Terbit: 23 Juni 2021
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Antonius Hapindra Kasim

Azithromycin adalah obat antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri seperti infeksi saluran pernapasan atas, infeksi kulit, konjungtivitis bakteri, sinusitis akut, dan beberapa infeksi bakteri tertentu lainnya.

Azithromycin: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, Efek Samping, dll

Ringkasan Informasi Obat Azithromycin

Nama Obat Azithromycin
Kandungan Obat Azithromycin 500 mg
Kelas Obat Antibiotik makrolida
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Mengobati berbagai infeksi bakteri
Kontraindikasi Hipersensitif terhadap antibiotik makrolida dan riwayat disfungsi hati setelah penggunaan antibiotik sebelumnya
Sediaan Obat Kapsul, tablet, suspensi serbuk, tetes mata
Kategori Kehamilan dan Menyusui Kategori B
Harga Azithromycin Rp 15.000/tablet

Azithromycin Obat Apa?

Azithromycin adalah obat antibiotik dari golongan makrolida. Obat ini biasa digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Cara kerja obat ini adalah dengan menghentikan atau mencegah pertumbuhan bakteri.

Azithromycin dihydrate atau azitromisin merupakan jenis obat yang harus diberikan berdasarkan resep dokter. Karena merupakan jenis antibiotik, obat tidak dapat digunakan untuk mengatasi infeksi akibat virus. Penggunaan obat ini secara tidak benar juga bisa membuat obat ini tidak efektif lagi untuk digunakan.

Merek Dagang Obat Azithromycin

Di pasaran obat ini bisa dipasarkan dengan merek dagang lainnya seperti:

  • Azomax
  • Azomep
  • Aztrin/Aztrin DS
  • Mezatrin
  • Zifin
  • Zithromax
  • Zycin
  • Aziwin
  • Azyter
  • Ethrimax
  • Maxmor
  • Sohomac
  • Trozin
  • Zarom
  • Zibramax
  • Zicho
  • Zistic
  • Zithrax
  • Zitrolin
  • Zitromed
  • Zymed

Manfaat Azithromycin

Secara umum, fungsi azithromycin adalah untuk mengatasi berbagai infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Berdasarkan cara kerjanya, berikut adalah beberapa kondisi yang bisa diobati menggunakan obat ini:

  • Infeksi saluran pernapasan seperti sinusitis bakteri akut dan pneumonia.
  • Faringitis dan radang amandel.
  • Infeksi mata akibat bakteri.
  • Infeksi kulit akibat bakteri.
  • Penyakit kelamin seperti granuloma inguinale, gonore, klamidia, dan sifilis. Namun sifilis tidak dapat disembuhkan dengan obat ini, tetapi hanya dapat dihambat gejalanya saja.
  • Infeksi saluran urine.
  • Otitis media akut.

Perhatian dan Peringatan Obat Azithromycin

Berikut adalah beberapa hal yang perlu menjadi peringatan dan perhatian sebelum menggunakan azithromycin adalah:

  • Jangan gunakan obat ini pada pasien yang hipersensitif terhadap azithromycin dan erythromycin.
  • Jangan gunakan obat ini pada pasien dengan gangguan irama jantung.
  • Obat ini masuk ke dalam kategori B untuk wanita hamil sehingga bisa dikatakan cukup aman, namun penggunaannya tetap harus di bawah pengawasan dokter. Begitu juga dengan penggunaan pada wanita yang sedang program hamil dan ibu menyusui.
  • Diskusikan dengan dokter tentang makanan atau minuman yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat ini. Umumnya konsumsi alkohol bersamaan obat ini bisa menimbulkan efek samping seperti sakit perut dan pusing.
  • Hampir semua antibiotik, termasuk obat ini dapat menyebabkan diare. Kondisi ini dapat menyebabkan diare ringan hingga peradangan usus besar yang parah yang dapat menyebabkan kematian.

Interaksi Obat Azithromycin

Interaksi obat mungkin terjadi ketika digunakan bersama dengan obat lain. Efeknya adalah kinerja obat dapat menurun atau kemungkinan munculnya efek samping dapat meningkat. Berikut adalah beberapa interaksi obat yang harus diwaspadai:

  • Gangguan ritme jantung dengan obat kelas IA (quinidine, procainamide) dan kelas III (dofetilide, amiodarone, sotalol) antiarrhythmics; pimozide cisapride dan terfenadine.
  • Peningkatan konsentrasi serum digoxin, colchicine, dan ciclosporin. Meningkatkan efek antikoagulan oral (warfarin).

Dosis Azithromycin

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, suspensi serbuk, hingga tetes mata dan diproduksi dengan berbagai merek obat. Bentuk obat yang diresepkan akan menyesuaikan dengan kondisi pasien.

Berikut adalah dosis obat sesuai dengan kondisi tertentu:

1. Infeksi Saluran Pernapasan Atas dan Infeksi Kulit Lainnya

  • Dewasa: 500 mg diberikan satu kali sehari selama 3 hari, atau alternatif dengan 500 mg single dose lalu diikuti 250 mg satu kali sehari selama 2-5 hari.
  • Anak-anak di ? 6 bulan: 10 mg/kgBB/hari selama 3 hari atau 10 mg/kgBB untuk hari pertama lalu diikuti 5 mg/kgBB/hari selama 2-5 hari.
  • Untuk anak >45kg: dosis sama seperti dosis dewasa.

2. Pneumonia

Intravena

  • Dewasa: 500 mg sebagai dosis harian tunggal untuk setidaknya 2 hari, diberikan pada tingkat 1 mg / mL selama 3 jam atau 2 mg / mL selama 1 jam, diikuti dengan dosis oral 500 mg setiap hari untuk menyelesaikan 7-10 hari .

Oral

  • Dewasa: 500 mg pada hari pertama, diikuti oleh 250 mg sekali sehari pada hari 2-5. Sebagai tambahan dengan 2 g single dose.
  • Anak: ?6 bulan:  10 mg / kg sebagai single dose pada hari pertama diikuti oleh 5 mg / kg / hari pada hari 2-5, atau alternatif dengan : 60 mg / kg sebagai dosis tunggal. Maks: 2 g.

3. Penyakit Radang Panggul

Intravena

  • Dewasa: 500 mg setiap hari sebagai single dose selama 1 atau 2 hari, diberikan pada tingkat 1 mg / mL selama 3 jam atau 2 mg / mL selama 1 jam, diikuti dengan dosis oral 250 mg setiap hari hingga selesai 7 hari.

3. Konjungtivitis Bakteri

Tetes

  • Dewasa 1%, 1 tetes ke dalam mata yang terkena  (terpisah 8-12 jam) selama 2 hari, kemudian 1 tetes satu kali sehari selama 5 hari berikutnya. Dewasa 1,5% (seperti dihydrate):  1 tetes untuk conjunctival fornix bid (pagi dan sore) selama 3 hari.
    Anak 1%: ?1 tahun sama dengan dosis dewasa. Anak 1,5%: sama seperti dosis dewasa.

4. Chlamydia Trachomatis

Oral

  • Dewasa: 1 g sebagai dosis tunggal.

5. Prophylaxis of disseminated Mycobacterium avium Complex (MAC) Infections

Oral

  • Dewasa: 1,2 g seminggu sekali.

6. Otitis Media Akut

Oral

  • Anak: ?6 bulan atau alternatif dengan : 30 mg / kg sebagai single dose atau 10 mg / kg sekali sehari selama 3 hari atau 10 mg / kg sebagai single dose pada hari 1, diikuti oleh 5 mg / kg / hari pada hari 2-5.

7. Sinusitis Akut

Oral

  • Dewasa:  500 mg sekali sehari selama 3 hari atau alternatif  2 g sebagai single dose.
  • Anak: 10 mg / kg sekali sehari selama 3 hari.

8. Gonore tanpa Komplikasi

  • Dewasa: 1 g atau 2 g sebagai dosis tunggal, dalam kombinasi dengan ceftriaxone.

9. Tonsillitis

  • Anak:> 2 tahun Sebagai persiapan pelepasan segera: 12 mg / kg / hari selama 5 hari.

Obat ini umumnya dikonsumsi satu jam sebelum makan. Informasi tentang dosis tersebut hanya merupakan dosis umum. Dosis bisa berbeda tergantung pada jenis dan parahnya infeksi. Jangan mengganti dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Cara Pakai Obat Azithromycin

Pasien harus mengikuti resep dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis obat tanpa anjuran dokter. Obat ini dapat bekerja dengan efektif jika diminum sesuai dosis dan kondisi Anda, biasanya setelah makan.

Petunjuk Penyimpanan Azithromycin

Berikut ini saran penyimpanan obat secara umum:

  • Simpan obat di tempat sejuk, jauh dari paparan sinar matahari langsung, dan simpan di tempat kering.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak atau hewan peliharaan.
  • Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa.

 

  1. AZITROMISIN. http://pionas.pom.go.id/monografi/azitromisin. (Diakses pada 10 Desember 2019).
  2. Azithromycin Tablet Macrolide Antibiotics. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1527-3223/azithromycin-oral/azithromycin-250-500-mg-oral/details. (Diakses pada 10 Desember 2019).
  3. Azithromycin. https://www.drugs.com/azithromycin.html. (Diakses pada 10 Desember 2019).
  4. Azithromycin. http://mims.com/indonesia/drug/info/azithromycin. (Diakses pada 10 Desember 2019).
  5. University of Illinois-Chicago, Drug Information Group. 2018. Azithromycin, Oral Tablet. https://www.healthline.com/health/azithromycin-oral-tablet#interactions. (Diakses pada 10 Desember 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi