematian jika tidak segera diobati

Pencegahan Miokarditis

Meski tidak ada pencegahan khusus untuk kondisi ini, namun mengambil langkah untuk mencegah infeksi dapat membantu, seperti:

  • Hindari bertemu seseorang yang sedang flu atau  yang terkena penyakit yang disebabkan oleh virus.
  • Jaga kebersihan tubuh yang baik, mencuci tangan dapat membantu mencegah penyebaran penyakit.
  • Hindari perilaku berisiko, seperti aktivitas seks yang aman dan tidak menggunakan obat-obatan terlarang.
  • Meminimalkan paparan kutu. Jika Anda menghabiskan waktu di area yang penuh kutu, kenakan kemeja lengan panjang dan celana panjang untuk menutupi sebanyak mungkin area kulit

Selain beberapa hal di atas, hal penting lainnya yang juga harus diperhatikan adalah mendapatkan vaksin yang direkomendasikan, termasuk yang melindungi Anda COVID-19, rubella, dan influenza, beberapa penyakit yang dapat menyebabkan miokarditis.

 

  1. Anonim. Myocarditis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/myocarditis/symptoms-causes/syc-20352539. (Diakses pada 6 Januari 2022).
  2. Dunkin, Mary Anne. 2020. What You Should Know: Myocarditis. https://www.webmd.com/heart-disease/myocarditis. (Diakses pada 6 Januari 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi