Terbit: 11 April 2018 | Diperbarui: 25 Mei 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Meski termasuk dalam makanan yang tidak sehat, dalam realitanya hot dog dan hamburger digemari oleh banyak orang. Jika kita datang ke tempat makan cepat saji dan hanya mendapatkan pilihan untuk mengonsumsi salah dari kedua makanan tersebut, mana yang sebaiknya kita pilih?

Mana yang Lebih Sehat? Hot Dog atau Hamburger?

Dilansir dari NBC News, satu potong hotdog menyediakan sekitar 150 kalori. Seringkali hot dog juga diberi tambahan seperti saus, mustard, dan tambahan lainnya. Hal ini akan membuat kita mengonsumsi sekitar 300 hingga 350 kalori.

Yang menjadi masalah adalah, hot dog termasuk dalam daging olahan yang kaya akan sodium dan nitrat, senyawa kimia ini dianggap kurang baik bagi kesehatan. Bahkan, daging olahan dianggap terkait dengan risiko terkena penyakit kanker. Sebagai informasi, International Agency for Research and Cancer menganggap daging olahan seperti hot dog, bacon, ham, dan lain-lain memiliki sifat karsinogen atau menyebabkan kanker. Karena alasan inilah pakar kesehatan menyarankan kita untuk tidak sering-sering mengonsumsinya.

Sementara itu, satu buah hamburger lengkap dengan roti dan isiannya memiliki kandungan 500 kalori. Daging merah yang digunakan oleh hamburger ini juga dianggap memiliki sifat karsinogen. Bahkan, daging merah dianggap terkait dengan risiko terkena diabetes dan penyakit jantung. Hal ini berarti, hamburger juga sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi.

Lantas, mana yang sebaiknya kita pilih jika pergi ke gerai makanan cepat saji? Pakar kesehatan menyebutkan bahwa jika kita tidak ingin mengonsumsi kalori terlalu banyak, maka hot dog bisa menjadi pilihan. Namun, secara keseluruhan, hamburger ternyata dianggap lebih baik karena memiliki kandungan protein lebih tinggi namun kadar garam yang lebih rendah.

Meskipun begitu, tetap saja kedua makanan ini masih termasuk sebagai makanan yang tidak sehat yang sebaiknya memang tidak sering kita konsumsi.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi