Terbit: 8 January 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Bolehkah penderita jantung minum es? Mungkin Anda pernah mendengar kabar atau melihat pesan berantai di media sosial atau di aplikasi percakapan yang menyebutkan bahwa kebiasaan minum es bisa membuat kita lebih rentan terkena penyakit jantung. Sebenarnya, apakah isi dari pesan berantai ini sesuai dengan fakta medis? Lantas bolehkah penderita jantung minum es?

Minum Es Sebabkan Serangan Jantung, Benarkah?

Minum Es dan Serangan Jantung

Pesan yang tersebar di media sosial disebutkan bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman dingin, khususnya setelah makan, bisa membuat kandungan minyak dan lemak pada makanan yang kita konsumsi menggumpal dan akhirnya membuat proses pencernaan di dalam perut menjadi semakin lamban.

Makanan yang kemudian menggumpal ini kemudian bertemu dengan asam lambung dan membuat lemak lebih mudah diserap oleh usus dan akhirnya masuk ke peredaran darah. Lemak ini semakin menumpuk di dinding pembuluh darah dan akhirnya menyebabkan datangnya penyakit jantung.

Seperti dilansir dari laman Kominfo, dr. Yoga Yuniadi Sp.JP yang merupakan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, mengatakan bahwa minum es dapat menyebabkan sakit jantung adalah keliru atau hoaks.

Menurutnya, setelah mengonsumsi makanan atau minuman dingin, maka tubuh akan berusaha untuk membuat suhu makanan dan minuman ini sesuai dengan suhu tubuh. Setelahnya, kandungan di dalam makanan atau minuman dingin ini akan dimetabolisme oleh tubuh dan kemudian diserap oleh darah.

– Iklan –

Alih-alih mempermasalahkan minuman dingin atau air es, pakar kesehatan justru menyarankan kita untuk lebih berhati-hati saat mengonsumsi makanan yang kaya akan kolesterol atau lemak karena bisa membuat kita lebih berisiko terkena penyakit jantung koroner.

Yang menjadi masalah adalah, makanan-makanan ini memiliki rasa yang enak dan sering kita konsumsi setiap hari seperti gorengan, makanan cepat saji, dan makanan yang kaya akan lemak jenuh lainnya.

Meskipun begitu, ada baiknya kita lebih sering mengonsumsi air hangat atau air dengan suhu normal alih-alih minum es, karena memang air hangat bisa memberikan manfaat lebih baik bagi kesehatan.

 

Bolehkah penderita jantung minum es?

Berdasarkan dengan pernyataan di atas yang menyebutkan bahwa air dingin tidak terkait dengan penyakit jantung, sampai saat ini belum ada penelitian tentang larangan minum air dingin bagi penderita jantung. Justru penderita penyakit jantung harus menghindari makanan yang berkolesterol tinggi dan berlemak.

Berikut daftar pantangan makanan bagi penderita penyakit jantung:

  • Gorengan
  • Makanan cepat saji
  • Makanan dalam kemasan atau kemasan kaleng (terkecuali sayuran dan kacang-kacangan, asalkan tidak ada garam tambahan)
  • Permen
  • Makanan olahan yang beku
  • Kue
  • Bumbu, seperti mayones, saus tomat, dan saus kemasan
  • Daging merah

Kurangilah asupan lemak jenuh dan hindari trans-lemak (yang terkandung dalam minyak terhidrogenasi). The American Heart Association (AHA) mengatakan bahwa lemak jenuh seharusnya tidak lebih dari 6 persen dari total asupan kalori harian. Ini sangat penting bagi Anda yang memiliki kolesterol tinggi. Sementara untuk mengontrol tekanan darah, kurangi asupan natrium harian hingga 1.500 miligram atau kurang.

Dampak Buruk Minum Es Saat Cuaca Panas

Terlepas bolehkah penderita jantung minum es, tetapi tidak dianjurkan ketika cuaca sedang terik atau setelah beraktivitas berat karena minum air dingin menimbulkan dampak yang tidak baik bagi tubuh, termasuk membuat lendir hidung lebih tebal dan lebih sulit untuk melewati saluran pernapasan.

Berikut beberapa dampak buruk minum air dingin ketika cuaca terik:

1. Sakit Tenggorokan

Minum es atau air dingin dapat meningkatnya risiko sakit tenggorokan dan hidung tersumbat.

Minum air dingin, terutama setelah makan dapat menghasilkan penumpukan lendir berlebih (mukosa pernapasan), yang membentuk lapisan pelindung saluran pernapasan. Bila hidung tersumbat akan rentan terhadap infeksi peradangan.

2. Mengganggu Pencernaan

Para ahli mengklaim bahwa minum minuman dingin membuat pembuluh darah kencang, sehingga menghambat pencernaan. Air dingin juga menghambat proses alami penyerapan nutrisi selama pencernaan. Fokus tubuh teralihkan dari pencernaan karena mencoba untuk mengatur suhu tubuh dan air yang dapat menyebabkan kehilangan cairan atau dehidrasi.

Minum air bersuhu ruangan diperlukan untuk membantu proses pencernaan, tetapi ketika minum air dingin berisiko menyebabkan sembelit. Alasannya adalah ketika minum air dingin, makanan akan mengeras saat masuk ke dalam tubuh. Usus juga akan berkontraksi yang merupakan salah satu penyebab sembelit.

3. Mengurangi Detak Jantung

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa air dingin berisiko menurunkan detak jantung. Minum air es konon dapat merangsang saraf kranial kesepuluh – saraf vagus. Saraf ini adalah bagian penting dari sistem saraf otonom tubuh, dan memediasi penurunan detak  jantung. Ketika minum es atau air dingin, suhu air yang rendah dapat menstimulasi saraf untuk menyebabkan penurunan detak jantung.

4. Gangguan Pencernaan  

Meminum air dingin setelah berolahraga juga tidak disarankan. Alih-alih mendinginkan tubuh, pakar kebugaran justru menyarankan untuk minum air hangat setelah berolahraga.

Ketika berolahraga, tubuh menghasilkan panas yang banyak, dan jika minum air dingin segera setelah olahraga, ketidaksesuaian suhu dapat berdampak pada saluran pencernaan.

Selain itu, tubuh kesulitan menyerap air dingin setelah olahraga. Minum air dingin segera setelah berolahraga dapat menyebabkan sakit perut kronis karena air yang sangat dingin mengejutkan tubuh.

 

Apakah air hangat atau panas lebih baik dari air dingin?

Manfaat minum air hangat dapat membantu melancarkan pencernaan, membantu sirkulasi darah, dan secara keseluruhan membantu tubuh membuang racun lebih cepat.

Minum air hangat atau panas juga membuat Anda tidak terlalu haus. Tetapi, tidak baik ketika tubuh dehidrasi karena berkeringat berfungsi untuk membuat tubuh tetap dingin.

Jika Anda terbiasa minum air hangat, ketahuilah bahwa mungkin Anda tidak akan merasa haus sesering daripada ketika minum air dingin.

 

 

  1. [HOAKS] Minum Air Es dapat Menyebabkan Sakit Jantung. https://www.kominfo.go.id/content/detail/16203/hoaks-minum-air-es-dapat-menyebabkan-sakit-jantung/0/laporan_isu_hoaks. (Diakses 8 Januari 2020)
  2. Cherney, Kristeen. 2019. Heart Attack Recovery: Foods to Eat and Avoid. https://www.healthline.com/health/heart-health/food-eat-avoid#foods-to-eat. (Diakses 8 Januari 2020)
  3. Sengupta, Sushmita. 2018. 5 Reasons Why You Should Not Drink Chilled Water This Summer. https://food.ndtv.com/food-drinks/why-you-shouldnt-drink-chilled-water-5-reasons-to-quit-the-habit-1686599. Diakses 8 Januari 2020)
  4. Sissons, Beth. 2019. Is drinking cold water bad for a person? https://www.medicalnewstoday.com/articles/325038.php#risks. (Diakses 8 Januari 2020)
  5. Watson, Kathryn. 2018. What Are the Risks and Benefits of Drinking Cold Water?. https://www.healthline.com/health/is-drinking-cold-water-bad-for-you. (Diakses 8 Januari 2020)


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi