Terbit: 6 August 2016
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Pakar kesehatan menyebutkan jika perkembangan teknologi yang sangat pesat ternayta banyak berimbas pada semakin meningkatnya berbagai resiko terkena penyakit berbahaya. Sebagai contoh, banyaknya orang yang duduk berlama-lama untuk bekerja di kantor atau sekadar menikmati acara televisi ternyata mampu membuat seseorang mengalami masalah obesitas atau kegemukan. Namun, sebuah penelitian mengungkapkan fakta yang lebih spesifik dimana mereka yang gemar menonton film dalam waktu yang lama, khususnya film dengan genre laga ternyata memiliki resiko lebih besar untuk mengalami kegemukan. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Suka Menonton Film Action? Awas Resiko Terkena Obesitas Meningkat

Penelitian yang dilakukan oleh Cornell University dan kemudian dipublikasikan di JAMA Internal Medicine ini menunjukkan fakta mengejutkan dimana film action ternyata bisa membuat kita tersihir untuk terus menontonnya, apalagi jika laga di dalam film ini semakin seru. Tanpa sadar, kita juga akan mengkonsumsi camilan lebih banyak jika dibandingkan saat melihat genre film lainnya. Penelitian ini sendiri melibatkan 94 pelajar yang suka mengkonsumsi camilan di saat menonton film. Diketahui bahwa, camilan yang dikonsumsi sangatlah bervariasi, yakni bisa berupa wortel, biskuit, anggur, hingga cokelat atau minuman cokelat. Uniknya, mereka yang hobi mengkonsumsi film action cenderung suka mengkonsumsi pizza atau popcorn sebagai camilannya.

Sudah menjadi rahasia umum jika pizza atau popcorn adalah makanan yang kurang sehat dan jika kita banyak mengkonsumsinya selama menonton film laga, jelas kita akan meningkatkan resiko obesitas. Sayangnya, banyaknya iklan yang menawarkan makanan cepat saji layaknya popcorn atau pizza kini semakin marak sehingga keinginan untuk mengkonsumsi makanan tersebut juga meningkat. Selain itu, film action yang seru jelas akan semakin membuat kita kurang bergerak dalam waktu yang lama dan hanya terpaku memandang layar.


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi