Terbit: 19 January 2023
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Membatasi asupan gula adalah sesuatu yang penting dilakukan oleh penderita diabetes agar kadar gula darahnya tetap dalam kisaran normal. Lantas, bagaimana dengan orang dengan diabetes yang ingin mengonsumsi durian? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Amankah Penderita Diabetes Makan Durian? Cek Faktanya

Benarkah Pengidap Diabetes Tidak Boleh Makan Durian?

Meskipun durian memiliki rasa manis alami yang disebut sukrosa, namun menurut ahli gizi, penderita diabetes boleh makan durian asal mengonsumsinya dalam jumlah yang terbatas.

Mengonsumsinya terlalu banyak bisa berdampak buruk karena durian mengandung tinggi kalori, meski begitu buah ini mengandung banyak lemak sehat dan tidak mengandung kolesterol.

Durian memiliki indeks glikemik (IG) kategori sedang yaitu 58, sehingga dapat menyebabkan lonjakan glukosa darah jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Dalam 100 gram durian, rata-rata mengandung 7 sampai 13 gram gula. Durian ukuran kecil dengan berat sekitar 600 gram memiliki sekitar 885 kalori, yaitu sekitar 44% dari 2000 kalori harian yang disarankan untuk orang dewasa.

Kandungan dua gula utama yang ada dalam durian adalah glukosa dan fruktosa. Jika Anda memiliki diabetes, terlalu banyak mengonsumsi durian dalam sekali makan dapat menyebabkan gula darah naik dengan cepat.

Durian dianggap sebagai makanan yang ‘panas’ karena meningkatkan suhu tubuh. Untuk itu, terlalu banyak mengonsumsinya dapat menyebabkan tubuh menjadi panas dengan menimbulkan gejala seperti sembelit, sariawan, sakit tenggorokan.

Oleh sebab itu, penderita diabetes harus membatasi makan durian. Sebaiknya hanya makan sekitar 1-2 biji. Selain itu, penting juga untuk memperhatikan jumlah karbohidrat yang dikonsumsi setiap hari, karena pola makan yang sehat dan seimbang sangat penting untuk penderita diabetes.

Baca Juga: 15 Manfaat Durian, Cegah Anemia dan Risiko Kanker!

Manfaat Durian untuk Penderita Diabetes

Berikut ini adalah berbagai manfaat durian yang berguna untuk pengidap diabetes, di antaranya:

1. Mengendalikan Gula Darah

Buah durian dikenal dengan kandungan seratnya yang tinggi, itu berarti buah ini mampu membantu mengendalikan kadar gula darah.

Makanan yang kaya akan serat dapat membantu menurunkan kadar gula darah dengan memperlambat pencernaan, sehingga menghasilkan pelepasan glukosa yang lebih sedikit ke dalam darah.

Satu cangkir durian mengandung 18 gram serat, sekitar 50% dari asupan harian yang direkomendasikan, yakni sekitar 35 gram per hari.

2. Antiinflamasi

Durian dipenuhi dengan antioksidan yang dapat membantu mengurangi peradangan. Peradangan adalah sumber dari banyak penyakit, termasuk diabetes, dan juga merupakan salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular.

Penyebab utama peradangan di tubuh adalah stres oksidatif, yang disebabkan radikal bebas yang merusak jaringan dan sel di seluruh tubuh. Antioksidan berfungsi melindungi tubuh dari efek buruk radikal bebas sebelum merusak jaringan dan sel.

Antioksidan dalam durian dapat mengaktifkan antiinflamasi dan menekan gen pro-inflamasi yang memicu berbagai penyakit kronis, seperti stroke dan penyakit kardiovaskular.

Baca Juga: Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Semangka?

3. Mencegah Komplikasi Diabetes

Sebuah penelitian menemukan bahwa durian berperan penting dalam mengurangi risiko komplikasi diabetes utama. Penelitian ini dilakukan pada 24.000 orang dengan diabetes melitus tipe 2, dan pengaruhnya diukur selama 4 tahun.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa partisipan yang makan durian paling banyak memiliki risiko retinopati diabetik, nefropati, dan neuropati yang lebih rendah.

4. Menjaga Kesehatan Jantung

Tekanan darah tinggi alias hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Buah durian kaya akan potasium yang dapat membantu menurunkan tekanan darah dan melindungi jantung.

Durian juga tinggi lemak tak jenuh dan serat yang merupakan nutrisi penting untuk kesehatan jantung yang optimal.

5. Melancarkan Pencernaan

Selama pencernaan, karbohidrat dalam durian difermentasi oleh bakteri usus. Hasilnya berfungsi sebagai prebiotik untuk memberi makan bakteri asam laktat yang bermanfaat dalam mikrobioma usus, sehingga membantu proses pencernaan dan kesehatan usus besar.

Serat adalah prebiotik, dan durian merupakan sumber serat makanan yang sangat baik.

Baca Juga: Bolehkah Pasien Diabetes Makan Buah Nanas? Ini Jawabannya

Tips Aman Makan Durian untuk Penderita Diabetes

Durian memang memiliki rasa yang lezat, tetapi jika terlalu banyak mengonsumsinya dapat berdampak negatif bagi pengidap diabetes.

Cara terbaik untuk menghindari efek negatif tersebut adalah dengan tetap pada pola makan yang sehat. Jika menyukai buah durian, Anda masih bisa tetap menikmatinya tanpa terlalu banyak asupan karbohidrat.

Sebaiknya makan durian dalam porsi sedikit dan mengombinasikannya dengan makanan lain yang tidak akan meningkatkan kadar gula darah. Misalnya, makan durian dengan yoghurt atau keju untuk sarapan.

Waktu yang tepat untuk makan durian adalah di antara waktu makan ketika kadar gula darah sudah tinggi, dan pastikan hanya makan satu atau dua porsi durian.

Sebaiknya makan durian pagi hari saat perut kosong. Cara ini akan membantu menghindari kenaikan berat badan karena kandungan lemak yang tinggi pada buah.

Namun, langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter atau ahli diet untuk porsi makan durian yang sesuai dengan kondisi, hingga mempelajari bagaimana cara mengelola diabetes.

 

  1. Anonim. Diabetics should eat durian?. https://www.vinmec.com/en/news/health-news/nutrition/diabetics-should-eat-durian/. (Diakses pada 18 Januari 2023)
  2. Anonim. 2016. Is Durian Bad for Your Health? 6 Facts You Need to Know!. https://www.getdoc.com/durian-bad-health/. (Diakses pada 18 Januari 2023)
  3. Baisil, Sharon. Is Durian Good for Diabetes? (Benefits vs Risks). https://www.beatdiabetesapp.in/is-durian-good-for-diabetes/. (Diakses pada 18 Januari 2023)
  4. Ling, Koh P. 5 Diet Myths for Diabetic Patients…Debunked. https://foryoursweetheart.sg/5-diet-myths-for-diabetic-patients-debunked. (Diakses pada 18 Januari 2023)


DokterSehat | © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi