Terbit: 3 December 2016
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Pakar kesehatan menyebut psoriasis sebagai penyakit autoimun yang menyerang kulit kita. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, baik itu pria maupun wanita meskipun seringkali penderitanya adalah yang masih berusia remaja atau dewasa. Selain bisa membuat resah karena akan menimbulkan masalah kulit bersisik yang terkesan menjijikkan, ada kekhawatiran dimana psoriasis ikut mempengaruhi kesuburan pria maupun wanita. Apakah kekhawatiran ini benar adanya?

Psoriasis Juga Bisa Memicu Masalah Kesuburan?

Pakar kesehatan dr. Rudy Hidayat, SpPD-KR menyebutkan jika dalam dunia medis, hampir semua penyakit autoimun ternyata tidak memiliki kaitan dengan masalah kesuburan. Hal ini berarti, andai seseorang terkena psoriasis, ia tidak perlu khawatir andai penyakit ini juga akan membuatnya kesulitan untuk mendapatkan keturunan. Dr. Rudy memberikan contoh dimana banyak penderita penyakit autoimun lainnya yang cenderung lebih berat layaknya penyakit lupus yang juga tidak akan mengalami masalah kesuburan.

Pakar kesehatan lainnya, dr. Tjoet Nurul Alam Jacoeb, SpKK, menyebutkan jika psoriasis sama sekali tidak berhubungan dengan masalah infertilitas. Menurut beliau, andai seseorang terkena masalah psoriasis namun juga mengalami masalah kesuburan, bisa jadi Ia juga mengalami masalah kesehatan lainnya layaknya stress ataupun depresi.

Yang menarik adalah, banyak pasien psoriasis yang mendapatkan kehamilan justru mendapati bahwa pada saat fase hamil, masalah pada kulitnya cenderung tidak kambuh. Dr. Tjoet Nurul menyebutkan jika saat hamil, kadar hormon estrogen akan cenderung meningkat sehingga ibu hamil akan lebih terlindungi dari berbagai penyakit, termasuk psoriasis. Sayangnya, setelah melahirkan atau mulai menyusui, kadar hormon estrogen ini menurun dan psoriasis juga bisa kambuh kembali.

Meskipun jarang terjadi, penderita psoriasis ternyata harus mewaspadai penyakit ini karena bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan janin di dalam kandungan karena bisa mengganggu darah yang mengaliri plasenta menuju bayi. Andai hal ini terjadi, bayi dikhawatirkan terlahir dengan berat badan rendah. Karena alasan inilah, ada baiknya penderita penyakit autoimun berkonsultasi pada dokter saat merencanakan kehamilannya untuk menghindari hal tersebut.


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi