Terbit: 12 November 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Makan malam adalah salah satu sesi makan paling penting bagi tubuh demi mengembalikan energi yang sebelumnya terkuras setelah melakukan berbagai macam aktivitas. Hanya saja, pakar kesehatan menyebut ada baiknya kita makan malam sebelum pukul 18.00. Apa alasannya?

Makan Malam Setelah Pukul 18.00, Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Wanita Sebaiknya Makan Malam Sebelum Pukul 18.00

Situs Dailymail menyarankan kaum hawa untuk makan malam sebelum pukul 18.00 demi mencegah datangnya penyakit jantung. Hal ini didasari oleh hasil penelitian yang dilakukan di Columbia University.

Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa makan malam setelah jam tersebut bisa membuat wanita memiliki risiko lebih besar mengalami peningkatan tekanan darah, indeks massa tubuh, hingga pengendalian kadar gula darah. Berbagai hal ini bisa menyebabkan datangnya masalah kesehatan yang lebih serius seperti penyakit jantung.

Dalam penelitian ini, 112 partisipan berjenis kelamin wanita dilibatkan. Rata-rata dari usia partisipan ini adalah 33 tahun. Mereka diminta untuk mencatat kapan saja waktu untuk mengonsumsi makanan, khususnya saat makan malam di peralatan elektronik mereka.

Hasil dari penelitian yang kemudian dipublikasikan dalam Scientific Session of American Heart Association yang diadakan di Philadelphia, Amerika Serikat mengungkap fakta bahwa partisipan yang rutin makan malam sebelum pukul 18.00 cenderung memiliki kondisi kesehatan jantung dan pembuluh darah jauh lebih baik dibandingkan dengan mereka yang terbiasa mengonsumsinya setelah jam tersebut.

Wanita yang makan malam dengan kalori tinggi setelah pukul 18.00 rata-rata memiliki tekanan darah yang lebih tinggi. Mereka juga cenderung mengalami masalah kelebihan berat badan dan gula darah. Masalahnya adalah hal ini terkait dengan risiko penyakit jantung.

Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian lain yang sebelumnya dilakukan pada 1992 di Harvard University. Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa pria yang terbiasa ngemil di malam hari cenderung memiliki risiko terkena penyakit jantung koroner lebih besar 55 persen dibandingkan yang tidak melakukannya.

Dampak Makan Malam Terlalu Larut

Selain bisa menyebabkan peningkatan risiko terkena penyakit jantung, pakar kesehatan menyebut ada beberapa hal yang bisa kita dapatkan jika sering makan malam di waktu yang terlalu larut.

Berikut adalah dampak makan malam terlalu larut:

  1. Mengganggu Waktu Tidur

Makan besar di waktu yang terlalu dekat dengan waktu tidur akan membuat pencernaan terus bekerja keras mengolah makanan saat kita sudah mulai beristirahat. Padahal, idealnya pencernaan sudah menyelesaikan tugasnya dan juga ikut menurunkan kinerjanya saat kita tidur. Hal ini tentu akan membuat perut terasa tidak nyaman atau bahkan kenaikan asam lambung yang akhirnya membuat kita susah tidur atau sering terbangun saat tidur.

  1. Membuat Berat Badan Naik

Tak hanya makan di waktu yang terlalu larut, kebiasaan ngemil di dekat dengan waktu tidur juga terbukti bisa membuat berat badan naik. Apalagi jika yang dikonsumsi adalah makanan tinggi kalori, gula, atau lemak.

  1. Mengganggu Fungsi memori

Penelitian yang dilakukan di University of California membuktikan bahwa kebiasaan makan malam di jam yang tidak teratur akan mengganggu fungsi kognitif dan fungsi memori dengan signifikan.

  1. Memicu Mimpi Buruk

Penelitian yang dilakukan di Kanada yang melibatkan 400 mahasiswa pada tahun 2015 lalu menghasilkan fakta bahwa mengonsumsi makanan tinggi lemak dan makanan pedas bisa memicu datangnya mimpi buruk atau mimpi yang aneh. Hal ini terkait dengan rasa tidak nyaman pada perut yang masih bekerja dengan keras.

  1. Memicu Diabetes

Kebiasaan makan malam tinggi kalori di waktu yang terlalu larut bisa meningkatkan kadar gula darah dan risiko terkena diabetes dengan signifikan.

 

Sumber:

  1. Chalmers, Vanessa. 2019. Why you should eat dinner BEFORE 6pm. dailymail.co.uk/health/article-7672797/Why-eat-dinner-6pm.html. (Diakses pada 11 November 2019).

DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi