Terbit: 5 Maret 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Stanislava Monstvilene, seorang nenek yang berasal dari Lithuania berusia 70 tahun ini melakukan sebuah hal yang sangat tidak diduga, yakni hanya makan pasir selama sekitar 10 tahun terakhir. Bagaimana bisa sang nenek bisa bertahan hidup?

Terkena Tumor Otak dan Divonis Akan Meninggal, Nenek Ini Kemudian Hanya Makan Pasir dan Semakin Sehat

Photo Source: Vbox7.com

Kebanyakan orang berpikir jika kebiasaan makan pasir-nya ini akan membuat kondisi kesehatan sang nenek semakin memburuk. Namun, dalam realitanya kondisi kesehatannya justru semakin membaik. Sebagai informasi, sebelum memulai kebiasaan makan pasirnya, sang nenek didiagnosis terkena tumor otak stadium akhir dan divonis akan segera meninggal. Kadar hemoglobin yang ada dalam tubuhnya bahkan hanya tersisa di angka 60 saja.

Entah bagaimana ceritanya, sang nenek tiba-tiba saja terpikir untuk makan pasir. Pada awalnya, kebiasaan ini membuatnya tersedak namun kemudian Ia mulai terbiasa melakukannya. Kini, Stanislava bahkan mengaku sudah kecanduan pasir dan hanya mengonsumsinya setiap hari. Baginya, pasir kaya akan kandungan mineral sehingga bisa memberikan manfaat bagi kesehatnnya.

Liliana Vaishvilene, seorang pakar terapi kesehatan yang memeriksa kondisi kesehatan sang nenek mengaku sangat terkejut karena kondisinya justru semakin membaik. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, sang nenek sudah tidak lagi meminta bantuan medis padanya.

Menurut Stanislava, rasa pasir yang Ia konsumsi cukup bervariasi; ada yang terasa asam, ada yang mirip dengan cokelat, dan ada yang terasa hambar. Pilihannya untuk hanya makan pasir dan tidak mencampurkannya dengan makanan lain atau air adalah karena bisa membuat perutnya mual. Jika pasirnya sudah dalam kondisi basah, sang nenek juga tidak akan minum air.

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang berhasil membuktikan bahwa makan pasir bisa membuat tubuh menjadi semakin sehat. Jadi, belum jelas bagaimana bisa kondisi kesehatan Stanislava justru menjadi lebih sehat dan mampu bertahan selama ini dengan tumor otak di dalam tubuhnya.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi