Terbit: 30 September 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Chilblains adalah masalah kulit akibat paparan suhu dingin terus-menerus yang biasanya tidak mengakibatkan cedera permanen. Tetapi kondisi ini dapat menyebabkan infeksi, yang memicu kerusakan parah jika tidak segera ditangani. Untuk mendapatkan informasi lengkapnya, simak penjelasan berikut mulai dari definisi, gejala, hingga pencegahan.

Chilblains: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan, dll

Apa Itu Chilblains?

Chilblains adalah bercak kulit yang menonjol dan berwarna merah atau terkadang biru akibat paparan berulang suhu dingin. Bercak ini meradang dan menyakitkan pada pembuluh darah kecil di kulit. Gejalanya lainnya seperti gatal, bengkak, dan melepuh pada tangan dan kaki.

Gejala chilblains biasanya akan hilang dalam waktu satu hingga tiga minggu, terutama jika cuaca semakin hangat. Seseorang yang memiliki riwayat gejala ini mungkin mengalami kekambuhan secara musiman selama bertahun-tahun. Perawatannya dengan melindungi diri dari suhu dingin dan menggunakan losion untuk meredakan gejalanya.

Tanda dan Gejala Chilblains

Gejalanya muncul dan berkembang beberapa jam setelah terpapar suhu dingin, berikut ini di antaranya:

  • Sensasi terbakar dan gatal di daerah yang terkena (biasanya di tangan atau kaki), yang bisa menjadi lebih intens jika berada di ruangan yang hangat.
  • Kulit yang terkena membengkak dan berubah menjadi merah atau biru tua yang terasa sakit.
  • Akibat pembengkakan, benjolan di kulit mungkin tampak mengkilap.
  • Permukaan kulit pecah, luka, atau lecet (dalam kasus yang parah).

Sangat penting untuk tidak menggaruk kulit yang terkena karena dapat dengan mudah pecah dan terinfeksi.

Kapan Waktu yang Tepat Harus ke Dokter?

Gejala chilblains biasanya akan membaik dengan sendirinya dalam satu atau tiga minggu. Namun, segera dapatkan perawatan medis jika mengalami gejala berikut ini:

  • Rasa sakitnya luar biasa parah.
  • Gejala pada kulit tidak membaik setelah dua hingga tiga minggu.
  • Benjolan di kulit keluar nanah.
  • Demam tinggi, merasakan sensasi panas, atau menggigil.
  • Mengalami chilblains terus-menerus.
  • Gejalanya bertahan sampai ke musim panas.

Penyebab Chilblains

Cuaca dingin seperti ketika musim hujan dapat menyebabkan pembuluh darah kecil di dekat permukaan kulit mengencang bagi beberapa orang. Kemudian setelah terpapar suhu hangat kembali, pembuluh kecil dapat mengembang terlalu cepat.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan darah bocor ke jaringan di dekatnya, yang mengakibatkan pembengkakan. Pembengkakan kemudian mengiritasi saraf di area yang terkena dan menyebabkan rasa sakit.

Bahkan dokter tidak yakin mengapa kondisi tersebut terjadi, tetapi ini mungkin terkait dengan reaksi yang tidak biasa terhadap paparan suhu dingin dan kembali terpapar suhu hangat.

Faktor Risiko Chilblains

Meskipun tidak jelas apa yang menjadi penyebabnya, tetapi ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kondisi ini.

Berikut ini beberapa faktor yang meningkatkan risiko chilblains:

  • Pakaian terlalu ketat atau membuat kulit terkena kondisi dingin dan lembap.
  • Orang dengan anggota keluarga dekat yang memiliki atau mengalami chilblains.
  • Bermukim di daerah dengan iklim lembap.
  • Merokok.
  • Menderita penyakit lupus.
  • Berbadan kurus.
  • Wanita, karena lebih rentan daripada laki-laki.
  • Memiliki sirkulasi darah yang buruk.
  • Memiliki penyakit Raynaud.

Diagnosis Chilblains

Dokter biasanya akan mendiagnosis penyakit ini selama pemeriksaan fisik dasar, terutama pada kulit yang terkena. Setelah pemeriksaan, mungkin dokter juga akan menanyakan beberapa pertanyaan tentang paparan baru-baru ini terhadap suhu dingin atau basah yang tidak biasa.

Jika hasil diagnosis diragukan (jarang terjadi), dokter mungkin akan memutuskan untuk melakukan biopsi pada bagian tubuh yang yang terkena. Biopsi dilakukan dengan cara mengambil sedikit sampel jaringan dan menelitinya di bawah mikroskop untuk mencari tanda-tanda kondisi yang mendasarinya, seperti kanker kulit.

Jika memiliki riwayat chilblains sebelumnya, mungkin akan mengenalinya sendiri dengan mudah. Namun, jika belum pernah, sebaiknya periksakan ke dokter untuk memastikan kondisi ini bukan sesuatu yang lain, seperti urtikaria (alergi dingin) atau vaskulitis.

Sedangkan jika baru pertama kali mengalaminya, dokter mungkin mengesampingkan kemungkinan kondisi terkait, seperti lupus atau masalah sirkulasi darah, yang memerlukan perawatan.

Pengobatan Chilblains

Langkah pertama untuk mengobati biasanya dengan menjaga tangan dan kaki tetap hangat dan kering. Berikut ini caranya:

  • Menjaga ruangan tetap hangat dan kering.
  • Menggunakan sarung tangan dan kaus kaki.
  • Mengganti sarung tangan dan kaus kaki yang sudah lembap jika diperlukan.

Selain itu, berikut ini beberapa perubahan gaya hidup untuk meringankan gejala chilblains:

  • Menghangatkan kulit yang terkena dengan lembut, tanpa menggosok, memijat, atau menerapkan panas langsung.
  • Menghindari paparan suhu dingin jika memungkinkan.
  • Membersihkan kulit yang terkena dengan antiseptik dan membalutnya untuk mencegah infeksi.
  • Jangan menggaruk kulit yang terkena.
  • Berhenti merokok (jika perokok), karena merokok menyempitkan pembuluh darah dan memperlambat penyembuhan luka.

Jika gejalanya tidak segera hilang setelah melakukan langkah tersebut, dokter mungkin akan menganjurkan obat-obatan berikut:

  • Kortikosteroid topikal. Mengoleskan krim kortikosteroid secara lembut ke bagian kulit yang terkena bisa membantu menghilangkan luka.
  • Nifedipine. Ini adalah jenis obat tekanan darah yang dapat digunakan untuk mengobati chilblains dengan membantu membuka pembuluh darah dan meningkatkan sirkulasi darah. Efek samping dari obat ini, termasuk¬† kemerahan, pusing, mual, dan pembengkakan di kaki atau tangan.

Komplikasi Chilblains

Jika kulit yang terkena melepuh, masalah kulit ini dapat menyebabkan komplikasi. Berikut ini beberapa komplikasi yang mungkin terjadi:

  • Infeksi.
  • Borok di kulit.
  • Jaringan parut.

Komplikasi ini biasanya terkait dengan kondisi atau penyakit yang mendasarinya. Meskipun jarang terjadi, mungkin kulit yang terkena mengalami perubahan warna permanen.

Cara Mencegah Chilblains

Chilblains adalah masalah pada kulit yang bisa dicegah dengan langkah-langkah berikut ini:

  • Hindari atau batasi paparan terhadap suhu dingin.
  • Pastikan rumah dan tempat kerja tetap hangat.
  • Mengenakan pakaian longgar berlapis-lapis dan sarung tangan serta alas kaki yang hangat dan tahan air.
  • Menutupi semua kulit yang terbuka saat keluar rumah dalam cuaca dingin.
  • Menjaga agar tangan, kaki, dan wajah tetap kering dan hangat.
  • Jika perokok, sebaiknya berhenti mulai sekarang.

Jika kulit terkena dingin, ada baiknya untuk menghangatkannya kembali secara bertahap karena menghangatkan kembali kulit yang dingin secara tiba-tiba malah memperburuk chilblains.

 

  1. Falck, Suzanne. 2017. What you need to know about chilblains. https://www.medicalnewstoday.com/articles/172191#_noHeaderPrefixedContent (Diakses pada 30 September 2021)
  2. Herndon, Jaime. 2019. Chilblains. https://www.healthline.com/health/chilblains. (Diakses pada 30 September 2021)
  3. Mayo Clinic Staff. 2020. Chilblains. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chilblains/symptoms-causes/syc-20351097 (Diakses pada 30 September 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi