Terbit: 6 Desember 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Pada dasarnya, nasi putih mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menunjang kesehatan. Namun bagi pengidap diabetes, konsumsi nasi secara tidak tepat dapat meningkatkan kadar gula darah, yang pada akhirnya bisa menyebabkan masalah kesehatan. Lantas, bagaimana cara menurunkan kadar gula pada nasi? Simak penjelasannya di bawah ini.

Tips Menurunkan Kadar Gula pada Nasi Secara Alami

Kaitan antara Nasi dan Kadar Gula Darah

Sebelum menjelaskan mengenai cara menghilangkan kadar gula pada nasi, hal penting yang juga harus diketahui adalah kaitan antara nasi dan indeks glikemik. Konsep indeks glikemik (IG) diperlukan untuk melihat gambaran tentang hubungan antara karbohidrat dalam makanan dengan kadar glukosa darah.

Semakin tinggi tingkat indeks glikemik suatu makanan semakin cepat dampaknya terhadap kenaikan glukosa darah. Berikut ini indikator indeks glikemik:

  • Jika nilai IG suatu makanan diatas 70 hal tersebut dapat dikategorikan tinggi.
  • Sedangkan jika dalam rentang 56-68 dikategorikan sedang.
  • Terbilang rendah apabila nilainya dibawah 55.

Bagi penderita diabetes, indeks glikemik pada makanan adalah sesuatu yang penting untuk diperhatikan karena hal tersebut adalah ukuran kecepatan suatu pangan meningkatkan kadar glukosa darah setelah dikonsumsi. Sementara nasi sendiri termasuk ke dalam makanan yang memiliki kadar IG yang tinggi.

Meski begitu terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi nilai IG yaitu proses pengolahan, jenis komponen monosakarida dalam bahan pangan, jenis karbohidrat, komponen lainnya (seperti protein, serat, lemak, asam organik, dan antinutrien).

Baca Juga: Berbagai Makanan Pengganti Nasi untuk Penderita Diabetes

Cara Menurunkan Kadar Gula pada Nasi

Nasi adalah salah satu makanan yang umumnya dihindari penderita diabetes karena sering dianggap dapat meningkatkan kadar glukosa darah dengan cepat. Padahal, nasi dengan indeks glikemik rendah aman dikonsumsi.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa nasi yang dimasak dengan cara modifikasi menyebabkan penurunan kadar gula darah pada mencit dibanding nasi yang dimasak dengan cara biasa.

Ketika ingin diberikan pada hewan percobaan, nasi biasa dan nasi modifikasi dikeringkan di oven pada suhu 60 derajat celcius hingga kering.

Memasak dengan cara biasa adalah mencuci beras dengan air bersih sebanyak tiga kali, menambahkan air ke dalam rice cooker, dan dimasak selama 40 menit. Setelah matang nasi dibiarkan selama 10 menit dan dibilas dengan air dingin.

Sedangkan untuk nasi modifikasi, nasi matang dibiarkan selama 10 menit, dibilas dengan air dingin, selanjutnya didinginkan pada suhu 4 derajat celcius selama 24 jam.

Meski terjadi penurunan indeks glikemik pada nasi, diperlukan penelitian lebih lanjut pada penderita diabetes untuk melihat apakah modifikasi cara pemasakan nasi dapat efektif mengendalikan kadar gula darah.

Baca Juga: Nasi Putih vs Nasi Merah, Mana yang Lebih Sehat?

Menurut penelitian lain, nasi yang didinginkan mengakibatkan retrogradasi pada pati yang menyebabkan peningkatan pati yang resisten untuk dicerna. Agar dapat dikonsumsi, tentunya nasi tersebut boleh dipanaskan kembali dengan indeks glikemik yang masih rendah.

Dikarenakan kadar pati resisten pada nasi putih dingin tinggi, proses mencernanya pun cenderung lebih lambat. Hal ini akan membuat Anda kenyang lebih lama dan tidak cepat lapar. Apabila rutin dikonsumsi, nasi putih dingin mungkin bisa membantu menurunkan berat badan.

Meski begitu, kandungan kalori nasi putih yang panas dan yang sudah dingin adalah sama, yaitu 175 kkal/100 g, yang membedakannya adalah indeks glikemik nasi dingin lebih rendah daripada nasi yang masih panas, sehingga nasi dingin lebih lama dicerna dibanding nasi panas.

Maksudnya, nasi yang sudah didiamkan selama beberapa menit dari rice cooker atau setelah matang sebelum Anda konsumsi. Bukan berarti harus makan nasi sisa kemarin agar gula pada nasi berkurang.

Meski nilai IG nya lebih rendah, jangan terlalu banyak mengonsumsi nasi dingin (atur porsi harian) karena tetap dapat meningkatkan gula darah. Konsumsi nasi putih dingin perlu dibarengi dengan makanan yang sehat bagi penderita diabetes, misalnya menghindari makanan berkalori tinggi, berlemak, dan manis.

Selain pola makan yang sehat, penderita diabetes juga harus rutin menjalani pengobatan dan rutin kontrol ke dokter.

 

  1. Anonim. Makan Nasi Putih Panas Cepat Naikkan Gula Darah?. https://fk.ui.ac.id/infosehat/makan-nasi-putih-panas-cepat-naikkan-gula-darah/. (Diakses pada 6 Desember 2021).
  2. Nurdin, Samsu U, Siska Setia Ningrum, dll. Modifikasi Proses Pemasakan Nasi untuk menghasilkan Nasi yang Sehat Untuk Penderita Diabetes. http://repository.lppm.unila.ac.id/10299/1/Modifikasi%20Proses%20Pemasakan%20Nasi%20untuk%20menghasilkan%20Nasi%20yang%20Sehat%20Untuk%20Penderita%20Diabetes..pdf. (Diakses pada 6 Desember 2021).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi