Terbit: 21 December 2019 | Diperbarui: 28 September 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Sayuran dikenal sebagai makanan yang sangat baik bagi kesehatan. Tak hanya tinggi kandungan serat, dalam realitanya sayuran juga memiliki kandungan sehat lain seperti vitamin, mineral, dan antioksidan. Masalahnya adalah rasa sayuran tak seenak makanan-makanan lainnya seperti daging sehingga kurang digemari. Padahal, kekurangan asupan sayuran bisa memberikan efek kurang baik bagi kesehatan.

6 Tanda Tubuh Kekurangan Asupan Sayuran

Asupan Sayur Ideal Harian

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengonsumsi setidaknya 250 gram sayur setiap hari. Jumlah ini setara dengan dua setengah porsi dengan perhitungan satu porsi berukuran satu gelas belimbing. Jumlah ini sebenarnya tidak begitu banyak, namun karena rasa sayuran biasanya kurang lezat, kita cenderung sulit untuk memenuhinya.

Melihat fakta ini, pakar kesehatan menyarankan kita untuk membagi asupan sayuran di tiga kali makan. Di pagi hari kita bisa mengonsumsi setengah porsi sayuran. Sementara itu di dua waktu makan lainnya, kita bisa mengonsumsi masing-masing satu porsi sayuran.

Tanda Kekurangan Asupan Sayuran

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa tanda dari kekurangan asupan sayuran yang sebaiknya kita waspadai.

Berikut adalah tanda-tanda tersebut.

  1. Mudah Mengalami Lebam-Lebam

Pakar kesehatan Abby Sauer dari Abbot menyebut kekurangan asupan vitamin C yang ada di dalam sayuran akan membuat kita rentan mengalami lebam-lebam. Bahkan, meskipun kita tidak mengalami benturan atau kelelahan, lebam-lebam ini bisa saja datang dengan mudah.

Demi mencegah hal ini, pakar kesehatan menyarankan kita untuk memperbanyak asupan sayuran tinggi vitamin C seperti cabai merah, kale, sayuran berdaun hijau gelap, brokoli, dan tomat.

  1. Mudah Lelah

Kurang sayur akan membuat tubuh kekurangan asupan asam folat yang bisa berimbas pada tubuh yang mudah lelah dan mengalami anemia. Selain itu, kita juga akan kekurangan asupan vitamin B yang bisa memberikan manfaat yang sama. Demi mengatasinya, kita bisa mengonsumsi sayuran hijau, kacang merah, dan berbagai macam biji-bijian.

  1. Mudah Terkena Flu

Jika kita mudah terkena flu, bisa jadi hal ini disebabkan oleh pola makan yang buruk, khususnya dalam hal kurang mengonsumsi sayuran. Hal ini disebabkan oleh kurangnya asupan vitamin yang bisa kita dapatkan dari sayuran. Padahal, vitamin-vitamin ini sangat dibutuhkan tubuh untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mencegah datangnya virus atau kuman penyebab penyakit.

Perbanyaklah asupan sayuran hijau demi menambah asupan vitamin C dan memperkuat sistem imun tubuh.

  1. Mengalami Gangguan Memori

Jika kita kekurangan asupan nutrisi sehat dari sayuran, maka hal ini akan membuat fungsi otak ikut menurun dengan signifikan. Salah satu yang paling terdampak adalah fungsi memori dan kemampuan memproses informasi.

Kondisi ini dipicu oleh kurangnya nutrisi bernama lutein yang bisa ditemukan di dalam sayuran berdaun hijau, jagung, brokoli, dan tomat.

  1. Sering Terkena Stres

Stres bisa berasal dari berbagai hal yang kita temui sehari-hari, namun jika kita jarang makan sayur, maka risiko untuk terkena masalah kesehatan ini semakin meningkat. Kita juga akan sulit untuk mengendalikannya sehingga semakin rentan terkena peradangan.

Demi mengendalikan stres, kita disarankan untuk mengonsumsi sayuran yang tinggi antioksidan seperti polifenol dan karotenoid seperti sayuran berdaun hijau.

  1. Berat Badan Naik

Sudah menjadi rahasia umum jika sayuran bisa memberikan dampak besar bagi berat badan. Hal ini disebabkan oleh kandungan serat di dalamnya yang bisa mendukung fungsi pencernaan dan mencegah keinginan untuk makan atau ngemil berlebihan.

Jika kita kurang makan sayur, maka kita pun bisa lebih tertarik untuk ngemil makanan yang tidak sehat dan tinggi kalori. Hal inilah yang kemudian membuat berat badan naik.

 

Sumber:

  1. De Boest, Morgan. 2019. 8 Clear Signs You’re Not Eating Enough Vegetables. thehealthy.com/food/not-eating-enough-vegetables/ (Diakses pada 20 Desember 2019).

DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi