Terbit: 12 March 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Berempati membuat hubungan kita dengan orang lain menjadi lebih baik, khususnya saat orang lain sedang terkena masalah. Namun, dalam realitanya, cukup banyak orang yang tidak bisa memberikan empati pada orang lain. Bukannya tak punya hati, bisa jadi ketidakmampuan dalam berempati ini karena faktor genetik.

Tak Bisa Berempati, Bisa Jadi Karena Faktor Keturunan

Dikutip dari BBC, para peneliti menyebutkan bahwa kemampuan berempati tidak hanya dipengaruhi oleh pengalaman hidup, namun juga oleh faktor genetik. Fakta ini terungkap dari penelitian yang melibatkan 46 ribu orang.

Dengan berempati, maka kita bisa mengenal emosi orang lain sehingga membuat kita mampu bersikap dengan lebih baik. Dalam penelitian yang hasilnya kemudian dipublikasikan dalam jurnal berjudul Translational Psychiatry ini, disebutkan bahwa orang-orang yang dilahirkan dari keluarga yang tidak terbiasa berempati cenderung juga memiliki ketidakmampuan untuk melakukannya.

Para partisipan yang terlibat menjawab beberapa pertanyaan kuesioner dan memberikan sampel air liur untuk dicek DNA-nya. Hasilnya adalah, kemampuan berempati yang terlihat dari jawaban kuesioner ternyata berbanding lurus dengan faktor genetik. Yang menarik adalah, penelitian ini juga berhasil membuktikan bahwa wanita memang cenderung lebih baik dalam berempati dibandingkan dengan kaum pria.

Varun Warrier, pemimpin penelitian yang berasal dari University of Cambridge menyebutkan bahwa mengingat kemampuan berempati setiap orang berbeda-beda dan bisa saja dipengaruhi oleh faktor genetik, maka ada baiknya setiap orang sebaiknya memperhatikan faktor-faktor non-genetik jika ingin mengembangkan kemampuan berempatinya.

Penelitian ini masih dalam tahap awal dan menjadi jalan pembuka bagi penelitian-penelitian lain dalam skala yang lebih besar untuk mengetahui seberapa besar pengaruh genetik pada tubuh manusia.

Meski terkadang sulit, ada baiknya memang harus lebih baik dalam berempati pada orang lain ya, Sobat Sehat?


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi