Terbit: 3 Maret 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Bagi wanita, penyakit-penyakit seperti kutil kelamin, kanker serviks, hingga kista ovarium adalah momok yang mengerikan. Penyakit ini bisa membuat kemampuan seksual mereka menurun dan kemungkinan mendapatkan anak juga anjlok. Lantas, apakah penyakit itu, khususnya kista ovarium seberbahaya itu?
Berbahaya atau tidaknya kista ovarium

Kista Ovarium dan Pengaruhnya pada Kesehatan Wanita

Pada dasarnya kista ovarium tidaklah berbahaya untuk wanita. Namun, kalau penyakit ini terus dibiarkan terus membesar, kemungkinan pecahnya cukup tinggi. Kista ovarium yang pecah akan menjadi ganas dan terus berkembang sehingga menghalangi suplai darah ke area ovarium.

Deteksi dini kista ovarium
Untuk bisa mengatasi kista ovarium yang belum membengkak dan akhirnya pecah, wanita harus mengenali gejala-gejalanya di bawah ini.

  • Wanita akan sering buang air kecil meski volume urine yang dihasilkan tidak banyak.
  • Saat buang air kecil dan besar, perut bagian bawah akan nyeri meski rasanya timbul dan tenggelam.
  • Tubuh akan mudah lelah meski wanita tidak melakukan apa-apa.
  • Perut akan cepat kembung sehingga wanita selalu merasa masuk angina setiap hari disertai rasa mual, muntah, nyeri payudara.
  • Siklus menstruasi akan berubah entah itu jadi cepat atau lambat.
  • Wanita akan alami nyeri saat berhubungan badan dengan pasangan.
  • Bagian punggung akan nyeri dan menyebar hingga ke seluruh bagian bawah perut dan paha.
  • Wanita yang alami gangguan ini juga kerap alami gangguan pada sistem pencernaan.

Penyebab kista ovarium muncul
Selain mengenai gejala atau tanda-tandanya, Wanita juga harus tahu penyebab kista ovarium dan faktor yang memengaruhi perkembangannya di bawah ini.

  • Usia dari wanita yang sudah mencapai 50-60 tahun.
  • Wanita yang sudah menopause tinggi risikonya terkena kista ovarium.
  • Pernah atau sedang menderita kanker payudara.
  • Memiliki gen mutasi BRCA1 dan BRCA2.
  • Belum pernah hamil.
  • Pernah mengonsumsi obat untuk meningkatkan kesuburan.

DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi