Terbit: 22 July 2024 | Diperbarui: 23 July 2024
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Acran adalah obat untuk mengatasi penyakit yang terkait dengan produksi asam lambung berlebih. Kenali lebih jauh kegunaan, dosis, hingga efek sampingnya melalui ulasan di bawah ini. 

Acran: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Apa Itu Acran? 

Acran adalah obat lambung dengan kandungan bahan aktif Ranitidin. Bahan aktif ranitidin termasuk golongan H2 Blocker yang bekerja dengan cara mencegah sekresi asam lambung berlebih, sehingga gejala seperti mual, kembung, serta rasa panas pada ulu hati dapat mereda.  

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaannya harus berdasarkan resep dan anjuran dari dokter. 

Manfaat Acran

Beberapa kondisi yang umum di atasi dengan obat acran adalah sebagai berikut: 

  • Tukak lambung
  • Ulkus duodenum
  • Ulkus lambung akibat penggunaan OAINS 
  • Infeksi bakteri H.pylori
  • Refluks esofagitis

Dosis Penggunaan Acran 

Acran tersedia dalam bentuk tablet oral dan cairan injeksi maupun infus. Obat ini bisa didapatkan di apotek, namun harus dengan resep dokter.

Berikut adalah dosis Acran yang disarankan berdasarkan sediaannya:

Dosis Acran Tablet 

Tukak Lambung dan Ulkus Duodenum Ringan

  • Dewasa: 50 mg, dikonsumsi 2 kali sehari pagi dan malam atau 300 mg dikonsumsi satu kali pada waktu sebelum tidur. Perawatan dilakukan 4-8 minggu.
  • Anak-anak: 2 – 4 mg/kg BB, 2 kali sehari. Dosis maksimal 300 mg per hari, durasi pengobatan selama 4 – 8 minggu.

Tukak Lambung Akibat Obat AINS 

 

  • Dewasa: 150 mg, dikonsumsi pada pagi dan malam hari, atau 300 mg dikonsumsi sebelum tidur selama 8 minggu. 

 

Sindrom Zollinger- Ellison 

  • Dewasa: 150 mg, dikonsumsi 3 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan hingga 6 gram per hari jika dibutuhkan.

 Mencegah Ulkus Peptikum

  • Dewasa: 150 mg, diberikan setiap sebelum tidur. Pengobatan dapat dilakukan hingga 12 bulan.

Gerd Esofagitis

  • Dewasa: 150 mg, dikonsumsi 4 kali sehari. Pengobatan dapat dilakukan selama 12 minggu atau bisa dilanjutkan. Dosis pemeliharaan 150 mg, 2 kali sehari. 

Infeksi Bakteri H.Pylori

  • Dewasa: 150 mg, dikonsumsi 2 kali sehari, atau 300 mg dikonsumsi sebelum tidur Obat dikombinasikan dengan terapi penunjang lainnya selam 2 minggu. Setelah itu dilanjutkan 2 minggu lagi tanpa terapi penunjang lainnya.

Dosis Acran Injeksi

Berikut adalah dosis Acran injeksi yang disarankan:

  • Intramuskular: 50 mg/ 2 ml, setiap 6-8 jam sekali tanpa pengenceran.
  • Intravena: 50 mg/ 2 ml, setiap 6-8 jam jam sekali, diencerkan dengan larutan yang sesuai atau dibutuhkan
  • Pasien gagal ginjal: dosis sama namun diberikan 18-24 jam sekali.

Dosis di atas adalah dosis yang lazim diberikan. Dosis dapat berubah menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien. 

Cara Menggunakan Acran 

Obat acran harus digunakan dengan benar guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti overdosis dan sebagainya.

Berikut ini adalah petunjuk atau cara menggunakan obat acran yang perlu diketahui:

  • Pastikan untuk menggunakan obat ini setelah mendapat rekomendasi dari dokter yang menangani Anda.
  • Pastikan obat dalam keadaan baik dari segi kemasan maupun fisik obat itu sendiri.
  • Ikuti semua petunjuk pada label resep dokter dan baca semua panduan pengobatan.
  • Obat ini umumnya dikonsumsi atau digunakan sebelum makan atau pada waktu 2 jam sebelum makan. 
  • Gunakan obat ini secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya. Tentukan jadwal penggunaan obat dan lakukan setiap hari secara konsisten. 
  • Apabila lupa menggunakan obat pada jadwal yang sudah ditentukan, segera gunakan ketika ingat. Hindari pemakaian obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat.
  • Penggunaan obat acran sediaan injeksi hanya dilakukan oleh dokter atau tenaga medis profesional. 

Peringatan Sebelum Menggunakan Obat

Sebelum menggunakan obat ini, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan, di antaranya: 

  • Konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis apabila memiliki riwayat alergi pada obat ranitidin. 
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat perdarahan, gangguan ginjal akut, atau penurunan berat badan tanpa alasan. 
  • Bicarakan dengan dokter jika Anda sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau sedang menyusui. 
  • Beri tahu dokter jika sedang menggunakan obat-obatan, suplemen, atau produk herbal lainnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko interaksi obat. 
  • Hindari mengonsumsi alkohol selama menggunakan obat ini, karena dapat meningkatkan efek samping obat.

Interaksi Obat Acran

Acran dapat berinteraksi dengan beberapa obat berikut ini: 

  • Procanamide
  • N-acetylprocainamide
  • Midazolam
  • Cobalamine
  • Warfarin
  • Delavirdine
  • Atazanavir
  • Glipizide

Selain obat-obatan di atas, mungkin masih ada jenis obat lainnya yang dapat berinteraksi dengan obat ini. Oleh sebab itu, sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter mengenai obat apa saja yang sedang Anda gunakan. 

Efek Samping Acran 

Berikut ini efek samping yang mungkin terjadi, di antaranya: 

  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Sembelit
  • Sakit perut
  • Reaksi alergi

Itulah penjelasan seputar acran, mulai dari manfaat hingga efek sampingnya. Penggunaan obat ini dalam bentuk injeksi dilakukan oleh tenaga medis profesional sehingga kecil kemungkinan memicu overdosis maupun kekurangan dosis. 

Kendati demikian, tetap waspadai adanya gejala efek samping yang ditimbulkan. Bila mengalami gejala efek samping berat atau reaksi alergi, segera konsultasikan dengan dokter.

 

    1. Anonim. Ranitidine. https://www.drugs.com/ranitidine.html. (Diakses pada 7 November 2023). 
    2. Anonim. Ranitidine. https://reference.medscape.com/drug/zantac-ranitidine-342003. (Diakses pada 7 November 2023). 
    3. Anonim. Ranitidine Dosage. https://www.drugs.com/dosage/ranitidine.html. (Diakses pada 7 November 2023).
    4. MIMS. Acran. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/acran. (Diakses pada 7 November 2023).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi