Terbit: 13 November 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Candesartan adalah obat yang biasa digunakan untuk pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi). Simak informasi selengkapnya mulai dari definisi obat, fungsi, dosis, hingga efek sampingnya.

Candesartan: Fungsi, Dosis, Peringatan, Interaksi, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Candesartan

Berikut ini adalah rangkuman informasi umum tentang obat candesartan:

 Nama Obat Candesartan
 Kandungan Obat Candesartan 8 miligram (mg) dan 16 mg
 Kelas Obat Antagonis reseptor angiotensin II
 Kategori Obat Obat resep
 Manfaat Obat
  • Menurunkan tekanan darah (hipertensi)
  • Gagal jantung
 Kontraindikasi Hipersensitif
 Sediaan Obat Tablet 8 miligram (mg) dan 16 mg
 Harga Obat
  • Rp25.000per 8 Tablet
  • Rp50.000 per 30 tablet

Harga obat ini mungkin berbeda pada setiap apotek.

Candesartan Obat Apa? 

Candesartan adalah penghambat reseptor angiotensin atau angiotensin-receptor blocker (ARB) yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan mengatasi gagal jantung. Menurunkan tekanan darah dapat mengurangi risiko stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal. Obat resep ini juga bisa meningkatkan kelangsungan hidup jika mengonsumsinya untuk gagal jantung.

Obat ini bekerja dengan menghalangi zat alami tertentu yang mengencangkan pembuluh darah, memungkinkan darah mengalir lebih lancar dan jantung memompa lebih efisien.

Candesartan dapat Anda gunakan sebagai bagian dari terapi kombinasi, yang berarti perlu mengonsumsinya dengan obat lain untuk mengobati gagal jantung kongestif.

Fungsi Candesartan

Obat ini memiliki kegunaan untuk mengobati beberapa kondisi berikut:

  • Mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi) pada orang dewasa dan anak-anak, yakni usia 1-17 tahun. 
  • Mengobati jenis gagal jantung tertentu, untuk mengurangi komplikasi serius, kematian, dan rawat inap akibat kerusakan jantung dan gagal jantung.
  • Obat ini juga dapat Anda gunakan untuk tujuan yang tidak tercantum dalam panduan pengobatan. Untuk itu, tanyakan kepada dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Baca Juga: Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi): Penyebab, Gejala, Obat, dll

Peringatan Keras Penggunaan Candesartan

Hentikan penggunaan obat ini sesegera mungkin ketika kehamilan terdeteksi (memengaruhi sistem oligohidramnion renin-angiotensin), yang dapat menyebabkan cedera janin dan kematian.

Berikut ini beberapa kontraindikasi Candesartan:

  • Hipersensitivitas
  • Gangguan hati berat
  • Jangan berikan bersamaan dengan aliskiren pada pasien dengan diabetes.

Perhatian obat candesartan:

  • Riwayat angioedema.
  • Hipovolemia.
  • Risiko tekanan darah rendah (hipotensi), terutama pada pasien hipovolemik/hiponatremia, pemberian obat diuretik bersamaan, dialisis, atau selama operasi besar.
  • Kerusakan ginjal dapat terjadi.
  • Hentikan segera saat kehamilan.
  • Hati-hati pada pasien dengan gagal jantung kongestif; mungkin perlu menyesuaikan dosis.
  • Hiperkalemia dapat terjadi dengan gagal ginjal atau obat-obatan yang meningkatkan kadar kalium; monitor kadar kalium serum secara berkala.
  • Penyumbatan sistem renin angiotensin ganda dengan ARB, inhibitor ACE, atau aliskiren terkait dengan peningkatan risiko untuk perubahan fungsi ginjal (termasuk gagal ginjal akut) daripada dengan monoterapi.
  • Risiko reaksi anafilaktoid atau angioedema.
  • Hati-hati pada gangguan hati, hiperkolesterolemia, hiperkalsemia, penyakit paratiroid, sudah ada insufisiensi ginjal, lupus eritematosus sistemik, dan anuria.
  • Waspada pada pasien dengan stenosis aorta/stenosis mitral.
  • Pasien dengan stenosis arteri unstented unilateral/bilateral
  • Bayi kurang dari usia 1 tahun jangan menggunakan obat ini karena dapat memiliki efek pada perkembangan ginjal yang belum matang.
  • Paparan pada neonatus in-utero (saat dalam kandungan): Jika oliguria atau hipotensi terjadi, transfusi tukar atau dialisis mungkin diperlukan untuk membalikkan hipotensi atau mengganti gangguan fungsi ginjal.

Penggunaan Candesartan pada Kondisi Kehamilan dan Menyusui

Keamanan untuk kehamilan: Kategori D. Segera hentikan penggunaan ketika kehamilan terdeteksi, selama trimester kedua dan ketiga kehamilan. Obat dapat langsung bekerja pada sistem renin-angiotensin tubuh, yang menyebabkan kerusakan janin seperti hipotensi, hipoplasia pembentukan tengkorak neonatus, anuria, gagal ginjal reversibel maupun ireversibel, serta kematian.

Jenis kategori obat untuk kehamilan, antara lain:

  • A: Secara umum dapat diterima, telah melalui penelitian pada wanita-wanita hamil dan menunjukkan tidak ada bukti kerusakan janin.
  • B: Mungkin dapat diterima oleh wanita hamil, telah melalui penelitian pada hewan percobaan namun belum ada bukti penelitian langsung pada manusia.
  • C: Gunakan dengan hati-hati. Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan risiko dan belum ada penelitian langsung pada manusia.
  • D: Gunakan jika memang tidak ada obat lain yang dapat Anda gunakan dan dalam kondisi mengancam jiwa.
  • X: Jangan menggunakannya untuk ibu hamil.
  • NA: Tidak ada informasi.

Obat tidak diketahui apakah memasuki ASI atau tidak, tetapi tidak direkomendasikan untuk digunakan ibu hamil.

Baca Juga: 11 Gejala Darah Tinggi (Hipertensi) yang Harus Diwaspadai

Interaksi Obat Candesartan dengan Obat Lainnya

Beritahu dokter tentang semua obat yang Anda minum, termasuk obat resep dan nonresep, vitamin, dan suplemen herbal. Candesartan dan obat lain dapat memengaruhi satu sama lain dan menyebabkan efek samping yang serius. Obat ini dapat memengaruhi cara kerja obat lain dan juga sebaliknya.

Beri tahu dokter Anda terutama jika menggunakan obat-obatan berikut:

  • Litium karbonat atau litium sitrat, obat-obatan yang beberapa jenis depresi.
  • Obat lain untuk tekanan darah tinggi, terutama pil air (diuretik).
  • Suplemen kalium.
  • Pengganti garam.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).

Sebaiknya ketahui obat-obatan yang Anda minum. Simpan daftar obat-obatan untuk Anda tunjukkan kepada dokter dan apoteker saat mendapatkan obat resep baru. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum mulai minum obat baru. Dokter atau apoteker akan mengetahui obat apa yang aman untuk konsumsi bersama dengan obat lain.

Efek Samping Candesartan

Penggunaan obat ini tidak menyebabkan kantuk, namun dapat menyebabkan beberapa efek samping lainnya. Berikut ini efek samping yang paling umum hingga yang serius:

1. Efek Samping yang Lebih Umum

Efek samping yang lebih umum dapat terjadi setelah mengonsumsi candesartan, meliputi:

  • Pusing.
  • Sakit punggung.
  • Gejala pilek atau flu, termasuk demam, batuk, bersin, dan pilek.
  • Sakit tenggorokan.
  • Hidung tersumbat.

Jika efeknya ringan, mungkin hilang dalam beberapa hari atau beberapa minggu. Jika lebih parah atau tidak hilang, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau apoteker.

2. Efek Samping yang Serius

Segera hubungi dokter jika memiliki efek samping yang serius, jika gejala terasa mengancam jiwa, atau jika merasa mengalami keadaan darurat medis. Efek samping yang serius menyebabkan gejala berikut:

Tekanan darah rendah (hipotensi), dengan gejala seperti:

  • Merasa pingsan atau pusing.
  • Pusing.
  • Kelelahan.

Memperburuk masalah ginjal, dengan gejala berikut:

  • Tidak buang air kecil seperti biasanya.
  • Sesak napas.
  • Kelelahan.

Peningkatan kadar kalium dalam darah, dengan gejala:

  • Kelemahan otot.
  • Merasa sakit.
  • Perubahan irama jantung. 

Sedangkan reaksi alergi, dengan gejala seperti pembengkakan wajah, bibir, lidah, dan tenggorokan.

Dosis Candesartan

Dosis obat ini berbeda-beda untuk setiap pasien. Maka dari itu, sebaiknya ikuti saran dokter atau petunjuk pada kemasan obat. Informasi berikut hanya mencakup dosis rata-rata obat ini. Jika dosis yang Anda gunakan berbeda, jangan ubah kecuali jika dokter menyarankan untuk melakukannya.

Jumlah obat yang Anda minum tergantung dari kekuatan obatnya. Selain itu, jumlah dosis yang Anda minum setiap hari, waktu yang diperbolehkan antara dosis, dan lamanya minum obat tergantung pada masalah medis.

Dosis dengan sediaan tablet untuk tekanan darah tinggi:

  • Untuk dewasa, awalnya sebanyak 16 mg sekali sehari. Dokter mungkin akan mengubah dosis sesuai kebutuhan. Namun, dosis biasanya tidak lebih dari 32 mg per hari.
  • Anak-anak berusia 6-16 tahun dan beratnya lebih dari 50 kilogram (kg), dosis awal yang biasa untuk obat ini adalah 80-16 mg sekali sehari. Dokter mungkin mengubah dosis sesuai kebutuhan. Namun, dosisnya sering kali tidak lebih dari 32 mg per hari.
  • Anak-anak usia 6 sampai 16 tahun dan berat badan kurang dari 50 kg, dosis awal biasanya 4-8 mg sekali sehari. Dokter kemungkinan mengubah dosis sesuai kebutuhan. Namun, dosis biasanya tidak lebih dari 16 mg per hari.
  • Anak-anak usia 1 sampai 5 tahun, dosis berdasarkan berat badan dan harus menurut resep dokter. Biasanya dosis sekitar 0,05-0,4 mg per kg berat badan per hari.
  • Anak-anak di bawah usia 1 tahun, penggunaannya tidak disarankan.

Dosis (tablet) untuk gagal jantung:

  • Untuk dewasa, awalnya sebanyak 4 mg sekali sehari. Dokter mungkin akan meningkatkan dosis sesuai kebutuhan. Namun, dosisnya sering kali tidak lebih dari 32 mg per hari.
  • Khusus anak-anak, penggunaan dan dosis obat ini harus berdasarkan resep dokter.

Cara Pakai Obat Candesartan

Menggunakan obat ini persis berdasarkan resep dari dokter. Jangan mengubah dosis obat atau menghentikan penggunaanya tanpa berkonsultasi dengan dokter, bahkan jika sudah merasa sehat.

Jika anak tidak dapat menelan tablet atau jika tablet tidak tersedia dalam kekuatan yang ditentukan, apoteker akan menyiapkan obat ini sebagai suspensi cair untuk anak. Jika anak beralih antara mengonsumsi tablet dan suspensi, dokter akan mengubah dosis sesuai kebutuhan. Kocok botol suspensi dengan baik sebelum menggunakannya.

Berikut ini beberapa cara menggunakan candesartan:

  • Obat ini dapat Anda minum dengan atau tanpa makanan.
  • Jika lupa jadwal minum obat, minum segera setelah ingat.
  • Jika sudah hampir waktunya untuk dosis berikutnya, sebaiknya lewati dosis yang terlewat. Ambil dosis berikutnya tepat waktu.
  • Jangan minum dua dosis sekaligus.
  • Jika tidak yakin tentang dosis yang Anda gunakan, hubungi dokter atau apoteker.
  • Jika menggunakan obat ini lebih banyak dari yang diresepkan, segera hubungi dokter.

Baca Juga: 10 Makanan Penyebab Darah Tinggi yang Sebaiknya Dihindari

Petunjuk Penyimpanan Candesartan

Simpanlah obat ini dengan baik dan jangan menyimpannya pada sembarang tempat karena dapat merusak atau mengurangi fungsi obat.

Berikut ini beberapa petunjuk cara menyimpan obat candesartan yang benar:

  • Simpan obat pada suhu kamar di bawah 30° C.
  • Jangan membekukan obat ini.
  • Simpan obat dalam wadah tertutup pada suhu kamar, jauh dari panas, lembap, dan cahaya langsung.
  • Jauhkan obat-obatan dari tempat yang lembap atau basah, seperti kamar mandi.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan menyimpan obat yang sudah kedaluwarsa atau obat yang tidak lagi Anda butuhkan.
  • Tanyakan kepada apoteker bagaimana cara membuang obat yang sudah tidak Anda gunakan.

 

  1. Anonim 2018. Candesartan. https://www.nhs.uk/medicines/candesartan/. (Diakses pada 13 November 2020)
  2. Anonim. 2015. Candesartan. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a601033.html. (Diakses pada 13 November 2020)
  3. Anonim. 2020. Candesartan (Oral Route). https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/candesartan-oral-route/side-effects/drg-20068192?p=1. (Diakses pada 13 November 2020)
  4. Anonim. 2020. Candesartan Drug Interactions. https://www.drugs.com/drug-interactions/candesartan.html. (Diakses pada 13 November 2020)
  5. University of Illinois. 2018. Candesartan, Oral Tablet. https://www.healthline.com/health/candesartan-oral-tablet#dosage. (Diakses pada 13 November 2020)

 


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi