Terbit: 30 November 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Pedas, gurih, dan bersantan membuat banyak orang menyukai masakan Padang. Namun sayangnya, karena kandungan santan yang banyak, hidangan ini kerap kali dianggap sebagai pemicu serangan jantung dan stroke. Apakah hal tersebut benar adanya? Simak penjelasannya di sini!

Benarkah Masakan Padang Bisa Picu Stroke dan Serangan Jantung?

Fakta Seputar Masakan Padang

Masakan Minang atau lebih dikenal dengan istilah makanan Padang, memiliki banyak pilihan lauk yang disiram dengan kuah kental gurih. Hal inilah yang membuat makanan ini sangat menggoda lidah orang Indonesia.

Sayangnya, ada anggapan bahwa masakan Padang bisa picu stroke dan serangan jantung! Benarkah demikian?

Sebelumnya, Anda perlu mengetahui bahwa ada sejumlah alasan mengapa makanan ini berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan, di antaranya:

1. Sebagian Besar Menu Dimasak dengan Santan 

Rahasia kelezatan nasi padang terletak pada campuran santan kental, rempah-rempah, serta sambal. Campuran ini membuatnya lebih harum, gurih, dan menggugah selera. 

Santan merupakan bahan makanan yang mengandung asam lemak jenuh. Dalam 100 gram santan, terdapat 21 gram asam lemak jenuh.

Jika asam lemak ini dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, maka dapat meningkatkan jumlah kolesterol LDL (low density lipoprotein), meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung koroner, dan stroke. 

LDL merupakan jenis kolesterol yang buruk karena dapat menempel pada permukaan pembuluh darah dan menyebabkan adanya penyempitan atau penyumbatan. Kondisi ini akan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Baca JugaRutin Makan Alpukat, Ini 6 Manfaatnya bagi Jantung

2. Masakan Padang Memiliki Banyak Lauk Jeroan dan Daging Berlemak

Rendang paru, gulai otak, gulai tambusu, dan gulai tunjang merupakan beberapa menu yang umum ditemukan dalam masakan Minang. Semua menu ini merupakan jeroan atau bagian organ dari hewan. 

Sebenarnya, konsumsi jeroan memiliki banyak manfaat. Jeroan diketahui memiliki kandungan zat besi, kolin, omega-3, dan berbagai vitamin dalam jumlah yang tinggi. Selain itu, jeroan juga dapat membantu mempertahankan massa otot dan mempertahankan rasa kenyang lebih lama. 

Namun, konsumsi jeroan dalam jumlah yang berlebihan bisa membahayakan kesehatan. Pasalnya, jeroan umumnya mengandung kolesterol atau lemak jenuh yang tinggi. 

Selain itu, lauk dalam nasi Padang juga banyak yang menggunakan daging sapi sebagai bahan dasarnya. Daging sapi diketahui memiliki jumlah asam lemak jenuh yang lebih tinggi dibandingkan dengan protein lainnya. 

3. Pada Umumnya Masakan Padang Terasa Asin

Masakan Padang cenderung memiliki rasa asin yang dominan. Gabungan rasa asin dan gurih ini berperan penting dalam kenikmatan masakan padang.

Makanan yang asin pada umumnya mengandung garam dalam jumlah yang banyak. Garam akan membuat tubuh mengikat banyak air. Ketika air di dalam darah meningkat, tekanan darah juga akan meningkat serta pembuluh darah menjadi lebih kaku dan sempit. 

Selain itu, tekanan darah yang tinggi juga akan membuat jantung bekerja lebih keras untuk mempompa darah ke seluruh tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menyebabkan otot jantung melemah dan risiko penyakit jantung pun meningkat. 

Apakah Masakan Padang Memicu Serangan Jantung dan Stroke?

Serangan jantung dan stroke bisa disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol LDL tinggi, diabetes, terpapar asap rokok, dan pola makan yang tidak sehat. 

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, masakan padang mengandung banyak asam lemak jenuh dan garam. Jika jumlahnya terlalu banyak dalam tubuh, maka risiko serangan jantung dan stroke juga dapat meningkat. 

Namun, bukan berarti Anda tidak boleh makan nasi Padang sama sekali. Anda tetap bisa mengonsumsinya dalam porsi yang tidak berlebihan dan frekuensi yang tidak terlalu sering.

Selain itu, jangan lupa kombinasikan konsumsinya dengan makanan sehat lainnya seperti buah dan sayur pada menu harian Anda. 

Tak cukup sampai di situ, Anda juga tetap perlu menerapkan pola hidup aktif dengan rajin berolahraga agar tubuh tetap sehat. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

  1. Anonim. 2022. Heart Disease and Stroke. https://www.cdc.gov/chronicdisease/resources/publications/factsheets/heart-disease-stroke.ht. (Diakses pada 29 November 2022).
  2. Anonim. Salt And Your Blood Pressure. https://www.bloodpressureuk.org/your-blood-pressure/how-to-lower-your-blood-pressure/healthy-eating/salt-and-your-blood-pressure/ (Diakses pada 29 November 2022). 
  3. Anonim. 2019. Nuts, Coconut Milk, Raw (Liquid Expressed From Grated Meat And Water). https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/170172/nutrients. (Diakses pada 29 November 2022). 
  4. Anonim. 2021. High-Cholesterol Foods to Eat and Avoid. https://health.clevelandclinic.org/high-cholesterol-foods-to-eat-and-avoid/. (Diakses pada 29 November 2022).
  5. Anonim. 2022. Heart Disease. https://www.cdc.gov/diabetes/library/features/diabetes-and-heart.html. (Diakses pada 29 November 2022).
  6. Coyle, Daisy. 2017. Are Organ Meats Healthy?. https://www.healthline.com/nutrition/organ-meats. (Diakses pada 29 November 2022). 
  7. Florencia, Jessica. 2016. Masakan Padang, Penyakit Jantung, dan Stroke. https://www.klikdokter.com/info-sehat/jantung/masakan-padang-penyakit-jantung-dan-stroke. (Diakses pada 29 November 2022).
  8. Ramadhani, Amelia Arum, et al. 2022. Chemical Characteristics of Beef Rendang from the Results of Coconut Milk Substitution with Fibercreme. https://jitek.ub.ac.id/index.php/jitek/article/view/618. (Diakses pada 29 November 2022).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi