Terbit: 1 Agustus 2020 | Diperbarui: 9 Agustus 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Salah satu obat yang dapat digunakan untuk mengatasi BAB yang cair dan berulang adalah Licopec. Ketahui obat ini lebih lanjut mulai dari fungsi, efek samping, hingga dosis pemakaiannya!

Licopec: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Licopec

Nama obat Licopec
Diproduksi oleh Berlico Mulia Farma
Golongan obat Antidiare
Kategori obat Obat bebas
Tingkat keamanan obat bagi ibu hamil dan menyusui menurut FDA B
Fungsi obat
  • Mengatasi diare
  • Meredakan gejala kram perut saat diare
Kontraindikasi obat
  • Hipersensitivitas kandungan obat
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Gangguan fungsi hati (liver)
  • Asma bronkial
  • Obstruksi intestinal
  • Hipertropi prostat
Dosis obat
  • Dewasa dan anak-anak >12 tahun: 2 tablet setiap habis BAB
  • Anak-anak 6-12 tahun: 1 tablet setiap habis BAB
Sediaan obat Tablet

 

Licopec Obat Apa?

Licopec obat apa? Licopec adalah obat dengan kandungan bahan aktif attapulgite. Obat ini diformulasikan untuk mengatasi diare dan meredakan gejala yang ditimbulkan oleh penyakit pencernaan tersebut.

Obat Licopec yang diproduksi oleh Berlico Mulia Farma memiliki mekanisme kerja yakni  mengikat racun di usus yang menjadi penyebab diare. Selain itu, obat ini juga berperan dalam menghambat pergerakan usus besar. Hal ini bertujuan agar usus besar dapat menyerap air secara optimal sehingga feses akan memadat.

Fungsi Obat Licopec

Fungsi obat ini adalah untuk mengatasi diare. Tidak hanya itu, obat juga diformulasikan untuk membantu meredakan gejala yang biasanya dialami oleh penderita diare yakni kram perut. Pastikan untuk menggunakan obat sesuai dengan fungsinya. Penggunaan obat yang tidak sesuai dapat menurunkan efektivitas obat atau bahkan berujung pada reaksi tubuh yang bisa saja berbahaya.

Peringatan dan Perhatian Obat Licopec

Dalam menggunakan obat Licopec, ada sejumlah hal penting yang perlu Anda ketahui dan pahami.

1. Kontraindikasi Obat Licopec

Penggunaan obat tidak disarankan pada orang-orang dengan sejumlah kondisi. Pasalnya, hal ini dapat menurunkan efektivitas obat atau bahkan menimbulkan reaksi-reaksi yang bisa saja membahayakan tubuh.

Kondisi-kondisi yang dimaksud meliputi:

  • Hipersensitivitas kandungan obat
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Gangguan fungsi hati (liver)
  • Asma bronkial
  • Obstruksi usus
  • Hipertropi prostat

Sebaiknya tanyakan terlebih dahulu pada apoteker maupun dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda memiliki salah satu dari kondisi-kondisi di atas.

2. Peringatan dan Perhatian Obat Licopec Lainnya

Sementara itu, peringatan dan perhatian lainnya yang harus diketahui sebelum mengonsumsi obat ini adalah sebagai berikut:

  • Jangan mengonsumsi obat apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini.
  • Hentikan penggunaan obat jika dirasa mengalami sejumlah efek samping seperti reaksi mual dan perut terasa kembung.
  • Jika gejala efek samping tak kunjung mereda dalam waktu yang cukup lama, segera periksakan diri ke dokter.
  • Beritahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit.

Apakah Obat Licopec Aman bagi Ibu Hamil dan Menyusui?

Menurut Unites States Food and Drug Administration (USFDA), obat ini masuk ke dalam kategori B untuk tingkat keamanan penggunaan bagi wanita hamil dan menyusui.

Kategori B merujuk pada jenis obat-obatan yang setelah melalui uji coba dengan objek hewan, tidak ditemukan adanya efek negatif. Akan tetapi, belum ada penelitian lebih lanjut yang menjelaskan apakah hal ini juga berlaku untuk manusia.

Oleh sebab itu, penggunaan obat pada wanita hamil dan menyusui sebaiknya mengikuti anjuran dari dokter.

Interaksi Obat Licopec

Obat ini akan berinteraksi jika digunakan bersamaan dengan sejumlah jenis obat-obatan tertentu. Interaksi yang terjadi berdampak pada menurunnya efektivitas kinerja obat maupun menimbulkan reaksi-reaksi tertentu pada tubuh.

Obat-obatan yang dimaksud di antaranya sebagai berikut:

  • Antikoagulan
  • Antihistamin
  • Antidepresan
  • Antispikotik
  • Acetaminophen
  • Epinephrine
  • Obat Parkinson
  • Penicilin

Selain obat-obatan di atas, mungkin masih ada jenis obat lainnya yang akan berinteraksi dengan obat ini apabila digunakan secara bersamaan. Sampaikan pada apoteker atau dokter apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut maupun obat-obatan lainnya agar dokter bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Efek Samping Obat Licopec

Obat Licopec dapat menimbulkan efek samping kendati jarang terjadi. Efek samping obat meliputi:

  • Mual
  • Perut kembung
  • Sembelit
  • Sakit kepala
  • Kepala pusing

Gejala efek samping biasanya akan mereda setelah beberapa saat. Anda disarankan untuk segera mengunjungi dokter apabila gejala yang dirasakan tak kunjung mereda setelah beberapa lama guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dokter akan menentukan apakah kemunculan gejala tersebut terkait dengan penggunaan obat atau bukan. Jika ya, dokter bisa menyarankan Anda untuk menghentikan penggunaan obat dan mencarikan obat alternatif yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Dosis Obat Licopec

Licopec masuk ke dalam kategori obat bebas. Penggunaan bisa tanpa resep dokter. Berikut ini adalah informasi mengenai aturan dosis obat yang perlu Anda ketahui.

1. Dalam Bentuk Apa Obat Licopec Tersedia?

Licopec tersedia dalam bentuk tablet oral dengan kandungan attapulgite sebanyak 600 mg dan pectin sebanyak 50 mg. Obat ini dapat diperoleh di apotek maupun toko obat terdekat. Pastikan Anda menggunakan obat secara benar sesuai dengan kebutuhan.

2. Dosis Obat Licopec

Informasi dosis ini tidak bisa dijadikan acuan karena dosis yang diresepkan oleh dokter Anda mungkin saja berbeda. Pastikan untuk menggunakan obat sesuai dengan aturan dosis pada kemasan guna menghindari kelebihan pemakaian (overdosis) yang mungkin saja bisa berdampak buruk bagi tubuh Anda.

Berikut aturan dosis umum untuk obat Licopec:

  • Dewasa dan anak-anak >12 tahun: 2 tablet setiap habis BAB.
  • Anak-anak 6-12 tahun: 1 tablet setiap habis BAB.

Cara Pemakaian Obat Licopec

Obat ini harus digunakan dengan benar agar efektivitasnya terasa, pun menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti overdosis.

Berikut ini adalah petunjuk atau cara pakai obat Licopec yang perlu Anda ketahui dan pahami:

  • Pastikan obat dalam keadaan baik dari segi kemasan maupun fisik obat itu sendiri.
  • Minumlah obat sesuai dengan dosis yang tadi sudah disebutkan di atas.
  • Gunakan obat ini secara teratur
  • Imbangi penggunaan obat dengan minum air putih yang banyak dan istirahat yang cukup.
  • Jika dalam kurun waktu beberapa minggu (penggunaan maksimal yang disarankan) kondisi Anda tidak juga membaik, segera periksakan diri Anda ke dokter guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mencari tahu penyebab serta langkah medis apa yang selanjutnya harus diambil.

Petunjuk Penyimpanan Obat Licopec

Obat ini harus disimpan di tempat yang benar untuk agar kualitas obat tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat yang perlu Anda terapkan:

  • Simpan obat di tempat bersuhu 15 – 30 derajat celcius.
  • Hindari menyimpan obat di tempat lembap.
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Obat ini memiliki masa kedaluwarsa. Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa.

 

  1. Attapulgite Tablet. https://www.drugs.com/cdi/attapulgite-tablet.html (Diakses pada 1 Agsutus 2020)
  2. Licopec. http://pionas.pom.go.id/obat/licopec(Diakses pada 1 Agustus 2020)
  3. Licopec. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/licopec (Diakses pada 1 Agustus 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi