Terbit: 21 January 2020 | Diperbarui: 28 September 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Salah satu masalah kesehatan yang sering dialami masyarakat Indonesia adalah masuk angin. Meski dianggap sebagai masalah yang ringan, dalam realitanya masuk angin bisa membuat badan tidak nyaman dan mengganggu aktivitas. Hanya saja, apakah benar jika salah satu penyebab dari hal ini adalah kebiasaan telat makan?

Telat Makan Sebabkan Masuk Angin?

Kebiasaan Telat Makan Terkait dengan Masuk Angin?

Pakar kesehatan menyebut masuk angin tidak termasuk dalam masalah medis. Kondisi ini disebabkan oleh kombinasi dari gejala flu dan maag dengan gejala seperti tubuh yang terasa tidak nyaman, pegal-pegal, kembung dan begah, sering kentut, mual, hingga sakit perut. Bahkan, ada yang mengalami pilek dan hidung tersumbat dengan parah akibat hal ini.

Masyarakat Indonesia cenderung makan dengan jadwal yang tidak teratur. Hal ini disebabkan oleh kesibukan yang sudah dimulai sejak pagi. Kita pun akhirnya terbiasa makan saat ada waktu luang saja. Bahkan, ada banyak orang yang baru makan jika baru merasakan gejala lapar.

Meskipun rasa lapar ini bisa segera diatasi jika kita makan, kebiasaan telat makan ternyata bisa memberikan dampak buruk tersendiri, khususnya dalam hal merusak ritme sirkadian tubuh. Sebagai informasi, ritme sirkadian adalah perencanaan waktu yang telah dibentuk oleh tubuh demi mengendalikan berbagai fungsinya sesuai dengan kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari. Hal ini bisa mempengaruhi produksi enzim demi mengolah makanan atau mengatur waktu kapan kita mengantuk dan tidur.

Jika kita telat makan, misalnya, tubuh sudah terlanjur memproduksi asam lambung atau enzim demi mengolah makanan. Sayangnya, tidak ada satu pun makanan yang masuk sehingga membuat keberadaan hal-hal tersebut akan percuma. Bahkan, bisa jadi akan menyebabkan efek samping seperti kram perut, kenaikan asam lambung, atau bahkan tukak lambung dengan sensasi yang sangat perih. Selain itu, kita juga akan rentan mengalami sakit perut dan kembung parah.

Berbagai gejala ini bisa dianggap sebagai masuk angin. Hal ini berarti, jika kita terbiasa telat makan, risiko terkena masalah kesehatan ini juga akan naik. Hanya saja, jika ada yang menyebut telat makan bisa menyebabkan flu, hal ini tidaklah benar. Flu dipicu oleh infeksi dari virus influenza, bukannya karena telat makan.

Berbagai Dampak Kebiasaan Telat Makan

Pakar kesehatan menyebut ada berbagai dampak buruk yang bisa kita dapatkan jika sering telat makan. Berikut adalah dampak buruk tersebut.

  1. Mudah Lelah

Jika kita telat makan, maka otak tidak akan mendapatkan nutrisi dengan cukup. Hal ini akan berimbas pada fungsinya yang menurun dengan drastis dan akhirnya membuat kita merasa lelah, lemah, dan lesu. Bahkan, hal ini bisa membut suasana hati menurun, mengganggu daya ingat, dan konsentrasi.

  1. Menurunkan Laju Metabolisme

Telat makan akan mengganggu ritme sirkadian tubuh. Dampaknya akan membuat sistem metabolisme menjadi semakin lambat. Tak hanya membuat kita menjadi kurang berenergi, hal ini juga bisa membuat berat badan naik.

  1. Memicu Sindrom Iritasi Usus

Telat makan akan meningkatkan risiko terkena sindrom iritasi usus dengan gejala semblit atau diare, perut kembung parah, dan kram perut.

  1. Menyebabkan Peradangan pada Lambung

Masalah pencernaan lain yang bisa muncul akibat kebiasaan telat makan adalah peradangan pada lambung. Bahkan, bisa jadi akan memicu tukak lambung dengan gejala nyeri yang sangat terasa pada perut.

  1. Memicu Stres

Telat makan membuat otak tak mendapatkan nutrisi dengan cukup sehingga rentan terkena stres. Hal ini juga bisa membuat risiko terkena sakit kepala akan semakin meningkat.

 

Sumber:

  1. Masters, Maria. 2016. Why Your Random Eating Schedule Is Risky for Your Health.health.com/weight-loss/meal-timing-weight-gain. (Diakses pada 21 Januari 2020).

DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi