Terbit: 24 March 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Ciri-ciri tuba falopi tersumbat sering kali dikaitkan dengan sulit hamil karena kondisi tersebut membuat sel sperma sulit menuju sel telur. Simak penjelasan mengenai ciri tuba falopi tersumbat dan hal-hal penting lainnya di bawah ini.

Ciri-Ciri Tuba Falopi Tersumbat dan Hubungananya dengan Kesuburan Wanita

Apa itu Tuba Falopi?

Tuba falopi adalah organ reproduksi wanita yang menghubungkan ovarium (indung telur) dan rahim (uterus). Normalnya, wanita memiliki sepasang indung telur di kiri dan kanan yang terhubung dengan sepasang tuba falopi di kiri dan kanan ke rahim.

Setiap bulan selama ovulasi—yang terjadi di tengah siklus menstruasi—tuba falopi membawa sel telur dari ovarium ke rahim.

Jika tuba falopi tersumbat, saluran untuk sel sperma menuju sel telur, serta saluran kembali ke rahim untuk sel telur yang telah dibuahi menjadi terhalang. Penyebab sumbatan termasuk jaringan parut, infeksi, dan perlengketan panggul.

Ciri-Ciri Tuba Falopi Tersumbat

Tidak seperti anovulasi, di mana siklus menstruasi tidak teratur mungkin menandakan adanya masalah, tuba falopi yang tersumbat jarang menimbulkan gejala. Berikut ini ciri tuba falopi tersumbat, di antaranya:

1. Sulit hamil

Gejala pertama dari tuba falopi yang tersumbat biasanya ketidaksuburan pada wanita. Apabila tidak kunjung hamil setelah satu tahun menjalankan program hamil, dokter mungkin merekomendasikan sinar-X khusus untuk memeriksa tuba falopi, bersama dengan tes kesuburan lainnya.

2. Sakit perut bagian bawah dan keputihan abnormal

Jenis tertentu dari tuba falopi tersumbat yang disebut hidrosalping dapat menyumbat tuba falopi. Namun, tidak setiap wanita mengalami gejala ini.

Hidrosalping adalah ketika penyumbatan menyebabkan saluran melebar dan terisi dengan cairan. Cairan ini akan menghalangi sel telur dan sperma, sehingga mencegah pembuahan dan kehamilan.

3. Kehamilan ektopik

Terkadang penyumbatan tuba falopi dapat menyebabkan sel telur yang telah dibuahi tersangkut di tuba. Kondisi ini disebut sebagai kehamilan ektopik (hamil di luar rahim).

Keadaan ini tidak terdeteksi dalam pemindaian pada awalnya dan wanita dapat menunjukkan gejala kehamilan seperti sakit perut di satu sisi tubuh atau pendarahan vagina. Jika mengalami gejala ini, konsultasikan dengan dokter.

3. Endometriosis dan penyakit radang panggul

Beberapa penyebab tuba falopi tersumbat bisa memiliki gejalanya sendiri. Misalnya, endometriosis dan penyakit radang panggul (PID) bisa menyebabkan menstruasi dan hubungan seksual yang menyakitkan.

Gejala yang mengindikasikan infeksi panggul, meliputi:

  • Nyeri panggul.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Keputihan berbau busuk.
  • Demam tinggi (dalam kasus akut).
  • Mual dan muntah (dalam kasus akut).
  • Nyeri perut di bagian bawah atau panggul yang parah (dalam kasus akut).

Infeksi panggul akut dapat mengancam jiwa. Apabila mengalami demam tinggi atau nyeri hebat, segera periksakan ke dokter atau segera ke unit gawat darurat terdekat.

Penyebab Tuba Falopi Tersumbat

Tuba falopi biasanya tersumbat oleh jaringan parut atau perlengketan panggul. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh banyak faktor, antara lain:

  • Penyakit radang panggul. Penyakit ini bisa menyebabkan jaringan parut atau hidrosalping (pembengkakan di salah satu tuba falopi).
  • Endometriosis. Jaringan endometrium dapat menumpuk di tuba falopi dan menyebabkan penyumbatan. Jaringan endometrium di luar organ lain juga bisa menyebabkan perlengketan yang menyumbat tuba falopi.
  • Infeksi menular seksual (IMS) tertentu. Klamidia dan gonore dapat menyebabkan jaringan parut dan penyakit radang panggul.
  • Memiliki riwayat kehamilan ektopik. Kehamilan di luar kandungan ini bisa melukai tuba falopi.
  • Fibroid rahim. Ini adalah pertumbuhan massa non-kanker di dalam atau luar rahim yang dapat menyumbat tuba falopi.
  • Memiliki riwayat operasi perut. Operasi sebelumnya, terutama pada tuba falopi itu sendiri, dapat memicu perlengketan panggul yang menyumbat saluran.

Efek Tuba Falopi Tersumbat pada Kesuburan

Sistem reproduksi wanita terdiri dari ovarium, rahim, dan tuba falopi. Apabila masalah medis telah memengaruhi salah satu dari ketiga organ, hal tersebut mungkin menyebabkan wanita lebih sulit untuk hamil.

Masing-masing dari dua ovarium terhubung ke rahim oleh tuba falopi. Ovarium menyimpan telur dan melepaskannya secara acak, dengan satu ovarium melepaskan sel telur setiap bulannya.

Misalnya, ovarium sebelah kanan mungkin melepaskan sel telur selama tiga bulan berturut-turut, dan kemudian ovarium sebelah kiri mungkin melepaskan sel telur di bulan berikutnya.

Apabila satu tuba falopi tersumbat, sel telur masih mungkin dapat dibuahi. Jika keduanya tersumbat, kemungkinannya kecil untuk dibuahi.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Tuba Falopi yang Tersumbat secara Alami

Penanganan Tuba Falopi Tersumbat

Pada dasarnya, operasi bertujuan untuk membuka tuba falopi untuk meningkatkan peluang wanita untuk hamil. Sementara itu, wanita bisa hamil atau tidak setelah operasi dapat dipengaruhi oleh faktor berikut:

  • Usia.
  • Kesehatan sperma pasangannya.
  • Tingkat kerusakan tuba falopi.

Jika operasi tidak berhasil, dokter mungkin merekomendasikan fertilisasi in vitro (IVF). IVF melibatkan penempatan telur yang dibuahi langsung ke dalam rahim, itu berarti saluran tuba tidak terlibat dalam kehamilan.

 

  1. Anonim 2022. Endometriosis and Fallopian Tube Problems. https://www.webmd.com/women/endometriosis/endometriosis-and-fallopian-tube-problems. (Diakses pada 24 Maret 2022)
  2. Fernando, Arockia V. 2021. Blocked Fallopian Tube: Symptoms, Causes and Treatment. https://www.cloudninefertility.com/blog/blocked-fallopian-tube-symptoms-causes-and-treatment. (Diakses pada 24 Maret 2022)
  3. Gurevich, Rachel. 2020. Blocked Fallopian Tubes: Symptoms and Treatment. https://www.verywellfamily.com/all-about-blocked-fallopian-tubes-1959927.(Diakses pada 24 Maret 2022)
  4. Hersh, Erica. 2019. What You Should Know About Blocked Fallopian Tubes. https://www.healthline.com/health/womens-health/blocked-fallopian-tubes#symptoms (Diakses pada 24 Maret 2022)
  5. Sissons, Claire. 2018. Signs and symptoms of blocked fallopian tubes. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321419. (Diakses pada 24 Maret 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi