Terbit: 20 April 2020 | Diperbarui: 22 March 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Kutil adalah infeksi yang terjadi pada lapisan kulit luar (epidermis). Infeksi yang ditimbulkannya membuat kulit tumbuh dan menebal, serta menyebabkan pertumbuhan kulit jinak (non-kanker). Penyakit ini bisa terjadi di seluruh bagian tubuh, namun umumnya sering muncul di tangan, lutut, dan kaki.

Kutil: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Penyebab Kutil

Kutil disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) yang menyerang lapisan kulit. Virus HPV menyebabkan produksi keratin (materi dasar penyusun lapisan kulit, rambut dan kuku) berlebihan, sehingga membentuk tekstur kulit yang kasar dan tebal.

Virus penyebab kutil dapat ditularkan melalui kontak kulit ke kulit, pemakaian handuk atau sepatu secara bersama-sama. Meski risiko tertular dari orang lain terbilang rendah, akan tetapi penyakit ini dapat ditularkan, terutama jika orang tersebut memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Ini termasuk orang dengan HIV atau AIDS, dan mereka yang menggunakan imunosupresan setelah transplantasi.

Jenis Kutil

Terdapat empat yang disebabkan oleh HPV. Meski terlihat berbeda secara fisik, pada dasarnya semua disebabkan oleh hal yang sama. Berikut ini adalah beberapa jenis yang harus Anda tahu, di antaranya:

1. Kutil (Veruka Vulgaris)

Veruka vulgaris memiliki permukaan yang keras, kasar, dan mungkin tampak seperti kembang kol dan tumbuh di manapun pada tubuh. Jenis ini paling umum berkembang di jari, sikut, lutut, atau area kulit yang rusak. Pembekuan pembuluh darah sering terlihat sebagai bintik kecil yang gelap seperti biji tanaman.

2. Kutil telapak kaki (Veruka Plantaris)

Jenis ini biasanya muncul di telapak kaki atau tumit. Cirinya, memiliki titik-titik hitam kecil dikelilingi oleh jaringan putih yang keras. Selain itu, jenis ini bisa terasa sakit saat Anda menekannya dan termasuk yang sulit untuk dihilangkan.

3. Kutil Datar (Flat Wart)

Memiliki bentuk pertumbuhan bulat, halus dan sering kali berwarna kuning. Paling sering muncul di wajah, leher, punggung tangan atau kaki. Mudahnya, paling sering muncul di area yang sering terpapar sinar matahari. Meski cenderung memiliki bentuk yang lebih besar, namun jenis ini dapat hilang tanpa pengobatan.

4. Kutil Kelamin

Disebabkan oleh berbagai jenis HPV dibandingkan jenis lainnya. Kutil kelamin disebarkan melalui kontak seksual dan merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang paling umum didiagnosis.

Jika Anda memiliki jenis ini, penting untuk pergi ke klinik agar mendapatkan penanganan yang tepat.

5. Kutil Filiform (Verruca Filiformis)

Memiliki bentuk yang panjang. Jenis ini bisa tumbuh dengan cepat di kelopak mata, leher, dan ketiak.

6. Kutil Mosaic

Gabungan dari beberapa plantar dalam kelompok besar. Tidak seperti tahi lalat, jenis ini sering berwarna sama dengan kulit. Tidak mengandung nanah, kecuali mereka terinfeksi. Jika infeksi terjadi, mungkin memerlukan pengobatan dengan antibiotik.

7. Kutil Periungual

Jenis ini dapat tumbuh di bawah dan di sekitar kuku kaki. Bisa menimbulkan rasa sakit dan memengaruhi pertumbuhan kuku.

Gejala Kutil

Penyakit kulit ini bisa muncul dalam berbagai bentuk dan ukuran.

Kutil umum dan yang muncul di telapak kaki (plantar) dapat terlihat seperti titik-titik gelap di bagian tengahnya. Biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Hal ini tidak berlaku apabila tumbuh di area yang mendapatkan tekanan, seperti pada jari atau di bagian bawah kaki, bisa menyakitkan.

Ciri kutil yang menyerang jari tangan juga biasanya:

  • Benjolannya kecil dan seperti berdaging.
  • Berwarna merah muda atau cokelat.
  • Tekstur kulit kasar.
  • Pembuluh darah membeku.

Diagnosis Kutil

Dokter biasanya dapat mengetahui hanya dengan melihatnya. Dokter juga bisa mengambil sampel dan melihat di bawah mikroskop (biopsi kulit). Sampel akan dikirim ke laboratorium untuk mengetahui penanganan, status, dan mencegah kemungkinan pertumbuhan kulit lainnya.

 

Pengobatan Kutil

Tujuan pengobatan adalah untuk menghancurkan sel, merangsang respons sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus, atau keduanya. Perawatan mungkin memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Dokter biasanya memulai dengan metode yang paling tidak menyakitkan, terutama ketika merawat anak kecil dan melakukan pengobatan berdasarkan lokasi serta gejalanya.

Berikut adalah cara menghilangkan kutil yang bisa Anda coba:

1. Salicylic Acid

Cara yang pertama adalah menggunakan asam salisilat. Asam salisilat bekerja dengan menghilangkan lapisan sedikit demi sedikit. Studi menunjukkan bahwa asam salisilat lebih efektif jika dikombinasikan dengan cryotherapy

2. Cryotherapy

Terapi yang dilakukan oleh dokter ini melibatkan pemberian nitrogen cair. Cryotherapy bekerja dengan menyebabkan lepuh terbentuk di bawah dan di sekitar kutil.

Kemudian, jaringan mati terkelupas dalam waktu seminggu atau lebih. Metode ini juga dapat merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus. Terapi ini perlu dilakukan berulang kali.

Efek samping cryotherapy termasuk nyeri, kulit melepuh dan berubah warna di area yang dirawat. Berhubung teknik ini bisa menyakitkan, biasanya tidak digunakan untuk mengobati anak kecil.

3. Asam Trikloroasetat

Jika asam salisilat atau cryotherapy tidak berefek, dokter Anda mungkin mencoba asam trikloroasetat. Dengan metode ini, dokter akan memotong permukaan kutil dan kemudian mengoleskan asam trikloroasetat. Diperlukan perawatan berulang setiap minggu atau lebih.

4. Laser

Perawatan pulsed-dye laser (membakar)  pembuluh darah kecil. Jaringan yang terinfeksi akhirnya mati dan akhirnya akan hilang. Bukti efektivitas metode ini terbatas, dan dapat menyebabkan rasa sakit dan jaringan parut.

5. Bleomycin

Dokter kulit dapat menyuntikkan setiap kutil dengan obat antikanker, bleomycin. Cara ini dapat memiliki efek samping lain, seperti kehilangan kuku jika diberikan di jari.

6. Kuret

Melalui metode ini, jaringan kulit akan dipotong dengan alat bedah, kemudian diangkat. Kuret dapat terasa menyakitkan dan bisa meninggalkan bekas luka (jaringan parut). Perlu diketahui, cara ini tergolong sangat efektif.

Pencegahan Kutil

  • Jangan menyentuh kutil orang lain.
  • Jangan menggunakan handuk atau barang pribadi penderita.
  • Jangan berbagi sepatu dan kaus kaki dengan penderita.
  • Jangan coba untuk menggores karena hal ini dapat menyebabkannya menyebar ke bagian tubuh yang lain.
  • Jangan coba untuk mencukur rambut di area yang terdapat kutil.
  • Jangan menggigit kuku jika berada di dekat kuku.
  • Cuci tangan dengan bersih setelah menyentuh kutil.

 

  1. Anonim. Plantar Warts (Verrucas). https://www.britishskinfoundation.org.uk/plantar-warts-verrucas. (Diakses pada 28 Agustus 2019).
  2. Anonim. Warts. https://www.aad.org/public/diseases/contagious-skin-diseases/warts#treatment. (Diakses pada 28 Agustus 2019).
  3. Anonim. Warts and verrucas. https://www.bupa.co.uk/health-information/healthy-skin/warts-and-verrucas. (Diakses pada 28 Agustus 2019).
  4. Brazier, Yvette. 2017. How to treat a wart. https://www.medicalnewstoday.com/articles/155039.php. (Diakses pada 28 Agustus 2019).
  5. Carey, Elea. 2017. Warts. https://www.healthline.com/health/skin/warts#when-to-see-a-doctor. (Diakses pada 28 Agustus 2019).
  6. Mayo Clinic Staff. 2020. Common warts. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-warts/symptoms-causes/syc-20371125. (Diakses pada 28 Agustus 2019).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi