Terbit: 18 Oktober 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Sebaceous filaments adalah partikel di bawah permukaan kulit yang menyalurkan sebum untuk melembapkan kulit. Namun saat produksi sebum berlebihan, sebaceous filaments menjadi penuh dan terlihat hingga ke permukaan kulit lapisan atas. Sering dikira komedo, ketahui penyebab, perawatan, cara mencegah, dan komplikasi sebaceous filaments dalam ulasan berikut ini.

Bukan Komedo, Ini Penyebab Sebaceous Filaments dan Cara Mengatasi

Apa Itu Sebaceous Filaments?

Ketika muncul di permukaan kulit tepatnya bintik-bintik hitam/putih di hidung, banyak yang salah mengira sebaceous filaments sebagai komedo. Sebaceous filaments bukanlah komedo, jerawat, atau gangguan kulit lainnya, namun merupakan bagian dari struktur normal kulit.

Hanya saja kelebihan produksi sebum yang memenuhi jaringan sebaceous filaments membuatnya terlihat menonjol dan berbintik hingga ke permukaan kulit. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu munculnya blackhead (komedo hitam) dan whitehead (komedo putih). Sementara komedo adalah penyumbatan sebum berlebihan di dalam pori-pori kulit yang terpapar udara.

Penyebab Sebaceous Filaments Muncul ke Permukaan Kulit

Munculnya sebaceous filaments hingga ke permukaan sebenarnya merupakan proses normal kulit dalam memproduksi sebum. Munculnya sebaceous filaments ke permukaan kulit lebih sering dialami oleh seseorang yang memiliki pori-pori besar atau jenis kulit berminyak.

Beberapa faktor yang mempengaruhi ukuran pori-pori adalah:

  • Usia.
  • Genetik.
  • Memiliki folikel rambut yang tebal.
  • Paparan sinar matahari.

Sebaceous filaments yang muncul ke permukaan bukanlah tanda kulit yang kotor atau tidak sehat. Ini adalah proses alami kulit.

Baca Juga: Pore Pack: Produk untuk Mengangkat Komedo, Cara Menggunakan, dll

Perawatan Sebaceous Filaments

Sebaceous filaments dapat dirawat dengan penggunaan produk eksfoliator untuk menjaga kebersihan pori-pori kulit dan dengan mengontrol kelebihan minyak pada wajah. Gunakan produk dengan formula yang lembut untuk menjaga kulit tetap bersih, tidak kering, dan tidak iritasi.

Perawatan difokuskan pada menjaga pori-pori kulit tetap bersih dan ukurannya tidak semakin besar supaya sebaceous filaments tidak muncul ke permukaan. Anda juga bisa gunakan produk yang mengandung bahan-bahan berikut ini:

1. Salicylic acid

Salicylic acid atau asam salisilat juga dikenal dengan nama beta hydroxy acid (BHA) bisa ditemukan di sebagian besar produk pembersih wajah dan perawatan kulit berjerawat. Manfaat salicylic acid adalah mengurangi produksi minyak pada wajah dan mengecilkan ukuran sebaceous filaments.

Jika belum pernah menggunakan produk dengan kandungan salicylic acid sebelumnya, sebaiknya gunakan sebanyak dua hari sekali. Apabila terjadi pengelupasan, segera hentikan pemakaian. Salicylic acid adalah turunan dari aspirin, sehingga seseorang yang alergi terhadap aspirin sebaiknya menghindari kandungan ini.

2. Glycolic acid

Tidak seperti salicylic acid yang memiliki efek mengeringkan kulit, glycolic acid atau asam glikolat yang juga dikenal sebagai alpha hydroxy acid (AHA) mampu merawat penyumbatan pori-pori dan membantu kulit mempertahankan kelembapan alaminya.

Perlu diperhatikan bahwa glycolic acid mungkin menimbulkan reaksi seperti gatal-gatal pada beberapa orang. Hindari paparan sinar matahari secara langsung saat menggunakan produk dengan kandungan bahan ini.

3. Benzoil peroksida

Benzoil peroksida adalah komposisi yang sering ditemukan pada produk penghilang jerawat. Meskipun sebaceous filaments bukan jerawat, namun dapat menjadi pemicu munculnya jerawat pada kulit. Manfaat dari benzoil peroksida adalah mengontrol produksi sebum dan mengecilkan pori-pori kulit.

Hanya saja, produk dengan kandungan benzoil peroksida sebaiknya tidak digunakan terlalu sering, karena dapat menyebabkan kekeringan hingga pengelupasan kulit.

4. Tea tree oil

Tea tree oil adalah bahan alami yang terbukti mampu mengontrol produksi minyak berlebih pada jenis kulit yang berminyak. Kini tea tree oil bisa ditemukan di berbagai produk perawatan kulit yang dijual di pasaran dengan kadar yang sudah disesuaikan. Tea tree oil tidak cocok untuk kulit kering dan sensitif.

5. Retinol

Retinol adalah turunan vitamin A yang dapat mengatasi penyumbatan pori, mempercepat regenerasi sel kulit, dan mengangkat sel kulit mati. Namun perlu dicatat bahwa retinol bisa membuat kulit menjadi sensitif sehingga sebaiknya digunakan di malam hari, kemudian gunakan tabir surya keesokan harinya. Retinol kemungkinan tidak cocok untuk kulit sensitif.

Perawatan harian yang bisa dilakukan untuk mencegah pembesaran pori-pori adalah menggunakan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan. Paparan sinar matahari membuat ukuran pori semakin membesar, serta meningkatkan risiko kerusakan kulit dan kanker kulit. Bagi pemilik kulit berminyak, disarankan menggunakan produk tabir surya yang berlabel oil-free dan non-comedogenic supaya pori-pori tidak tersumbat.

Menggunakan masker wajah dengan bahan activated charcoal atau clay juga sangat baik untuk membunuh bakteri, mengangkat sel kulit mati, dan kotoran lain dari kulit. Hasilnya, pori-pori tetap bersih dan kadar minyak pada wajah tetap terjaga.

Komplikasi Sebaceous Filaments

Pada kasus yang sangat jarang terjadi, sebaceous filaments bisa memicu karsinoma sebasea, sejenis kanker kulit yang sangat langka. Kondisi ini rentan dialami oleh lansia yang pernah menjalani radioterapi pada wajah.

Baca Juga: 15 Cara Menghilangkan Komedo Secara Alami dan Cepat

Cara Mencegah Munculnya Sebaceous Filaments

Sebaceous filaments lebih rentan muncul pada kulit yang berminyak, terutama saat produksi sebum sedang berlebih. Ini dia tips untuk mengontrol produksi sebum wajah:

  • Cuci muka setiap pagi, malam, dan setelah olahraga.
  • Hindari scrubbing yang bisa menyebabkan iritasi kulit.
  • Gunakan produk perawatan kulit yang berlabel oil-free atau non-comedogenic agar tidak terjadi penyumbatan pori.
  • Gunakan pelembap setiap hari untuk menjaga kulit tetap terhidrasi.
  • Pilih produk sabun wajah yang formulanya ringan agar tidak menyebabkan kulit kering dan membuat produksi minyak semakin banyak.
  • Hindari pembersih berbahan dasar minyak atau yang mengandung alkohol untuk mencegah iritasi kulit.

Itulah pembahasan tentang sebaceous filaments yang sering dikira sebagai komedo. Munculnya sebaceous filaments ke permukaan kulit dapat memicu komedo hitam dan putih.

 

  1. Berry, Amanda. 2020. Sebaceous filaments: What to know. https://www.medicalnewstoday.com/articles/sebaceous-filaments. (Diakses pada 14 Oktober 2021).
  2. Lewis, Rachel Charlene. 2021. How to Get Rid of Stubborn Sebaceous Filaments Along Your Nose and Cheeks. https://www.byrdie.com/how-to-get-rid-of-sebaceous-filaments-4844051. (Diakses pada 14 Oktober 2021).
  3. Roland, James. 2020. How to Tell Sebaceous Filaments from Blackheads — and Why to Leave Them Alone. https://www.healthline.com/health/sebaceous-filaments-vs-blackheads. (Diakses pada 14 Oktober 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi