Terbit: 6 September 2021 | Diperbarui: 7 September 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Tanda tidak cocok skincare atau biasa kita sebut produk perawatan kulit, dapat terlihat di kulit. Tanda tidak cocok misalnya kulit kemerahan atau terasa gatal. Oleh karenanya, penting untuk berhati-hati dalam menggunakan skincare. Yuk, simak daftar tanda-tanda tidak cocok pada produk perawatan kulit di bawah ini!

10 Tanda Tidak Cocok Skincare, Kenali dan Hindari Bahayanya bagi Kulit!

Tanda Tidak Cocok Skincare

Menggunakan produk skincare biasanya untuk memperbaiki penampilan, terutama pada kulit wajah. Namun, tidak semua skincare cocok untuk setiap jenis kulit. Oleh karenanya, penting untuk memerhatikan penggunaan setiap produk baru pada kulit. Ini untuk melihat cocok atau tidaknya untuk kulit Anda. Sebagai panduan dalam penggunaan skincare, perhatikan tanda-tandanya!

Berikut ini tanda skincare tidak cocok di kulit:

1. Bintik Cokelat di Kulit

Bermain di bawah sinar matahari memang menyenangkan, namun jika menghabiskan waktu terlalu lama di siang hari mungkin akan muncul bintik-bintik cokelat di kulit. Kondisi ini bisanya karena paparan sinar matahari yang lama.

Bintik-bintik cokelat di kulit mungkin merupakan tanda tidak cocok terhadap produk tabir surya, untuk itu pertimbangkan formula tabir surya yang Anda gunakan. Pada dasarnya, ini mungkin karena tidak memberi perlindungan cakupan luas pada kulit. Sebaiknya, pilih tabir surya dengan SPF 30 atau lebih, yang diformulasikan dengan zinc oxide atau titanium okside untuk cakupan terbaik.

2. Pembengkakan dan Benjolan

Seseorang mungkin mengalami breakout atau penyesuaian saat memulai menggunakan produk perawatan kulit baru karena kulit membutuhkan waktu sekitar 2-3 minggu untuk beradaptasi dengan produk baru.

Oleh karena itu, jika mengalami lebih dari satu atau dua jerawat sekaligus dan tampaknya tidak kunjung hilang, ini mungkin tanda tidak cocok skincare bagi kulit Anda. Cobalah cari produk perawatan kulit dengan kandungan bahan-bahan yang non-comedogenic atau memiliki formula berbahan dasar air yang lebih ringan.

3. Kulit Menjadi Berminyak

Kondisi kulit berminyak mungkin susah biasa bagi sebagian orang, tetapi jika kulit minyak biasanya bukan masalah bagi Anda, maka kemungkinan formula skin care yang memengaruhi kulit Anda.

Kulit pada dasarnya mengandung lapisan minyak alami yang bertindak sebagai penghalang atau pelindung, jadi saat pembersih dan krim yang keras mengelupas lapisan ini (stratum korneum), kulit segera mengalami perbaikan agar tetap terlindungi. Kelenjar minyak di kulit akan menghasilkan lebih banyak minyak untuk mengatasi kekeringan, yang dapat menyebabkan jerawat dan kulit yang terlalu berminyak.

4. Kulit Wajah Terbakar atau Panas (Tersengat)

Beberapa pembersih dan masker wajah memberikan sensasi kesemutan. Penting untuk dipahami bahwa ada perbedaan antara sedikit rasa geli dan rasa terbakar yang menyakitkan. Bagaimana mengetahuinya jika panas atau sengatan kecil akibat bahan aktif yang mulai bekerja?

Bahan aktif dalam skincare sering kali (tetapi tidak selalu) menimbulkan efek kesemutan yang berlangsung beberapa saat. Jika kulit terasa sensitif terhadap sentuhan, terasa perih atau terbakar saat mencuci wajah beberapa jam kemudian setelah menggunakan produk, atau kulit tetap sangat merah muda atau merah lebih dari satu jam setelah aplikasi, sebaiknya hentikan penggunaan skincare.

Baca Juga: 8 Tips Memilih Skincare yang Aman dan Tepat

5. Gatal-Gatal di Kulit

Munculnya gatal-gatal disertai kemerahan di kulit menunjukkan sensitivitas yang lebih ekstrem terhadap produk skincare. Setelah penggunaan, tanda skincare tidak cocok di kulit bisanya terlihat seperti bekas merah, gatal-gatal bisa jadi akibat tubuh bereaksi terhadap bahan-bahan yang terkandung dalam formula kosmetik.

Untuk mengetahui apakah gatal-gatal akibat penggunaan produk yang salah, cobalah untuk berhenti menggunakan produk skincare sepenuhnya, dan kemudian konsultasikan ke dokter kulit.

6. Kulit Terasa Kecang

Kencang pada kulit juga bisa menjadi tanda tidak cocok skincare. Menggunakan pembersih kulit yang salah bisa menghilangkan minyak pelindung alami, yang menyebabkan dehidrasi, iritasi, dan kekeringan di kulit.

Untuk mengatasi kulit yang kencang dengan mudah, carilah produk skincare dengan pH seimbang dan mengandung surfaktan yang lembut dan berbahan dasar alami. Ini untuk membantu merawat kulit dengan lembut.

Ingat! Jangan mengabaikan kulit yang terasa kencang, karena dapat mengganggu kesehatan kulit dan memicu peningkatan produksi minyak, pori-pori besar, dan kerutan.

7. Kulit Kering Berlebihan dan Mengelupas

Jika kulit menngalami kekeringan dan mengelupas, terutama di sekitar hidung dan di sudut mulut, mungkin Anda menggunakan produk skincare secara berlebihan, seperti retinoid atau benzoil peroksida.

Retinoid topikal digunakan untuk membantu pengelupasan kulit ringan, mengatur pematangan sel kulit, dan menyebabkan iritasi ringan pada kulit, yang mendorong pertumbuhan kolagen baru.
Ini bertujuan secara perlahan mengurangi munculnya garis-garis halus, bahkan pigmentasi kulit, dan menebalkan kulit agar terlihat lebih muda.

Namun, jika menyebabkan terlalu banyak iritasi, terus-menerus mengelupas, dan kulit merah dan sensitif, mungkin ini bukan perawatan anti-penuaan terbaik untuk Anda.

8. Kulit Kemerahan dan Iritasi

Jerawat pada orang dewasa biasanya tidak disebabkan oleh bakteri dan minyak yang sama yang memicu jerawat pada remaja. Itu artinya bahwa perawatan topikal yang keras seperti asam salisilat dan benzoil peroksida dapat mengiritasi dan mengeringkan kulit pada orang dewasa. Ini membuat kulit lebih merah dan sensitif dan benar-benar memperburuk jerawat.

Baca Juga: 16 Kandungan Skincare yang Harus Dihindari, Berbahaya!

9. Tekstur Kulit Tidak Rata

Jika tekstur kulit menjadi tidak rata setelah menggunakan produk skincare, sebaiknya perhatikan keuhan kulit Anda. Seperti yang disebutkan sebelumnya, kulit tampak kemerahan, berjerawat, kulit kering, barcak hitam atau cokelat, tekstur tidak merata, dan peradangan adalah tanda skincare tidak cocok dengan kulit.

10. Tidak Tampak Perbaikan di Kulit

Menggunakan skincare pada dasarnya bertujuan untuk mendapatkan perbaikan pada kulit, tetapi berminggu-minggu atau berbulan bulan setelah penggunaan tidak ada perubahan.

Hal tersebut mungkin membuat seseorang menyerah setelah satu atau dua minggu karena tidak melihat hasilnya. Mungkin Anda mulai mempertanyakan kemanjuran suatu produk skincare setelah berbulan-bulan penggunaan secara konsisten. Ini kemungkinan tanda tidak cocok memakai skincare.

 

  1. Dalal, Urvi. 2019. 5 Signs that Your Skincare Routine Isn’t Working for You. watch out for them! https://www.bebeautiful.in/all-things-skin/everyday/5-signs-that-your-skincare-routine-isnt-working-for-you (Diakses pada 6 September 2021)
  2. Dooley, Danielle F dan Courtney L. 2021. 13 Warning Signs You’re Using the Wrong Beauty Products. https://www.newbeauty.com/10-warning-signs-youre-using-the-wrong-beauty-products/2 (Diakses pada 6 September 2021)
  3. Sinrich, Jenn. 2021. 8 Signs Your Skin Products Are Secretly Damaging Your Face. https://www.thehealthy.com/beauty/face-body-care/skin-care-products-bad-for-you/ (Diakses pada 6 September 2021)
  4. Seah, Letty dan Shazrina S. 2020. 7 Signs That You Are Using The Wrong Skincare. https://www.herworld.com/beauty/skin/signs-you-are-using-wrong-skincare/ (Diakses pada 6 September 2021)
  5. Sinrich, Jenn. 2019. 11 Signs Your Skin Care Routine Isn’t Working. https://www.glam.com/beauty/signs-your-skin-care-products-not-working/ (Diakses pada 6 September 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi