Terbit: 20 July 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Akantosis nigrikans adalah kelainan pigmentasi kulit yang cukup umum terjadi. Kelainan ini membuat kulit menjadi gelap, bertekstur beludru, dan terasa tebal. Bagian tubuh yang sering terkena adalah leher, ketiak, selangkangan, kulit di bawah payudara, dan lipatan-lipatan tubuh lainnya. Simak gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya di bawah ini.

Akantosis Nigrikans: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Akantosis Nigrikans?

Akantosis nigrikans adalah kelainan pada kulit yang menyebabkan area kulit yang terkena memiliki warna cokelat muda kehitaman. Perubahan warna kulit ini biasanya terjadi pada orang yang mengalami obesitas atau diabetes. Bagian tubuh lainnya yang bisa menjadi tempat munculnya bercak gelap dengan tekstur tebal adalah siku, lutut, jari tangan, bibir, telapak tangan, atau telapak kaki.

Gejala Akantosis Nigrikans

Perubahan warna kulit adalah satu-satunya tanda akantosis nigrikans. Kondisi ini biasanya terjadi di lipatan tubuh seperti ketiak, selakangan, dan belakang leher. Selain itu, perubahan warna kulit biasanya muncul perlahan dan area yang terkena mungkin terasa gatal atau berbau.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Konsultasikan dengan dokter jika Anda melihat perubahan pada kulit Anda, terutama jika perubahan itu muncul tiba-tiba. Anda mungkin memiliki kondisi mendasar yang membutuhkan perawatan.

Penyebab Akantosis Nigrikans

Kondisi ini terjadi ketika sel-sel kulit epidermis berkembang biak dengan cepat. Pertumbuhan sel kulit abnormal ini paling sering dipicu oleh tingginya kadar insulin dalam darah. Dalam kasus yang jarang terjadi, peningkatan sel-sel kulit dapat disebabkan oleh obat-obatan, kanker, atau kondisi medis lainnya.

Berikut ini penjelasannya:

  • Resistensi insulin. Kebanyakan orang yang memiliki akantosis nigrikans juga kebal terhadap insulin. Insulin adalah hormon yang dikeluarkan oleh pankreas yang memungkinkan tubuh memproses gula. Resistensi insulin inilah yang mendasari perjalanan penyakit diabetes tipe 2.
  • Gangguan hormonal. Kondisi ini sering terjadi pada orang yang memiliki kelainan seperti kista ovarium, tiroid yang kurang aktif, atau masalah dengan kelenjar adrenal.
  • Obat-obatan dan suplemen tertentu. Niasin dosis tinggi, pil KB, prednison, dan kortikosteroid dapat menyebabkan kondisi ini.
  • Kanker. Akantosis nigrikans juga kadang-kadang terjadi ketika sel kanker mulai tumbuh di organ internal seperti perut, usus besar, atau hati.

Faktor Risiko

Berikut ini adalah berbagai faktor yang meningkatkan risiko akantosis nigrikans, antara lain:

  • Semakin tinggi berat badan, semakin tinggi risiko mengalami kondisi ini.
  • Riwayat keluarga. Beberapa jenis akantosis nigrikans tampaknya menurun secara genetik.
  • Sebuah studi menunjukkan bahwa di Amerika Serikat, kondisi ini lebih umum di kalangan penduduk asli Amerika.

Diagnosis Akantosis Nigrikans

Akantosis nigrikans adalah kondisi yang mudah dikenali dengan mata telanjang. Seorang dokter biasanya akan memeriksa diabetes atau resistensi insulin sebagai penyebabnya. Tes-tes lain yang mungkin disarankan adalah tes kadar gula darah atau tes gula darah puasa.

Selain itu, dokter juga dapat meninjau obat-obatan yang Anda konsumsi untuk mengetahui apakah obat-obatan tersebut merupakan faktor penyebab. Oleh karena itu, penting untuk memberi tahu dokter tentang suplemen atau vitamin apa pun yang dikonsumsi.

Dalam kasus yang jarang terjadi, dokter dapat melakukan tes lain seperti biopsi kulit, tes ini diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lainnya.

Jenis Akantosis Nigrikans

Berikut ini adalah berbagai jenis akantosis nigrikans yang sebaiknya Anda kenali, di antaranya:

  • Obesity-associated acanthosis nigricans. Ini adalah jenis yang paling umum dan bisa terjadi pada usia berapapun. Obesitas sering kali menyebabkan resistensi insulin akibat pelepasan zat-zat inflamasi di tubuhnya.
  • Syndromic acanthosis nigricans. Kondisi ini berhubungan dengan suatu sindrom seperti hiperinsulinemia, sindrom Cushing, sindrom polikistik ovarium, total lipodystrophy, atau sindrom Crouzon.
  • Benign acanthosis nigricans. Lesi bertekstur tebal paling menonjol pada permukaan tangan dan kaki. Jenis ini paling umum terjadi pada orang berkulit gelap.
  • Drug-induced acanthosis nigricans. Obat-obat yang bisa meningkatkan kondisi ini seperti asam nikotinat, insulin suntik, kortikosteroid sistemik, dan perawatan hormon. Ini adalah jenis yang jarang terjadi.
  • Hereditary benign acanthosis nigricans. Ini adalah jenis yang diwarisi sebagai sifat autosomal dominan. Lesi dapat bermanifestasi pada segala usia.
  • Malignant acanthosis nigricans. Kanker yang mendasari paling umum adalah tumor usus (90%) terutama kanker lambung. Pada 25-50% kasus, lesi ada di mulut, lidah, dan bibir
  • Mixed-type acanthosis nigricans. Pasien dengan satu jenis penyakit ini juga mengembangkan lesi baru dengan penyebab berbeda. Misalnya pasien kelebihan berat badan dengan kondisi yang berhubungan dengan obesitas bisa berkembang menjadi akantosis nigrikans ganas.

Pengobatan Akantosis Nigrikans

Dalam banyak situasi, mengobati masalah yang mendasarinya dapat membantu memudarkan perubahan warna kulit. Beberapa cara tersebut, di antaranya:

  • Menurunkan berat badan. Jika kondisi ini disebabkan oleh obesitas, menurunkan berat badan dapat membantu mengurangi gejala.
  • Menghentikan obat atau suplemen tertentu. Jika kondisi ini tampaknya terkait dengan obat atau suplemen yang dikonsumsi, dokter mungkin menyarankan agar Anda berhenti mengonsumsinya.
  • Operasi. Jika kondisi ini dipicu oleh tumor, pengangkatan tumor sering kali memberikan perubahan warna kulit.

Sementara itu, jika Anda khawatir tentang penampilan kulit atau jika lesi menjadi tidak nyaman atau mulai berbau tidak sedap, dokter mungkin menyarankan:

  • Krim resep untuk meringankan atau melembutkan area yang terkena
  • Sabun antibakteri
  • Antibiotik topikal
  • Obat jerawat
  • Terapi laser untuk mengurangi ketebalan kulit

Komplikasi Akantosis Nigrikans

Komplikasi yang terjadi tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika kondisi ini muncul pada masa anak-anak, perubahan warna kulit adalah sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan. Namun jika muncul saat dewasa, Anda harus lebih khawatir karena sering dikaitkan dengan resistensi insulin.

Pencegahan Akantosis Nigrikans

Jika kondisi ini terkait dengan obesitas, menjaga berat badan tetap ideal adalah bagian penting dari pencegahan. Pola makan yang berkontribusi terhadap pengurangan insulin juga dapat membantu mencegah kondisi ini.

Strategi pencegahan lainnya termasuk mengobati masalah medis yang terkait dengan akantosis nigrikans (seperti hipotiroidisme) dan menghindari obat-obatan yang cenderung menyebabkan atau memperburuk kondisi (seperti pil KB).

 

  1. Anonim. Acanthosis nigricans. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acanthosis-nigricans/symptoms-causes/syc-20368983. (Diakses pada 20 Juli 2020).
  2. Anonim. Skin and Acanthosis Nigricans. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/acanthosis-nigricans-overview. (Diakses pada 20 Juli 2020).
  3. Barwell, Janet. 2019. Acanthosis Nigricans. https://www.healthline.com/health/acanthosis-nigricans#diagnosis. (Diakses pada 20 Juli 2020).
  4. Miller, Jason H. 2018. Acanthosis Nigricans Clinical Presentation. https://emedicine.medscape.com/article/1102488-clinical#b3. (Diakses pada 20 Juli 2020).
  5. Ngan, Vanessa. 2004. Acanthosis nigricans. https://dermnetnz.org/topics/acanthosis-nigricans/. (Diakses pada 20 Juli 2020).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi