Terbit: 2 April 2023 | Diperbarui: 9 August 2023
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Popcorn adalah salah satu camilan yang umum ditemui di bioskop. Meski begitu, camilan yang terbuat dari biji jagung ini sering dikaitkan dengan penyakit berbahaya, salah satunya adalah kanker. Apakah popcorn memang memberikan dampak buruk bagi kesehatan? Simak penjelasannya di bawah ini. 

Apakah Rutin Makan Popcorn Berdampak Buruk bagi Kesehatan?

Kandungan Nutrisi Popcorn 

Perlu diketahui, penganan ini termasuk makanan whole grain sehingga mengandung banyak sekali nutrisi penting, seperti: 

  • Vitamin B kompleks (B1, B3, B6)
  • Zat besi
  • Magnesium
  • Fosfor
  • Potassium
  • Zinc
  • Copper
  • Mangan

Secara total dalam 100 gram (setara dengan 3 gelas) popcorn terkandung: 

  • 387 kalori.
  • 13 gram protein.
  • 78 gram karbohidrat.
  • 5 gram lemak.

Hal yang menonjol dari makanan ini dalah sumber serat di dalamnya, yakni sekitar 15 gram. Inilah yang menjadikannya sebagai salah satu sumber serat terbaik.

Apakah Mengonsumsi Popcorn Menyehatkan?

Indeks glikemik (IG) yang rendah serta kandungan gizi yang tinggi membuat makanan ini bisa menjadi pilihan camilan sehat. Meski begitu, hal ini jika popcorn diolah dengan cara yang baik.

Popcorn sebenarnya makanan yang tinggi serat, vitamin, dan mineral. Berat kandungan serat dan jumlah kalori yang rendah pada camilan ini juga diyakini membantu menurunkan berat badan. 

Selain itu, di dalam popcorn terkandung polifenol dalam jumlah besar. Senyawa ini merupakan antioksidan yang berfungsi melindungi sel tubuh dari radikal bebas serta berpotensi menurunkan risiko gangguan pencernaan, penyakit jantung, hingga kanker

Akan tetapi, popcorn akan menjadi tidak sehat apabila dalam penyajiannya ditambahkan dengan mentega, gula, garam, atau bahan penyedap berlebih. Tambahan bahan-bahan tersebut bisa menyebabkan kalori dan kandungan lemak jenuh pada popcorn melonjak.

Baca Juga: 12 Cara Turunkan Berat Badan, Sehat dan Mudah Dilakukan 

Tips Sehat Konsumsi Popcorn 

Meski bisa berbahaya bagi kesehatan; apalagi jika mengonsumsinya terlalu sering, ternyata popcorn bisa Anda jadikan camilan yang sehat untuk diet.

Berikut ini beberapa tips mengonsumsinya agar lebih menyehatkan, di antaranya:

1. Masak Dalam Panci Panas

Mengonsumsi popcorn yang dimasak langsung menggunakan panci panas lebih menyehatkan, karena rendah lemak dan kalori. 

2. Gunakan Minyak yang Lebih Sehat

Hindari margarin atau mentega saat mengolah popcorn. Agar lebih sehat, saat memasak popcorn gunakanlah jenis minyak yang lebih sehat. Misalnya minyak kelapa yang menambah rasa dan aroma sedap

3. Tidak Menambahkan Bumbu Berlebihan

Jika ingin menambahkan cita rasa pada popcorn, coba bubuhkan lada, bubuk coklat murni atau bubuk kayu manis. Hindari garam, umbu penyedap, dan gula tambahan berlebih. 

4. Pilihlah Biji Jagung Organik

Agar memperoleh manfaat popcorn dengan maksimal, pilihlah biji jagung organik yang terbebas dari pestisida dan sisa zat berbahaya lainnya.

5. Tambahkan Sayur beserta Rempah Lainnya

Cobalah memasak sayuran seperti brokoli, bayam, dan sayuran berdaun hijau gelap lainnya dengan air fryer, kemudian hancurkan sayuran kering dan taburkan ke atas popcorn yang Anda buat sendiri.

Tidak ada salahnya juga menambahkan daun parsley cincang. Cara ini akan menambahkan rasa, aroma, dan tentunya nutrisi. 

6. Makan dengan Porsi yang Ideal

Meski termasuk makanan rendah kalori, Anda tetap harus menjaga porsinya. Popcorn  yang dikonsumsi secara berlebihan justru dapat menyebabkan penumpukan kalori dan berujung  pada penambahan berat badan. 

Sebelum makan, cobalah untuk menakarnya ke dalam mangkuk kecil untuk membatasi porsi sekali makan.

Baca juga: 11 Cemilan Sehat untuk Diet (Mudah Didapatkan)

Bahaya Makan Popcorn bagi Kesehatan

Tidak sedikit orang yang mengonsumsi popcorn microwave yang dikemas dengan kantung pembungkus.

Kantung ini biasanya dilapisi dengan bahan kimia yang disebut dengan perfluorooctanoic acid (PFOA), yang sering banyak dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk ADHD, masalah tiroid, hingga berat badan lahir rendah.

Popcorn jenis ini juga bisa mengandung diacetyl, zat kimia yang sering digunakan sebagai bahan baku mentega buatan dan berpotensi merusak saluran pernapasan.

Belum lagi, kantung ini juga dibuat dengan menggunakan minyak terhidrogenasi yang mengandung lemak trans berbahaya. Padahal, mengonsumsi lemak trans erat kaitannya dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan penyakit serius lainnya.

 

  1. Anonim. 2022. Health Benefits of Popcorn. https://www.webmd.com/food-recipes/health-benefits-popcorn. (Diakses pada 20 Februari 2023)
  2. Anonim. 2019. Popcorn As a Snack: Healthy Hit or Dietary Horror Show?. https://www.heart.org/en/news/2019/06/18/popcorn-as-a-snack-healthy-hit-or-dietary-horror-show. (Diakses pada 20 Februari 2023) 
  3. Barrel Amanda. 2019. Is Popcorn a Healthy Snack?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324763. (Diakses pada 20 Februari 2023).
  4. Garritano Kayla. 2022. Side Effects of Eating Popcorn, Say Dietitians. https://www.eatthis.com/side-effects-eating-popcorn/. (Diakses pada 20 Februari 2023)  
  5. McDonnell Kayla. 2017.  Popcorn Nutrition Facts: A Healthy, Low-Calorie Snack?. https://www.healthline.com/nutrition/popcorn-nutrition-and-health. (Diakses pada 20 Februari 2023) 


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi