Tumor Otak: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan dan Pencegahan

tumor-otak-doktersehat

Doktersehat.com – Tumor otak adalah suatu kondisi yang terjadi akibat pertumbuhan (proliferasi) abnormal dari jaringan di otak. Tidak semua tumor otak dapat berubah menjadi ganas (kanker), sebagian tetap berupa tumor jinak. Pertumbuhan tumor jinak atau ganas dapat menyebabkan tekanan di dalam tengkorak meningkat. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan otak dan ini bisa mengancam jiwa.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, angka kejadian kanker otak ganas di seluruh dunia berdasarkan angka standar populasi dunia sebanyak 3.4 per 100.000 penduduk. Sementara angka kematian sebanyak 4.25 per 100.000 penduduk per tahun. Angka kematian lebih tinggi pada pria daripada wanita. Baca terus untuk memahami jenis tumor otak, penyebab, ciri-ciri tumor otak hingga pencegahannya.

Jenis Tumor Otak

Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tumor otak terbagi menjadi 130 jenis lebih. Tetapi, berikut sejumlah jenis tumor yang tergolong sering terjadi:

1. Glioma

Jenis tumor otak ini termasuk yang paling umum dan mulai tumbuh di otak atau sumsum tulang belakang, termasuk astrositoma, ependymoma, glioblastoma, oligoastrocytoma, dan oligodendroglioma.

Asal mula glioma masih belum diketahui, namun diperkirakan tumbuh dari sel glial atau sel prekursor glial. Sel glial adalah sel pendukung yang membantu sistem saraf di otak.

2. Meningioma

Adalah jenis tumor otak yang muncul dari selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Sebagian besar meningioma bersifat non-kanker.

Meningioma dapat menimbulkan gejala serius jika tumbuh dan menekan otak atau sumsum tulang belakang, atau bahkan tumbuh ke dalam jaringan otak.

3. Neuroma Akustik (schwannomas)

Adalah tumor otak jinak yang berkembang pada saraf, yang mengontrol keseimbangan dan pendengaran pada telinga bagian dalam ke otak.

4. Adenoma Pituitari

Jenis tumor  otak ini sebagian besar adalah tumor jinak yang berkembang di kelenjar hipofisis pada dasar otak. Tumor ini dapat memengaruhi hormon hipofisis yang berdampak di seluruh tubuh.

5. Medulloblastomas

Adalah tumor otak paling umum pada anak-anak. Medulloblastoma mulai tumbuh di bagian belakang bawah otak dan cenderung menyebar melalui cairan tulang belakang. Jenis tumor ini jarang terjadi pada orang dewasa.

6. Limfoma Sistem Saraf Pusat

Adalah jenis tumor yang sangat agresif menyerang sistem imun di kelenjar getah bening. Kondisi ini biasa terjadi pada lansia berusia 60-80, tetapi juga lebih umum pada orang dewasa yang lebih muda.

7. Tumor Sel Germinal

Tumor sel germinal dapat berkembang selama masa kanak-kanak di mana testis atau ovarium akan terbentuk. Tetapi, terkadang tumor sel germinal dapat menyerang bagian lain dari tubuh, seperti otak.

8. Craniopharyngiomas

Tumor non-kanker yang jarang ini muncul di sekitar kelenjar hipofisis otak, yang mengeluarkan hormon untuk mengendalikan fungsi tubuh.

Craniopharyngioma tumbuh secara perlahan-lahan dapat menyerang kelenjar pituitari dan struktur lain di sekitar otak.

Penyebab Tumor Otak

Tumor otak dapat berasal dari sel otak itu sendiri (bersifat primer), atau dapat pula terjadi akibat metastasis sel kanker dari organ lain ke otak melalui aliran darah atau limfe (bersifat sekunder).

Para ahli kesehatan dan peneliti mengemukakan penyebab tumor otak belum dapat diketahui secara pasti dan menyeluruh. Akan tetapi, penelitian menemukan bahwa sel otak abnormal yang berkembang dengan cepat merupakan penyebab tumor otak berkembang menjadi ganas.

Tumor otak, sama seperti tumor lainnya terbentuk karena perubahan DNA di dalam sel. DNA adalah senyawa kimia yang membentuk gen, mengontrol bagaimana sel-sel tubuh berfungsi.

Faktor Risiko Tumor Otak

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan tumor otak, di antaranya:

1. Usia

Tumor otak lebih sering terjadi pada anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua, meskipun orang dari segala usia dapat mengalami tumor otak.

2. Jenis Kelamin

Secara umum pria lebih mungkin berisiko tumor otak daripada wanita. Tetapi, beberapa jenis tumor otak tertentu lebih sering terjadi pada wanita, salah satunya meningioma.

3. Ras

Tumor otak secara umum lebih sering terjadi di antara orang Kaukasia. Namun, orang Afrika-Amerika lebih cenderung terkena meningioma.

4. Riwayat Keluarga

Anggota keluarga yang menderita tumor otak juga dapat menjadi faktor risiko penyebab tumor otak. Kanker dapat diwariskan secara genetik atau turun temurun, sekitar 5 hingga 10 persen dari semua kanker. Tetapi, jarang tumor otak diwariskan secara genetik.

Jika beberapa orang di keluarga Anda telah menderita tumor otak, konsultasikanlah dengan dokter. Dokter mungkin dapat merekomendasikan konselor genetik.

5. Paparan Kimia

Zat kimia tertentu yang mungkin terdapat di lingkungan kerja dapat meningkatkan risiko tumor otak. The National Institute for Occupational Safety and Health yang berbasis di AS, telah menemukan bahan kimia penyebab tumor otak di lingkungan kerja.

6. Paparan Radiasi

Mereka yang terpapar radiasi pengion memiliki risiko lebih tinggi terkena tumor otak. Paparan radiasi pengion bisa melalui terapi kanker radiasi tinggi. Anda juga dapat terpapar radiasi dari nuklir yang bocor.

7. Tidak Memiliki Riwayat Cacar Air

Menurut Asosiasi Tumor Otak Amerika, orang yang memiliki riwayat cacar air pada masa kanak-kanak memiliki risiko lebih rendah terkena tumor otak.

Jadi, orang yang tidak mengalami cacar air di masa kanak-kanak memiliki risiko lebih tinggi terkena tumor otak.

Gejala Tumor Otak

Gejala tumor otak tergantung dari lokasi, ukuran dan jenis tumor otak itu sendiri. Untuk tumor otak yang sangat kecil dapat tidak menimbulkan tanda tumor otak sama sekali, namun untuk tumor yang cenderung besar dapat menimbulkan ciri tumor otak.

Berikut beberapa gejala tumor otak yang umum:

1. Sakit Kepala

Gejala tumor otak stadium awal biasanya merasakan sakit kepala. Ini karena tumor yang menekan saraf sensitif dan pembuluh darah dapat menyebabkan sakit kepala. Jika sering merasakan sakit kepala daripada sebelumnya, atau bahkan terasa lebih buruk daripada sebelumnya, kemungkinan Anda menderita tumor otak.

Tetapi, sakit kepala mungkin juga disebabkan oleh berbagai alasan, seperti telat makan, kurang tidur atau bahkan gegar otak dan stroke.

2. Mual dan Muntah

Tanda tumor otak ini biasanya terjadi terus menerus dan penyebabnya tidak diketahui secara jelas. Tetapi, ketidakseimbangan hormon akibat tumor otak menyebabkan mual dan muntah.

Mual dan muntah juga gejala tumor otak stadium awal, jadi segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Selama perawatan, seperti kemoterapi tumor otak dapat menimbulkan efek samping mual dan muntah. Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh berbagai alasan lainnya yang mudah dikenali, seperti keracunan makanan, kehamilan, dan influenza.

3. Kejang

Ketika tumor otak hanya menekan sel-sel saraf di otak dapat mengganggu sinyal listrik dan menyebabkan kejang. Kejang terkadang gejala tumor otak stadium awal, tetapi ini bisa terjadi pada tahap berapa pun. Sebagian penderita tumor otak setidaknya mengalami satu kali kejang.

Tatapi, kejang tidak selalu berasal dari tumor otak. Penyebab kejang lainnya seperti masalah neurologis, penyakit otak, dan penarikan obat.

4. Lemas dan Mati Rasa

Tubuh terasa lemah tanpa diketahui apa penyebabnya, namun tanda tumor otak ini terjadi karena tubuh melawan tumor. Sebagian tumor otak juga menyebabkan mati rasa atau kesemutan di tangan dan kaki, yang mengindikasikan tumor di bagian otak tertentu.

Lemas atau mati rasa juga dapat terjadi karena efek samping pengobatan kanker. Gejala tumor otak ini juga disebabkan kondisi lainnya, seperti multiple sclerosis, neuropati diabetik, dan sindrom Guillain-Barre.

5. Kelelahan

Kelelahan terasa tidak biasa pada seluruh bagian tubuh dan terjadi terus-menerus merupakan tanda tumor otak. Tubuh juga terasa berat untuk bergerak dan sering merasa ngantuk di siang hari.

6. Perubahan Suasana Hati

Tumor di otak dapat mengganggu fungsi otak, memengaruhi kepribadian dan perilaku. Tumor otak juga dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang tidak dapat diketahui secara jelas. Misalnya, seseorang yang awalnya aktif kemudian menjadi pasif, atau orang yang mudah bergaul berubah menjadi sensitif.

7. Mudah Lupa dan Bingung

Tumor otak di lobus frontal atau temporal menyebabkan Anda menjadi sering lupa, kesulitan konsentrasi dan sering kebingungan. Kondisi ini pada akhirnya membuat Anda tidak dapat melakukan banyak aktivitas dan mengalami kesulitan merencanakan apa pun. Gejala tumor otak ini bisa memburuk oleh kelelahan.

8. Gangguan Penglihatan

Penglihatan kabur, penglihatan ganda, dan kehilangan penglihatan menjadi tanda dan gejala tumor otak.

Anda juga dapat melihat bintik-bintik bening yang seolah melayang pada mata, kondisi ini tidak berbahaya namun membuat penglihatan buram.

9. Depresi

Depresi adalah gejala tumor otak yang umum terjadi setelah seseorang didiagnosa  mengidap tumor otak. Bahkan orang-orang di sekitarnya, seperti perawat atau anggota keluarga juga dapat mengalami depresi selama perawatan. Gejalanya seperti berikut:

  • Perasaan sedih terus-menerus
  • Kehilangan minat
  • Kurang berenergi dan sulit tidur
  • Pikiran ingin melukai diri sendiri atau bunuh diri
  • Perasaan bersalah atau tidak berharga

Stadium Tumor Otak

Dokter mengkategorikan tumor otak berdasarkan stadium atau tingkatannya. Tingkat tumor otak dapat diketahui setelah melalui pengamatan melalui mikroskop, berikut tingkatannya:

Stadium I

Jaringannya jinak. Sel-selnya hampir menyerupai sel otak normal, dan akan tumbuh secara perlahan.

Stadium II

Jaringannya ganas. Sel-selnya tidak begitu terlihat seperti sel normal daripada sel-sel dalam tumor stadium I.

Stadium III

Jaringan ganas memiliki sel yang terlihat sangat berbeda dari sel normal. Sel-sel abnormal akan tumbuh secara aktif (anaplastik).

Stadium IV

Jaringan ganas memiliki sel-sel yang dapat terlihat paling tidak normal dan cenderung tumbuh cepat.

Diagnosis Tumor Otak

Penentuan jenis tumor perlu dilakukan oleh dokter untuk memperkirakan seberapa parah penyakit dan merencanakan pengobatan yang akan dilakukan. Beberapa langkah pemeriksaan yang bisa dilakukan, di antaranya:

1. CT scan dan MRI

Untuk pasien-pasien yang dicurigai atau telah terdiagnosa tumor otak, dokter biasanya akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan CT Scan dan MRI untuk melihat adanya tumor otak atau tidak.

2. Foto Polos Dada

Pemeriksaan ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu mengetahui apakah tanda tumor otak tadi berasal dari suatu metastasis  yang biasanya kemungkinan terbesar dari tumor yang berasal dari dada.

3. Pemeriksaan Cairan Serebrospinal

Pemeriksaan ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat adanya suatu sel-sel tumor otak dan juga sebagai marker tumor. Namun, biasanya pemeriksaan ini tidak rutin dilakukan terutama untuk pasien yang mempunyai massa otak yang lumayan besar. Dan umumnya, diagnosis yang dilakukan dalam bentuk diagnosis histologi ini ditegakkan melalui suatu pemeriksaan patologi anatomi.

4.  Biopsi Stereostatik

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendiagnosis adanya suatu kedudukan pada tumor yang ada di dalam juga untuk memberikan suatu dasar pada pengobatan dan juga informasi pada prognosis.

5. Angiografi

Tes ini ini menggunakan pewarna yang disuntikkan ke dalam arteri, biasanya di area selangkangan. Zat warna akan mengalir ke arteri di otak.

Cara ini memungkinkan dokter dapat melihat seperti apa suplai darah tumor. Informasi ini bermanfaat ketika operasi.

6. Sinar-X

Tumor otak dapat menyebabkan fraktur atau patah pada tulang tengkorak, dan sinar-X dapat menunjukkan dimana letak fraktur.

Sinar-X juga dapat mengambil cadangan kalsium, yang terkadang terkandung di dalam tumor. Kalsium mungkin ada dalam aliran darah jika kanker telah pindah ke tulang.

Pengobatan Tumor Otak

Seperti dijelaskan sebelumnya, tumor otak merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai. Pasalnya, tumor otak ada yang bersifat jinak maupun ganas. Selain mengetahui tentang ciri-ciri tumor otak dan penyebab tumor otak, Anda juga perlu untuk mengetahui pengobatan tumor otak.

Berikut ini adalah beberapa jenis pengobatan yang bisa digunakan untuk mengusahakan kesembuhan tumor otak, di antaranya:

1. Operasi

Prosedur pengangkatan tumor otak melalui operasi membutuhkan observasi yang mendalam sebelum prosedur medis ini dilakukan. Sel tumor yang terus bertambah ukurannya maupun menyebar bisa membahayakan otak secara keseluruhan. Namun, jika operasi berpotensi membahayakan jaringan otak yang sehat, maka dokter hanya akan mengangkat tumor sebagian agar tidak terjadi efek yang tidak diinginkan.

2. Kemoterapi

Kemoterapi adalah prosedur pengobatan dengan memanfaatkan obat-obatan kimiawi baik melalui injeksi/suntikan maupun oral.

3. Radioterapi

Selain kemoterapi, radioterapi juga bisa menjadi alternatif pengobatan untuk penderita tumor otak. Pengobatan radioterapi menggunakan sinar radiasi yang dosis atau intensitasnya disesuaikan dengan parah tidaknya tumor, maupun usia dan kondisi badan penderita.

4. Terapi Target

Perawatan tumor dengan obat yang ditargetkan berfokus pada kelainan spesifik yang ada dalam sel kanker. Bertujuan memblokir kelainan ini, perawatan obat yang ditargetkan dapat membunuh sel kanker.

Obat terapi yang ditargetkan tersedia untuk jenis tumor otak tertentu, dan banyak lagi obat yang sedang dipelajari secara klinis. Sementara itu, banyak juga bentuk terapi bertarget yang sedang dikembangkan.

5. Rehabilitasi Setelah Perawatan

Tumor otak bisa tumbuh di bagian otak yang mengontrol keterampilan motorik, bicara, penglihatan, dan pemikiran, jadi penderita tumor otak mungkin sangat memerlukan rehabilitasi untuk pemulihan. Tergantung pada kebutuhan pasien, dokter dapat menganjurkan beberapa terapi berikut:

  • Terapi fisik untuk membantu Anda mengembalikan keterampilan motorik yang hilang atau kekuatan otot.
  • Terapi okupasi untuk membantu Anda kembali beraktivitas dengan normal, seperti bekerja atau aktivitas sehari-hari lainnya.
  • Terapi wicara dengan ahli patologi wicara-bahasa, untuk membantu kesulitan berbicara
  • Bimbingan untuk anak-anak usia sekolah dapat membantu mengatasi perubahan dalam memori dan berpikir setelah menderita tumor otak.

6. Pengobatan Tumor Otak Lainnya

Selain pengobatan di atas, terdapat beberapa perawatan tambahan yang dapat membantu  mengatasi tumor otak, di antaranya akupunktur, meditasi, olahraga, terapi seni, terapi musik, dan relaksasi.

Obat untuk Perawatan Tumor Otak

Ada beberapa obat yang biasa digunakan untuk tumor otak yang tidak mengobati tumor secara langsung, tetapi dapat membantu mengurangi gejala tumor atau perawatannya. Beberapa Obat tumor otak di antaranya:

1. Kortikosteroid

Obat kortikosteroid seperti deksametason biasanya digunakan untuk mengurangi pembengkakan di sekitar tumor otak, yang pada akhirnya dapat membantu meringankan sakit kepala dan gejala lainnya.

2. Obat Anti-Kejang (Antikonvulsan)

Obat-obatan juga dapat diberikan untuk mengurangi risiko kejang pada penderita tumor otak. Obat anti-kejang yang berbeda dapat digunakan. Obat-obatan ini dapat memengaruhi cara kerja obat-obatan lain seperti kemoterapi di dalam tubuh, sehingga tidak diberikan kecuali tumor telah menyebabkan kejang.

3. Hormon

Kelenjar hipofisis dapat membantu mengontrol kadar berbagai hormon dalam tubuh. Jika kelenjar hipofisis rusak oleh tumor atau oleh perawatan tumor (seperti operasi atau terapi radiasi), Anda mungkin memerlukan hormon hipofisis atau hormon lain untuk menggantikan yang hilang.

Pencegahan Tumor Otak

Belum ada cara yang diketahui untuk mencegah tumor otak primer. Tetapi, memahami apa saja risiko yang menjadi penyebab tumor otak dapat menghindari berbagai penyebab tersebut, seperti yang telah disebutkan di atas.

Sementara para peneliti sedang mempelajari faktor genetik dan keturunan, paparan bahan kimia tertentu, dan paparan virus tertentu.

Beberapa tumor otak sekunder yang awalnya dimulai pada organ lain dapat dicegah. Misalnya, menghindari produk tembakau untuk mengurangi risiko kanker paru-paru, sehingga mengurangi kemungkinan sel kanker paru-paru muncul di otak.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Antonius Hapindra Kasim dan dr. Jati Satriyo

 

Sumber:

  1. Aman, Renindra A, et. all. Tanpa Tahun. Panduan penatalaksanaan
    Tumor otak. http://kanker.kemkes.go.id/guidelines/PPKOtak.pdf. (Diakses 24 Oktober 2019)
  2. Rowden, Adam. 2019. https://www.medicalnewstoday.com/articles/315625.php. (Diakses 24 Oktober 2019)
  3. Anonim. 2019. Brain tumor. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/brain-tumor/symptoms-causes/syc-20350084. (Diakses 24 Oktober 2019)
  4. Lights, Verneda. 2017. Brain Tumor. https://www.healthline.com/health/brain-tumor. (Diakses 24 Oktober 2019)
  5. Pietrangelo, Ann. 2018. Brain Tumor Warning Signs and Symptoms You Should Know. ttps://www.healthline.com/health/brain-tumor-warning-signs#general-signs-andsymptoms. (Diakses 24 Oktober 2019)
  6. Anonim. 2016. 7 Warning Signs Of A Brain Tumor You Should Know. https://meyercancer.weill.cornell.edu/news/2016-12-22/7-warning-signs-brain-tumor-you-should-know. (Diakses 24 Oktober 2019)
  7. Anonim. 2019. Brain Tumor Overview. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/brain-tumor-overview-a-to-z. (Diakses 24 Oktober 2019)
  8. Anonim. 2017. Other Drug Treatments for Adult Brain and Spinal Cord Tumors. https://www.cancer.org/cancer/brain-spinal-cord-tumors-adults/treating/other-drug-treatments.html. (Diakses 24 Oktober 2019)
  9. Tumor Grades and Types. https://abc2.org/guidance/brain-cancer-facts/tumor-grades-and-types. (Diakses 24 Oktober 2019)