Terbit: 2 Februari 2018
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Jika Anda sering terbangun dengan keadaan bantal digenangi air liur setiap pagi, mungkin Anda perlu membuat beberapa perubahan pada kebiasaan tidur Anda.

Sering Ngiler Saat Tidur? Hentikan dengan Cara Ini

Photo Credit: flickr.com/Blink!

Bagi beberapa orang, tidur telentang bisa menghentikan ngiler, sementara yang mengalami sleep apnea (kesulitan benapas) mungkin memerlukan penanganan yang lebih.

Jika iler menempel di sekitar bibir Anda setiap bangun pagi, tentunya membuat malu pada pasangan Anda, bukan? atau bahkan ngiler ketika Anda ketiduran di transportasi umum?

Nah, untuk menghentiken kebiasaan ngiler, cobalah beberapa tips seperti dilansir dari Wiki How berikut ini:

Mengubah Kebiasaan Tidur Anda

1. Tidur terlentang
Orang yang tidur nyenyak lebih cenderung meneteskan air liur pada malam hari hanya karena gravitasi menyebabkan mulut terbuka dan membiarkan air liur membasahi bantal Anda. Cobalah tidur telentang dan menyelipkan diri sehingga Anda tidak bergeser saat tidur.

2. Menopang kepala saat tidur
Menopang diri Anda dalam posisi yang lebih vertikal untuk mendorong mulut Anda menutup dan membuat aliran udara yang lebih baik.

3. Bernapaslah melalui hidung, bukan mulut
Alasan utama orang ngiler adalah hidung mereka tersumbat. Akibatnya, mereka bernapas melalui mulut hingga menyebabkan ngiler.

Cobalah produk salep untuk hidung seperti vaporub vickub dan balsem. Dengan cara mengoleskannya di bawah hidung Anda untuk melonggarkan lubang hidung yang tersumbat.

Cium minyak esensial seperti eucalyptus dan rose sebelum tidur untuk membersihkan hidung dan menenangkan diri Anda untuk tidur.

Mandi dengan air panas sebelum tidur agar uap murni membersihkan hidung Anda.

4. Mengobati infeksi sinus dan alergi segera setelah muncul
Kondisi yang tidak diobati bisa menyebabkan hudung meler dan kelebihan air liur saat Anda tidur.

5. Cari tahu apakah obat Anda saat ini menyebabkan produksi air liur berlebih
Kelebihan air liur bisa menjadi gejala dari berbagai macam obat. Baca label peringatan pada obat Anda dan tanyakan kepada dokter Anda tentang potensi efek samping obat Anda.

Mendiagnosis dan Mengobati Sleep Apnea

1. Cari tahu apakah Anda sedang mengalami sleep apnea
Jika Anda mengalami kesulitan tidur, bernapas berat, mendengkur keras, atau ngiler, Anda mungkin mengalami sleep apnea. Sleep apnea menyebabkan napas Anda menjadi dangkal dan tipis saat tidur.

Beberapa perilaku dan kondisi dapat meningkatkan risiko sleep apnea Anda. Ini termasuk merokok, tekanan darah tinggi, dan orang berisiko tinggi mengalami gagal jantung atau stroke.

Dokter dapat menentukan apakah Anda memiliki sleep apnea dengan menjalankan berbagai tes pemantauan tidur dan mempelajari riwayat tidur Anda.

2. Cari tahu apakah Anda berisiko napas tersumbat
Ngiler juga merupakan gejala dari napas yang tersumbat. Hubungi dokter telinga, hidung, dan tenggorokan untuk mengetahui apakah napas tersumbat mempengaruhi kemampuan Anda untuk bernapas melalui hidung saat tidur.

3. Menurunkan berat badan
Jika Anda kelebihan berat badan, Anda berisiko tinggi untuk mengalami sleep apnea. Lebih dari separuh dari 12 juta orang di Amerika Serikat misalnya, yang mengalami sleep apnea kelebihan berat badan. Mengubah diet dan olahraga Anda secara teratur, berguna untuk mencapai berat badan yang sehat dan mengurangi ketebalan leher Anda untuk mempermudah pernapasan.

4. Obati sleep apnea secara konservatif
Sleep apnea disembuhkan dengan berbagai cara selain rekomendasi penurunan berat badan. Mereka yang didiagnosis dengan sleep apnea harus menghindari alkohol, obat tidur, dan kurang tidur. Semprotan hidung dan larutan garam dapat membantu membersihkan saluran hidung.

5. Menjalani terapi mekanis untuk sleep apnea
Tekanan saluran napas positif secara terus-menerus (CPAP) adalah perawatan pertama untuk orang-orang yang menderita sleep apnea. Menjalani CPAP, pasien harus mengenakan masker yang memaksa mengalirkan udara melalui hidung dan mulut saat tidur. Idenya adalah untuk memiliki jumlah yang tepat dari penyaringan tekanan udara melalui saluran udara, untuk mencegah terganggunya jaringan saluran napas bagian atas saat Anda tidur.

6. Gunakan perangkat rahang
Perangkat ini mencegah lidah menjorok ke jalannya napas di tenggorokan dan bisa memajukan rahang bawah untuk membuka jalannya napas lebih lebar.

7. Menjalani operasi
Orang yang memiliki jaringan obstruktif seperti kelainan hidung, pembesaran amandel, atau ukutan lidah besar berisiko menjalani prosedur operasi:

Somnoplasty menggunakan frekuensi radio untuk menyempitkan langit-langit lunak di bagian belakang tenggorokan dan membuka jalan napas.

Uvulopalatopharyngoplasty‘ (prosedur pembedahan), atau UPPP/UP3, bisa mengeluarkan jaringan lunak di bagian belakang tenggorokan dengan pembedahan untuk membuka jalan napas.

Operasi hidung terdiri dari beberapa prosedur yang bisa memperbaiki penghalang atau deformitas seperti kelainan hidung.

Tonsilektomi (operasi amandel) dapat menghilangkan amandel besar yang menghalangi jalan napas Anda.

Operasi mandibula atau rahang atas terdiri dari menggerakkan tulang rahang ke depan untuk menciptakan ruang di tenggorokan. Ini adalah prosedur secara intens yang hanya diperuntukkan bagi kasus sleep apnea terburuk.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi