Terbit: 1 Maret 2018 | Diperbarui: 28 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Saat kita ingin melarang anak, tidak ada kata yang lebih ampuh selain menggunakan kata “jangan”. Namun dilansir dari laman parents, terlalu sering menggunakan kata “jangan” justru dapat memicu anak menjadi pemberontak. Selain itu, menggunakan kata “jangan” terlalu sering dapat membuat anak tidak peka pada maknanya dan membuatnya merasa tidak nyaman. Lalu bagaimana cara melarang anak tanpa menggunakan kata “jangan”?

Tips Melarang Anak Tanpa Menggunakan Kata “Jangan”

Gunakan kalimat pengganti
Untuk mengganti kata “jangan”, Anda bisa menggunakan kalimat pengganti yang memiliki makna yang sama. Misalnya saat anak ingin memberantakkan mainan, Anda bisa mengatakan padanya “Nanti mainannya dikembalikan ke tempatnya ya”, atau ketika anak loncat-loncat di sofa, Anda bisa mengatakan “Sofa untuk duduk ya sayang, kalau mau loncat-loncat di luar saja”. Menggunakan kalimat tersebut memang tidak mudah, namun Anda bisa melakukannya secara bertahap hingga lama-lama terbiasa.

Berikan penjelasan
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan orang tua saat melarang anak adalah orang tua lebih sering mendahulukan larangan dan amarahnya, namun lupa memberi tahu alasannya. Akibatnya yang dirasakan anak hanyalah amarah orang tua, tanpa memahami tujuan sebenarnya dari larangan tersebut. Tetaplah menasehatinya dengan kalimat positif tanpa menakut-nakiti atau mengancam.

Tawarkan pengganti
Kadang anak melakukan hal berbahaya karena ingin meniru orang tuanya. Misalnya saat Anda di dapur, anak Anda ingin bermain pisau atau alat dapur berbahaya lainnya. Jika menghadapi situasi ini, Anda sebaiknya mengganti pisaunya dengan pisau mainan, namu tetap ijinkan anak untuk bermain di dapur.

Alihkan perhatiannya
Kadang Anda tidak bisa menuruti permintaan anak karena berbahaya bagi anak atau tidak baik bagi perkembangan anak. Misalnya, anak tiba-tiba minta mianan mahal padahal ia baru saja membeli mainan baru. Jika menghadapi situasi seperti ini Anda bisa mengalihkan perhatiannya pada hal lain sambil memberi pengertian bahwa keinginannya dapat membuat anak boros.

Cegah dari awal
Sebelum Anda kesulitan untuk melarang anak melakukan keinginannya, Anda bisa menghindarkan anak dari hal-hal yang berbahaya. Seperti misalnya jika Anda tidak ingin anak bermain pisau di dapur, maka jauhkan pisau dari jangkauan anak-anak. Atau jika Anda berada di mal, hindari berlama-lama di bagian permainan anak-anak.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi