Terbit: 25 July 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Paramol adalah obat yang mengandung paracetamol 500 mg. Obat ini digunakan untuk menurunkan demam. Ketahui manfaat obat Paramol, aturan penggunaan, dosis, efek samping, dan harganya di sini.

Paramol: Fungsi, Dosis, Aturan Pakai, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Paramol

Berikut ini adalah informasi umum obat Paramol:

 Nama Obat Paramol
 Kandungan Obat  Paracetamol 500 mg
 Kelas Obat  Analgesik (non-opioid) dan antipiretik
 Kategori Obat  Obat bebas
 Manfaat Obat  Meredakan rasa sakit termasuk demam, sakit gigi, dan pusing
 Kontraindikasi Obat  Hipersensitif
 Sediaan Obat  Tablet
 Harga Obat  Rp4.169/strip @10 tablet

Harga Paramol mungkin berbeda di setiap apotek. Obat ini tersedia di apotek dalam bentuk obat generik Paracetamol. Tanyakan pada apoteker Anda untuk harga Paramol dalam sedian lainnya.

Paramol Obat Apa?

Paracetamol adalah obat untuk mengatasi nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, sakit gigi, demam, nyeri punggung, pilek, atau flu biasa. Obat ini juga dapat digunakan untuk meredakan peradangan dan pembengkakan sendi seperti gejala osteoartritis.

Obat ini mengandung bahan utama paracetamol 500 miligram serta tergolong dalam kelas obat analgesik (non-opioid) dan antipiretik. Anda dapat menggunakan obat ini tanpa resep dokter, tapi harap ikuti petunjuk penggunaan di balik kemasan.

Merek Dagang Paramol

Obat ini tersedia dalam obat generik Paracetamol. Sementara obat dengan kandungan paracetamol yang sama dipasarkan dengan merek dagang lainnya, seperti:

  • Acetaminophen
  • Biogesic
  • Cetapain
  • Eterfix
  • Farmadol
  • Glocetamol Forte
  • Hufagesic
  • Kamolas
  • Mixagrip Flu
  • Moretic
  • Naprex
  • Nofebril
  • Panadol
  • Pamol
  • Pamol Suppository
  • Paracetamol Mersifarma
  • Paramex SK
  • Praxion
  • Poro
  • Sanmol Child Chewable
  • Sanmol Infusion
  • Sanmol
  • Sumagesic
  • Tempra
  • Termorex

Obat paracetamol mungkin juga dipasarkan dengan merek dagang lain yang belum tercatat dalam informasi ini.

Fungsi Obat Paramol

Obat analgesik (non-opioid) dan antipiretik ini digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang, termasuk:

  • Demam
  • Pilek
  • Flu
  • Nyeri punggung
  • Sakit gigi
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi
  • Nyeri menstruasi

Obat ini mungkin digunakan untuk mengobati indikasi nyeri sedang lainnya yang belum tercantum dalam informasi kesehatan ini. Konsultasi pada apoteker Anda tentang manfaat paracetamol lainnya.

 

Peringatan Obat Paramol

Harap perhatikan beberapa peringatan penting ini sebelum menggunakan obat analgesik (non-opioid) dan antipiretik ini, sebagai berikut:

  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap kandungan paracetamol.
  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi obat analgesik atau antipiretik lainnya.
  • Baca dengan teliti petunjuk penggunaan obat sebelum menggunakannya.
  • Minum obat sesuai dengan dosis dan jadwal yang tepat.
  • Konsultasi dengan dokter apabila ingin menggunakan obat ini dalam keadaan hamil atau menyusui.
  • Obat ini dapat digunakan untuk anak di atas usia 2 tahun.

Konsultasi pada apoteker Anda tentang semua hal yang harus ketahui sebelum menggunakan obat paracetamol ini.

Interaksi Obat Paramol

Interaksi obat adalah reaksi berbeda yang timbul pada tubuh Anda saat Anda menggunakan dua obat atau lebih dalam waktu sama tanpa resep dokter. Interaksi obat tersebut umumnya memicu efek samping.

Berikut ini kemungkinan interaksi obat dengan kandungan paracetamol bila dikonsumsi bersamaan obat lain:

  • Mengurangi penyerapan obat bila digunakan bersama cholestyramine.
  • Menurunkan konsentrasi serum bila digunakan bersama obat rifampisin dan beberapa Antikonvulsan.
  • Meningkatkan efek antikoagulan bila digunakan bersama warfarin dan kumarin lainnya dalam penggunaan jangka panjang.
  • Meningkatkan penyerapan dengan metoclopramide dan domperidone.

Selain itu, beberapa obat yang dicurigai dapat menyebabkan interaksi bila dikonsumsi bersama dengan obat paracetamol, seperti:

  • Aspirin
  • Benadryl
  • Kafein
  • Suplemen kalsium 600 D
  • Codeine
  • Colace
  • Cymbalta
  • Diclofenac
  • Eliquis
  • Suplemen minyak ikan
  • Flonase
  • Hydrocodone
  • Ibuprofen
  • Lasix
  • Lyrica
  • Meloxicam
  • Metoprolol Succinate ER
  • Metoprolol Tartrate
  • Milk of Magnesia
  • MiraLAX
  • Mucinex
  • Naproxen
  • Norco
  • Oxycodone
  • Prednisone
  • ProAir HFA
  • Synthroid
  • Tramadol
  • Suplemen vitamin B12
  • Suplemen vitamin C
  • Suplemen vitamin D3
  • Xarelto
  • Zoloft
  • Zyrtec

Harap tidak menggunakan dua obat atau lebih, termasuk vitamin, suplemen, atau obat herbal secara bersamaan tanpa resep dokter untuk mengurangi risiko efek samping.

Efek Samping Paramol

Berikut ini beberapa efek samping obat Paramol yang mungkin terjadi:

  • Ruam kulit
  • Gatal
  • Bintik-bintik kulit
  • Mual
  • Muntah
  • Feses berdarah atau hitam
  • Urine keruh
  • Kelelahan

Walaupun demikian, efek samping Paramol jarang terjadi. Harap segera hentikan penggunaan bila mengalami efek samping atau gejala tidak kunjung membaik.

 

Dosis Obat Paramol

Dosis Paramol untuk mengatasi gejala nyeri ringan hingga sedang secara umum, sebagai berikut:

  • Dewasa: 0.5-1 gram setiap 4-6 jam sehari. Dosis maksimal adalah 4 gram sehari.
  • Anak Usia 2-<4 Tahun: 180 miligram per hari dalam dosis terbagi.
  • Anak Usia 4-<6 Tahun:  240 miligram per hari dalam dosis terbagi.
  • Anak Usia 6-<8 Tahun: 240-250 miligram per hari dalam dosis terbagi.
  • Anak Usia 8-<10 Tahun: 360-375 miligram per hari dalam dosis terbagi.
  • Anak Usia 12-<16 Tahun: 480-750 miligram per hari dalam dosis terbagi.

Dosis untuk indikasi nyeri lainnya disesuaikan dengan usia pasien, gejala infeksi, tingkat keparahan, dan kondisi pasien. Informasi ini tidak menggantikan resep dokter.

Cara Pakai Paramol

Berikut ini panduan cara pakai obat Paramol:

  • Ikuti petunjuk penggunaan obat sesuai petunjuk penggunaan di balik kemasan.
  • Jangan minum dua obat di waktu yang sama tanpa saran dokter.
  • Telan tablet obat secara utuh, jangan digerus atau dikunyah.
  • Minum obat setelah makan.
  • Gunakan obat dengan air putih secukupnya.
  • Segera hentikan penggunaan obat dan konsultasi ke dokter bila Anda tidak kunjung sembuh dalam 3 hari.

Tanyakan kepada apoteker Anda jika belum memahami instruksi penggunaan obat pereda nyeri ini. Gunakan obat ini sesuai dengan resep dokter untuk memaksimalkan kinerja obat untuk menyembuhkan gejala dengan cepat.

Petunjuk Penyimpanan Paramol

Ikuti petunjuk penyimpanan obat yang benar, sebagai:

  • Paracetamol adalah salah satu obat wajib yang harus ada di rumah.
  • Simpan obat paracetamol pada suhu 20°C-25°C.
  • Sebaiknya simpan obat paracetamol di kotak P3K khusus atau laci yang tertutup rapat.
  • Simpan obat paracetamol pada kemasan aslinya.
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan membuang obat sembarangan karena akan mencemari lingkungan.

Itulah pembahasan lengkap tentang obat Paramol untuk apa. Obat ini dijual secara bebas dan digunakan untuk mengatasi nyeri ringan hingga nyeri sedang. Informasi ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan apoteker.

 

  1. Drugs. 2020. Acetaminophen. https://www.drugs.com/acetaminophen.html. (Diakses pada 25 Juli 2020).
  2. MIMS. 2020. Paracetamol. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/paracetamol?mtype=generic. (Diakses pada 25 Juli 2020).
  3. WebMD. 2020. Paracetamol Tablet. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-57595/paracetamol-oral/details. (Diakses pada 25 Juli 2020).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi