Terbit: 2 March 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Bisul di telinga sering kali disebabkan oleh bakteri yang membusuk di bawah kulit dekat folikel rambut. Bakteri yang paling sering menyebabkan hal ini adalah Staphylococcus aureus. Meski begitu bisul juga bisa disebabkan oleh jenis bakteri atau jamur lain.

Bisul di Telinga: Penyebab dan Cara Mengatasi

Penyebab Bisul di Telinga

Bisul terjadi ketika bakteri menginfeksi folikel rambut. Sekitar 10-20% populasi adalah pembawa S. aureus. Pada orang yang menjadi pembawa, bakteri biasanya hidup di permukaan kulit.

Jika seseorang melakukan kontak kulit dengan pembawa atau seseorang yang memiliki bisul, seseorang bisa terkena infeksi. Pada banyak kasus, infeksi hanya terjadi ketika faktor-faktor seperti cedera atau gesekan mengganggu pelindung alami kulit.

Bisul bisa berkembang di telinga seseorang karena:

  • Kulit di luar atau di dalam telinga mengalami kerusakan.
  • Sering menggunakan earbud atau headphone kotor.
  • Berbagi earbud atau headphone dengan orang lain.
  • Berenang di air yang tidak bersih.
  • Tindik telinga yang menyebabkan iritasi atau infeksi.
  • Terpapar bahan kimia dari produk rambut atau produk kecantikan lainnya.

Bisul, Jerawat, atau Kista?

Tidak semua orang bisa membedakan bisul dan jerawat. Jerawat adalah pustula kecil yang terjadi ketika kelenjar sebaceous penghasil minyak tersumbat, terinfeksi, dan bengkak. Jerawat terjadi akibat produksi minyak berlebih dan penumpukan sel kulit mati, kotoran, dan bakteri.

Bisul terjadi saat infeksi bakteri berkembang di folikel rambut atau area kulit yang rusak. Seperti juga bisul, jerawat juga bisa muncul di telinga.

Selain sulit membedakan antara bisul dan jerawat, beberapa orang juga sulit untuk membedakan antara bisul dengan kista (yang juga bisa muncul di telinga). Umumnya, kista tidak terasa nyeri dan cenderung lebih kecil dari bisul, namun rasa sakit bisa muncul jika terjadi perubahan warna dan membengkak.

Cara Menghilangkan Bisul di Telinga

Perawatan bervariasi tergantung pada ukuran bisul dan tingkat keparahan gejala. Seorang dokter dapat meresepkan obat bisul di telinga seperti antibiotik oral atau topikal, untuk membantu membunuh bakteri di dalam bisul dan mencegah infeksi menyebar ke bagian lain dari tubuh.

Selain itu, Anda juga harus rutin mencuci area yang terkena dengan sabun antibakteri. Obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen atau acetaminophen, dapat membantu meredakan nyeri dan mengurangi pembengkakan.

Jika bisul di telinga tidak sembuh dengan sendirinya dalam dua minggu, maka hal itu perlu mendapatkan perhatian medis. Dokter kemungkinan akan melakukan operasi kecil pada bisul dengan membuat sayatan kecil di permukaan bisul untuk mengeluarkan nanah yang menumpuk di dalamnya.

Penting untuk diketahui, Anda harus mencari perawatan medis untuk bisul di telinga jika:

  • Bisul muncul berkali-kali.
  • Bisul tidak hilang setelah beberapa minggu.
  • Disertai demam atau mual.
  • Bisul terasa sangat menyakitkan.

Jangan mencoba menggaruk atau menyentuh bisul di dalam telinga dengan pinset, jari, cotton bud, atau benda lainnya. Saluran telinga sensitif dan mudah tergores, sehingga dapat menyebabkan infeksi lebih lanjut.

Perawatan Rumahan

Pada beberapa kasus, ada bisul yang sembuh tanpa perawatan medis. Meski begitu, Anda tetap harus menghindari untuk menusuk atau mencoba untuk memencetnya karena bisa menumpahkan isinya ke jaringan di sekitarnya. Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mempercepat proses penyembuhan, antara lain:

  • Oleskan kompres hangat untuk mendorong bisul cepat kering.
  • Tutupi bisul dengan kain kasa atau balutan steril setelah bisul pecah.
  • Mencuci tangan secara teratur.
  • Bersihkan semua barang-barang pribadi yang bersentuhan dengan bisul.
  • Pertimbangkan untuk menggunakan produk kebersihan tubuh yang berbeda.
  • Jika diperlukan, konsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas.

Mendiagnosis Bisul di Telinga

Seorang dokter dapat mendiagnosis bisul berdasarkan penampilannya. Dokter kemungkinan akan meminta seseorang untuk menggambarkan tingkat dan durasi gejala yang dialaminya

Dokter ingin tahu kapan seseorang pertama kali menyadari munculnya bisul, apakah ukuran atau bentuknya berubah, dan apakah seseorang telah mencoba perawatan di rumah atau konsumsi obat nonresep.

 

Mencegah Infeksi pada Telinga

Beberapa orang menemukan bahwa air, sabun, sampo, dan produk perawatan lainnya yang masuk ke telinga dapat menyebabkan iritasi atau gatal. Rasa gatal menyebabkan Anda ingin menggaruk saluran telinga dengan jari atau cotton bud.

Aktivitas ini bisa meningkatkan risiko peradangan. Kulit yang meradang dapat dengan cepat terinfeksi. Oleh karena itu, Anda dapat mencegah infeksi saluran telinga dengan cara berikut:

  • Usahakan untuk tidak menggaruk atau memasukkan sesuatu ke liang telinga dengan jari, cotton bud, handuk, dll.
  • Jangan bersihkan liang telinga dengan cotton bud. Hal ini bisa mendorong kotoran lebih jauh ke dalam telinga. Telinga akan membersihkan dirinya sendiri dan serpihan kotoran akan keluar sesekali.
  • Jika Anda memiliki telinga sensitif, jaga saluran telinga tetap kering dan hindari sabun atau sampo masuk ke dalam. Jangan gunakan ujung handuk untuk mengeringkan air yang masuk ke liang telinga. Biarkan telinga mengering secara alami. Saat Anda berenang cobalah untuk menjaga telinga tetap kering. Beberapa perenang menggunakan penyumbat telinga karet silikon. Namun, gunakan hanya jika tidak mengiritasi kulit di saluran telinga.

Pencegahan Lainnya

Bisul dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa sakit yang luar biasa. Untungnya, orang bisa mencegah bisul di telinga dengan:

  • Menjaga kebersihan tubuh dengan baik.
  • Membersihkan dan membuka luka pada kulit dengan hati-hati.
  • Menghindari berbagi handuk, waslap, dan barang perawatan pribadi lainnya.
  • Menghindari berbagi earbud atau headphone.
  • Membersihkan semua permukaan yang sering bersentuhan dengan telinga.
  • Konsumsi makanan yang sehat dan olahraga secara teratur untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Bisul di telinga terjadi ketika infeksi bakteri atau jamur berkembang di satu atau lebih folikel rambut, baik di dalam atau di sekitar telinga. Pada banyak kasus, bisul pecah dengan sendirinya. Namun, bisul yang besar atau berulang mungkin memerlukan penanganan medis khusus.

 

  1. Eske, Jamie. 2020. All you need to know about boils on the ear. https://www.medicalnewstoday.com/articles/ear-boil#preven. (Diakses pada 2 Maret 2021).
  2. Knott, Laurence. 2021. Boil in the Ear Canal. https://patient.info/ears-nose-throat-mouth/earache-ear-pain/boil-in-the-ear-canal. (Diakses pada 2 Maret 2021).
  3. Sawyer, Tessa. 2018. Boils in and Around the Ear. https://www.healthline.com/health/ear-boil. (Diakses pada 2 Maret 2021).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi