Terbit: 4 Maret 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Selama ini kita selalu menganggap kalau infertilitas pada pria hanya disebabkan oleh masalah obesitas, gangguan pada organ reproduksi, kebiasaan makan, hingga gaya hidup yang tidak baik. Ternyata, pria juga bisa mengalami penurunan kualitas sperma kalau bekerja di bidang yang terlalu keras. Misal bekerja di konstruksi, tukang angkat barang, hingga pekerjaan yang membutuhkan banyak tenaga.

Pekerjaan Berat pada Pria Tingkatkan Infertilitas

Penelitian terkait pengaruh kerja keras dan kemandulan
Penelitian yang dilakukan oleh Germaine Buck Louis yang merupakan salah satu direktur di U.S. National Institute of Child Health and Human Development mengungkapkan rendahnya angka kehamilan di Amerika. Sebanyak 456 pria yang sudah menikah dengan usia rata-rata 32 tahun tidak mampu membuahi istrinya pada tahun pertama.

Sebanyak 77 persen pria tidak membuat istrinya hamil pada tahun pertama meski tidak menggunakan kondom. Sementara itu 23 persen pria bisa membuat istrinya hamil dengan usaha yang maksimal.

Dari penelitian ini didapatkan fakta kalau pria yang susah membuahi istrinya banyak bekerja di bidang yang menuntut banyak tenaga. Pria yang bekerja di lingkungan itu cenderung memiliki tekanan darah yang cukup tinggi. Kondisi ini membuat sperma jadi tidak sehat atau abnormal serta jumlah lebih sedikit dari sebelumnya.

Tekanan darah dan cara mengatasinya
Tekanan darah kerap muncul pada pria yang bekerja terlalu keras, menguras banyak tenaga, dan jarang beristirahat. Kondisi ini sebenarnya bisa diminimalkan dengan melakukan istirahat dengan cukup dan mengonsumsi multivitamin yang meningkatkan kondisi tubuh agar lebih segar.

Lebih lanjut, pria juga disarankan untuk tetap berolahraga setiap hari atau minimal saat akhir pekan saja. Berolahraga membuat tubuh jadi lebih kuat, selain itu ketahanan tubuh juga meningkat sehingga peluang drop, sakit, dan memiliki tekanan darah tinggi bisa dihindari.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi