Terbit: 16 Agustus 2020 | Diperbarui: 24 Agustus 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Atussin adalah obat batuk yang disebabkan oleh flu, pilek, campak, bronkitis, dll. Ketahui Atussin obat apa, fungsi, dosis, aturan pakai, dan efek sampingnya.

Atussin: Fungsi, Dosis, Aturan Pakai, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Atussin

 Nama Obat  Atussin
 Kandungan Obat  Amonium Klorida, Chlorpheniramine Maleate, Dekstrometorfan Hidrobromida, Guaifenesin, dan Sodium Sitrat.
 Kelas Obat  Obat batuk dan pilek
 Kategori Obat  Obat resep
 Manfaat Obat  Mengatasi gejala batuk dan pilek
 Kontraindikasi Obat  Hipersensitivitas
 Sediaan Obat  Tablet dan sirup
 Harga Obat  Rp251.860/botol @10 ml sirup

Tanyakan pada apoteker Anda seputar harga obat Atussin atau merek dagang lainnya dengan kombinasi kandungan yang sama.

Atussin Obat Apa?

Atussin adalah obat untuk meredakan gejala batuk yang disebabkan oleh pilek biasa, flu, tuberkulosis (TBC), campak, bronkopneumonia, faringitis, radang tenggorokan, radang paru-paru, dan pertusis. Obat ini juga digunakan untuk mengatasi batuk akibat merokok atau efek samping dari paparan zat kimia tertentu.

Atussin tergolong dalam kelas obat pereda batuk dan pilek. Obat ini tersedia dalam bentuk sirup @5 ml dan tablet @10 mg. Obat ini dapat digunakan untuk anak-anak usia 2 tahun dan dosis dewasa di atas 12 tahun.

Setiap satu tablet Atussin mengandung dekstrometorfan HBr 10 mg, klorfeniramin maleat 1 mg, Na sitrat 133 mg, ammon Cl 50 mg, dan gliseril guaiakolat 50 mg. Sementara sediaan sirup mengandung dekstrometorfan HBr 5 mg, klorfeniramin maleat 1,33 mg, Na sitrat 133 mg, ammon Cl 50 mg, dan gliseril guaiakolat 50 mg.

Fungsi Obat Atussin

Obat ini digunakan untuk mengatasi gejala batuk. Batuk adalah salah satu respon umum tubuh untuk melegakan saluran pernapasan. Batuk disebabkan oleh berbagai infeksi lainnya.

Sementara obat Atussin digunakan untuk mengatasi batuk akibat infeksi:

  • Pilek biasa
  • Flu
  • Campak
  • Faringitis (radang tenggorokan)
  • Bronkopneumonia, jenis pneumonia
  • Tuberkulosis (TBC)
  • Radang paru-paru
  • Pertusis, infeksi bakteri pada saluran pernapasan
  • Batuk akibat merokok

Obat ini mungkin digunakan untuk indikasi lain atau jenis batuk lainnya yang belum tercatat dalam informasi ini.

Baca Juga: 10 Jenis Batuk yang Harus Anda Kenali (Ringan hingga Berat)

Peringatan Obat Atussin

Harap perhatikan beberapa peringatan penting ini sebelum menggunakan obat yang mengandung kombinasi zat aktif amonium klorida, chlorpheniramine maleate, dekstrometorfan hidrobromida, guaifenesin, dan sodium sitrat ini, sebagai berikut:

  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap kandungan salah satu kandungan amonium klorida, chlorpheniramine maleate, dekstrometorfan hidrobromida, guaifenesin, dan sodium sitrat.
  • Beritahu dokter bila Anda memiliki efek hipersensitif terhadap monoamine oxidase inhibitors.
  • Harap baca dengan teliti resep dokter atau petunjuk penggunaan obat ini.
  • Minum obat sesuai dengan dosis dan jadwal dari dokter, tidak kurang dan tidak lebih.
  • Obat ini tidak boleh digunakan oleh wanita yang sedang menyusui.
  • Konsultasi ke dokter untuk memastikan keamanan penggunaan obat ini pada wanita hamil atau wanita yang sedang merencanakan kehamilan.
  • Obat ini dapat digunakan untuk anak-anak usia 2 tahun dengan resep dokter.

Demi keamanan dan keselamatan Anda sebelum minum obat ini, beritahu dokter bila Anda mengalami riwayat medis berikut ini:

  • Asma akut
  • Glaukoma
  • Tukak lambung stenosis pylorus
  • Obstruksi pilorus-duodenum
  • Retensi urin karena disfungsi uretra-prostat

Selain itu, obat ini tidak boleh digunakan pada orang dengan riwayat medis tertentu, seperti:

  • Emfisema, kerusakan kantung udara paru-paru
  • Asma
  • Sekresi yang berlebihan
  • Batuk kronis terkait penggunaan rokok

Konsultasi pada dokter tentang semua hal yang harus Anda ketahui sebelum menggunakan obat batuk dengan zat aktif kombinasi ini karena termasuk obat keras.

Interaksi Obat Atussin

Interaksi obat adalah reaksi yang terjadi di dalam tubuh ketika dua kandungan obat tertentu (atau lebih) bertemu. Reaksi tersebut dapat meningkatkan atau melemahkan kinerja salah satu atau kedua obat tersebut. Hasilnya, efek samping mungkin terjadi.

Obat Atussin memiliki risiko interaksi obat bila digunakan secara bersamaan dengan obat lain, seperti:

  • MAO inhibitors (monoamine oxidase inhibitors), kelas obat untuk mengatasi depresi.
  • Trikilik antidepresan.
  • Meningkatkan efek depresan pada kelas obat antihistamin.

Jangan menggunakan dua obat atau lebih sembarangan karena akan meningkatkan risiko efek samping atau interaksi obat. Beritahu dokter semua obat termasuk obat resep, obat bebas, suplemen, vitamin, atau obat herbal lainnya yang sedang Anda gunakan saat ini.

Efek Samping Atussin

Berikut ini risiko efek samping obat Atussin yang mungkin terjadi:

  • Mual
  • Muntah
  • Kelelahan
  • Pusing
  • Diare
  • Mulut kering
  • Vertigo
  • Sedasi
  • Somnolence, penurunan respon kesadaran
  • Takikardia, detak jantung cepat
  • Urtikaria, sejenis penyakit kulit biduran

Setiap orang mungkin mengalami efek samping lain terhadap obat tersebut. Hentikan penggunaan obat dan segera hubungi dokter bila Anda mengalami efek samping serius.

Dosis Obat Atussin

Berikut ini dosis obat Atussin untuk mengatasi gejala batuk dan pilek:

  • Dosis Anak 2-6 Tahun: 5 ml setiap 6 sampai 8 jam sekali.
  • Dosis Anak 7-12 Tahun: 10 ml setiap 6 sampai 8 jam sekali.
  • Dewasa (Lebih dari 12 Tahun): 15 ml setiap 6 sampai 8 jam sekali.

Dosis setiap pasien berbeda-beda sesuai dengan gejala dan riwayat medis pasien. Informasi ini tidak menggantikan resep dokter. Sebaiknya konsultasi dengan dokter tentang dosis Atussin untuk mengatasi gejala batuk dan sesuai dengan kondisi Anda.

Baca Juga: 6 Cara Memilih Obat Batuk Berdasarkan Jenis Batuknya

Cara Pakai Atussin

Berikut ini cara pakai obat Abdiflam:

  • Baca aturan pakai sebelum minum obat ini.
  • Gunakan sesuai dosis dari dokter.
  • Bila Anda lupa minum obat, segera minum saat Anda mengingatnya. Bila Anda mengingatnya saat mendekati dosis selanjutnya, maka lupakan dosis yang terlewat.
  • Tidak boleh menggunakan dosis dobel atau lebih dari yang diresepkan.
  • Segera hentikan penggunaan obat bila mengalami gejala overdosis.

Tanyakan kepada dokter jika Anda belum memahami instruksi penggunaan obat batuk ini. Gunakan obat apapun sesuai dengan resep dokter untuk mengurangi risiko efek samping dan meningkatkan kinerja obat agar gejala batuk cepat sembuh.

Petunjuk Penyimpanan Atussin

Inilah petunjuk penyimpanan obat yang tepat:

  • Simpan obat apapun pada suhu 20°C-25°C.
  • Disarankan untuk simpan obat di kotak P3K khusus atau laci yang tertutup rapat.
  • Simpan obat pada kemasan aslinya.
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan membuang obat sembarangan karena akan mencemari lingkungan.

Itulah pembahasan lengkap tentang kegunaan obat Atussin. Obat ini digunakan untuk mengatasi gejala batuk. Konsultasi pada dokter untuk informasi lain atau dosis obat sesuai dengan kondisi Anda. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. MIMS. 2020. Atussin. https://www.mims.com/myanmar/drug/info/atussin. (Diakses pada 13 Agustus 2020).
  2. Merchant Auctiva. 2020. Cough Syrup Atussin, Cough Formula with Triple Action. https://merchant.auctivacommerce.com/s38640/Cough-Syrup-Atussin-Cough-Formula-with-Tripple-Action-P5633220.aspx. (Diakses pada 13 Agustus 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi