Terbit: 27 August 2018 | Diperbarui: 28 April 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Selama ini kita sudah sangat paham kalau virus HPV menyebabkan kutil di melakukan. Beberapa strain virus menyebar dengan mudah dan bisa hidup secara dorman di sekitar kemaluan. Kalau strain lain dari virus HPV mengenai tubuh, besar kemungkinan terjadi gangguan pada vagina dalam bentuk kanker serviks.

Infeksi HPV (Kutil Kemaluan) di Mulut yang Wajib Anda Tahu

Selain infeksi pada kemaluan dalam bentuk kutil yang mengganggu secara estetik dan kesehatan, HPV juga bisa menyebar dengan mudah di area mulut. Mengapa bisa seperti ini? Karena seks oral yang dilakukan oleh pasangan dengan atau tanpa pengaman tetap berisiko sebabkan HPV. Pada artikel ini kita akan membahas banyak tentang oral HPV.

Tanda-tanda oral HPV

Oral HPV tidak sama dengan HPV yang ada pada kemaluan yang muncul dalam bentuk kutil. Sebagian besar HPV di mulut tidak memiliki tanda awal. Pria atau wanita baru tahu kalau memiliki infeksi HPV kalau memiliki beberapa tanda di bawah ini.

  • Sulit saat menelan padahal sebelumnya tidak masalah. Kondisi ini membuat kerongkongan terasa sangat sakit dan menyiksa.
  • Sakit di telinga yang terus-menerus padahal sedang tidak sakit atau telinga kemasukan benda tertentu.
  • Saat batuk, keluar darah meski hanya bercak-bercak saja.
  • Penurunan berat badan yang cukup signifikan.
  • Rasa sakit cukup besar di area mulut.
  • Di area leher terdapat banyak sekali bisul yang susah dihilangkan.

Kondisi di atas kadang muncul saat infeksi HPV di mulut sudah parah, Kalau infeksi HPV di mulut tidak segera diatasi, kemungkinan terjadi kanker orofaring cukup besar dan bisa sangat mematikan untuk pria dan juga wanita.

Faktor risiko terkena oral HPV

Siapa saja bisa terkena oral HPV baik pria atau wanita. Namun, faktor risiko akan besar kalau mereka memiliki beberapa hal di bawah ini.

  • Sering melakukan seks oral tanpa menggunakan pengaman entah itu kondom atau dental dam. HPV mudah sekali menular kalau ada luka di mulut dan seks oral dilakukan berkali-kali.
  • Melakukan seks oral dengan banyak pasangan. Dengan satu pasangan saja risikonya cukup besar, bagaimana kalau lebih dari satu. Terlebih lagi seks dilakukan dengan tanpa pengaman.
  • Pria atau wanita yang aktif merokok akan berisiko mendapatkan oral HPV dengan sangat mudah. Kondisi ini bisa memperburuk kondisi tubuh karena banyak racun yang tersebar dan kondisi kesehatan mulut menurun.
  • Berciuman dengan membuka mulut dan tidak hanya bibir ke bibir saja.
  • Menjadi pria, risiko pria mendapatkan infeksi oral HPV cenderung lebih besar.
  • Mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang banyak. Sama halnya dengan rokok, alkohol mempromosikan penurunan kesehatan tubuh khususnya di area mulut.

Cara mengatasi oral HPV

Kalau pria atau wanita memiliki oral HPV di dalam mulut dan rongga kerongkongannya, penanganan harus segera dilakukan. Biasanya kondisi kesehatan tubuh yang baik akan mengeliminasi infeksi dengan sendirinya dengan baik. Selain itu, kalau sudah muncul kutil, dokter akan melakukan operasi di area yang mudah sekali dijangkau.

Kalau oral HPV yang muncul susah dijangkau, penanganan topical mungkin susah dilakukan. Oleh karena itu ada beberapa metode yang dilakukan meliputi pembedahan standar, cryotherapy atau membuat kutil membeku seketika, dan injeksi interferon alfa-2B.

Kalau HPV yang masuk ke mulut sudah berubah menjadi kanker orofaring, metode penanganannya akan berbeda dan lebih kompleks.

Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk kita semua agar bisa memperhatikan kondisi kesehatan mulut dan tidak melakukan seks oral yang berisiko. Meski seks oral terlihat aman, ada banyak hal buruk yang bisa masuk ke tubuh.


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi