Terbit: 18 Agustus 2020 | Diperbarui: 5 September 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Atrial flutter adalah kondisi di mana bilik atas jantung (atrium) berdetak dengan ritme yang cepat dan tidak teratur. Kondisi yang mirip dengan atrial fibrilasi ini dapat mengakibatkan jantung tidak bekerja sebagaimana mestinya. Ketahui gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya di bawah ini.

Atrial Flutter: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Atrial Flutter?

Seperti penjelasan sebelumnya, atrial flutter atau dikenal juga dengan sebutan flutter atrium adalah masalah dengan detak jantung. Perlu diketahui, detak jantung sendiri diatur oleh sinyal listrik yang dikirim melalui jaringan jantung. Kondisi yang menyebabkan sirkuit abnormal di dalam atrium kanan ini membuat jantung berdetak ekstra cepat, sekitar 250-400 denyut per menit.

Gejala Atrial Flutter

Pada beberapa kasus, terdapat kondisi di mana seseorang yang memiliki kondisi ini tidak memiliki gejala sama sekali. Berikut adalah beberapa gejala umum yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Palpitasi (jantung berdenyut terlalu cepat dan tidak beraturan).
  • Sesak napas.
  • Kegelisahan.

Sementara orang dengan penyakit jantung atau paru-paru yang mengalami atrial flutter mungkin mengalami gejala lain yang lebih signifikan, antara lain:

  • Angina pektoris (nyeri dada atau jantung).
  • Merasa pingsan atau pusing.
  • Sinkop (pingsan).

Pada dasarnya, gejala atrial flutter sangat bergantung pada seberapa cepat ventrikel berdetak. Ketika denyut ventrikel normal atau hanya sedikit meningkat (kurang dari 120 denyut per menit), seseorang biasanya tidak memiliki gejala.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Segera dapatkan penanganan medis jika Anda memiliki gejala atau sedang mengonsumsi obat untuk mengatasi atrial flutter. Apabila Anda sudah didiagnosis memiliki kondisi ini sebelumnya dan memiliki gejala seperti nyeri dada yang parah, pingsan, pusing, dan merasa lemah, perawatan medis dengan segera harus segera dilakukan.

Penyebab Atrial Flutter

Seperti halnya gejala, pada beberapa kasus penyebab pasti kondisi ini tidak diketahui dengan pasti. Akan tetapi, kondisi ini dapat terjadi akibat penyakit di tempat lain di tubuh yang memengaruhi jantung atau terdapat zat yang mengubah cara jantung mentransmisikan impuls listrik.

Penyakit atau masalah jantung yang dapat menyebabkan atrial flutter meliputi:

  • Iskemia, kondisi ini dapat menurunkan aliran darah ke jantung akibat penyakit jantung koroner, pengerasan arteri, atau pembekuan darah.
  • Kardiomiopati, penyakit otot jantung.
  • Hipertrofi, pembesaran dan penebalan dinding jantung.
  • Katup jantung abnormal, terutama katup mitral.
  • Operasi jantung terbuka.
  • Hipertensi.

Sementara itu, zat yang dapat menyebabkan atrial flutter meliputi:

  • Minuman beralkohol seperti anggur, bir, atau minuman keras.
  • Stimulan seperti kokain, amfetamin, pil diet, obat flu, dan kafein.

Faktor Risiko Atrial Flutter

Terdapat banyak faktor yang bisa menyebabkan kondisi ini. Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan flutter atrium adalah:

  • Tekanan darah tinggi.
  • Obesitas.
  • Diabetes.
  • Gagal jantung.
  • Penyakit jantung iskemik atau serangan jantung sebelumnya.
  • Penyakit akut yang serius.
  • Asupan alkohol yang berlebihan.
  • Usia lanjut.
  • Hipertiroidisme.
  • Penyakit paru-paru kronis.
  • Menjalani operasi baru-baru ini.
  • Penyakit jantung bawaan.

Diagnosis Atrial Flutter

Diagnosis yang bisa dilakukan dokter adalah membaca ritme jantung. Beberapa tes yang bisa membantu dokter menentukan diagnosis, di antaranya:

  • Elektrokardiografi (EKG). Tes ini berfungsi mengukur aktivitas listrik di jantung melalui patches kecil yang ditempatkan di dada. Patches tersebut terhubung ke mesin yang mencatat detak jantung.
  • Holter monitoring. Ini adalah EKG portabel yang dapat dipakai untuk merekam ritme jantung  selama 24 jam.
  • Event monitoring. Jenis EKG ini mengambil sampel detak jantung selama beberapa hari.
  • Ekokardiogram. Tes ini bisa mengidentifikasi masalah katup jantung, memeriksa seberapa baik ventrikel bekerja, dan mencari gumpalan darah di atrium.

Diagnosis menjadi sulit dilakukan jika kondisi ini hanya berlangsung beberapa menit. Semakin lama waktu perekaman irama jantung, semakin tinggi kemungkinan kondisi ini dapat direkam.

Dalam beberapa kasus, implan rekaman jantung (loop recorder) dapat ditempatkan di bawah kulit, di atas jantung melalui pembedahan. Alat ini dapat bertahan hingga 3 tahun untuk pemantauan jantung terus menerus.

Pengobatan Atrial Flutter

Pada dasarnya, perawatan dilakukan untuk mengontrol detak jantung, mencegah stroke, dan mempertahankan ritme jantung yang normal. Guna mengontrol detak jantung, Anda mungkin diberi resep obat yang bisa memperlambat detak jantung.

Sementara untuk mencegah stroke, dokter mungkin meresepkan pengencer darah (antikoagulan) untuk mencegah penggumpalan darah di jantung. Gumpalan ini bisa lepas dan berpindah ke otak.

Beberapa perawatan lain yang bisa dilakukan adalah:

  • Antiaritmia. Obat-obatan ini dapat diminum sesuai kebutuhan untuk menghentikan gejala.
  • Electrical cardioversion. Ini adalah prosedur rawat jalan di mana patch elektroda besar ditempatkan di dada dan punggung. Prosedur ini biasanya dilakukan dengan sedasi IV agar syok tidak terasa. Kadang-kadang dokter mungkin memberi Anda antiaritmia saat waktu kardioversi. Hal ini membantu mempertahankan ritme normal untuk jangka waktu yang lebih lama.
  • Ablasi jantung. Ini adalah prosedur nonbedah berbasis kateter yang sering kali dapat menyembuhkan atrial flutter. Prosedur ini melibatkan pemasangan kabel melalui pembuluh darah di kaki ke jantung. Baik energi panas atau energi dingin digunakan untuk mengatasi sirkuit listrik abnormal.

Komplikasi Atrial Flutter

Meskipun kondisi ini pada awalnya tidak mengancam jiwa, namun gangguan ini membatasi seberapa baik jantung memompa darah. Flutter atrium adalah kondisi yang bisa menyebabkan gumpalan darah terbentuk di jantung, jika gumpalan darah tersebut terlepas hal itu bisa menyebabkan stroke.

Seiring waktu, kondisi ini dapat melemahkan otot jantung, kondisi yang bisa menyebabkan gagal jantung. Kondisi ini juga sering dikaitkan dengan ritme jantung serupa yang disebut fibrilasi atrium, jenis aritmia yang paling umum terjadi.

Pencegahan Atrial Flutter

Kondisi ini dapat dicegah atau diturunkan risikonya dengan mengurangi faktor-faktor yang dapat memicunya. Beberapa hal paling sederhana yang bisa dilakukan adalah:

  • Rutin berolahraga.
  • Konsumsi makanan yang menyehatkan jantung.
  • Batasi konsumsi minuman beralkohol atau kafein.
  • Jangan merokok.
  • Pertahankan berat badan yang sehat.

Jika Anda memiliki kondisi kesehatan yang mendasari seperti penyakit paru-paru atau diabetes, pengobatan yang tepat untuk kondisi ini akan membantu mengurangi risiko atau mencegah kondisi ini.

 

  1. Anonim. Atrial Flutter. https://www.webmd.com/heart-disease/atrial-fibrillation/atrial-flutter. (Diakses pada 18 Agustus 2020).
  2. Anonim. Atrial Flutter. https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions/a/atrial-flutter-1.html. (Diakses pada 18 Agustus 2020).
  3. Davis, Charles Patrick. Atrial Flutter Symptoms, Causes, ECG, and Treatments. https://www.medicinenet.com/atrial_flutter/article.htm. (Diakses pada 18 Agustus 2020).
  4. Mitchell, L. Brent. 2019. Atrial Fibrillation and Atrial Flutter. https://www.msdmanuals.com/home/heart-and-blood-vessel-disorders/abnormal-heart-rhythms/atrial-fibrillation-and-atrial-flutter. (Diakses pada 18 Agustus 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi