Terbit: 26 January 2021 | Diperbarui: 31 January 2022
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Sanitasi adalah sesuatu yang penting dalam kehidupan manusia karena ia bisa memengaruhi perkembangan fisik, kesehatan, dan daya tahan hidup seseorang. Kenapa hal tersebut menjadi penting? Simak penjelasan selengkapnya.

Pentingnya Sanitasi yang Baik bagi Lingkungan dan Kesehatan Tubuh

Apa Itu Sanitasi?

Pada dasarnya terdapat berbagai macam pengertian terkait hal ini, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sanitasi adalah usaha untuk membina dan menciptakan suatu keadaan yang baik di bidang kesehatan, terutama kesehatan masyarakat.

Menurut Perpres No 185 Tahun 2014 tentang Percepatan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (PPAMS), sanitasi adalah segala upaya yang dilakukan untuk menjamin terwujudnya kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan melalui pembangunan sanitasi.

Pembangunan sanitasi adalah upaya peningkatan kualitas dan perluasan pelayanan persampahan rumah tangga, air limbah domestik, dan pengolahan drainase lingkungan secara terpadu dan berkelanjutan melalui peningkatan perencanaan, kelembagaan, pelaksana, dan pengawasan yang baik.

Kondisi Sanitasi di Indonesia

Sanitasi dan kebersihan sangat penting untuk kesehatan, kelangsungan hidup, dan pembangunan. Hal ini penting untuk mengurangi paparan penyakit terkait water, sanitation, and hygiene (WASH). Di seluruh dunia, diperkirakan 2,4 miliar orang kekurangan sanitasi dasar.

Sanitasi dasar terkait akses terhadap fasilitas pembuangan limbah manusia (feses dan urine) yang aman, serta memiliki kemampuan untuk memelihara kondisi higienis, melalui layanan seperti pengumpulan sampah, pengelolaan limbah industri/berbahaya, dan pengolahan air limbah.

Menurut laporan UNICEF hampir 25 juta orang di Indonesia tidak menggunakan toilet. Kondisi ini menggambarkan bahwa kelompok masyarakat tersebut buang air besar di parit, sungai, semak, hutan, atau ruang terbuka lainnya.  Kebiasaan ini mendukung penyebaran penyakit diare seperti kolera

Seperempat dari semua anak di bawah usia 5 tahun di Indonesia menderita diare, yang merupakan penyebab utama kematian anak.

Sementara itu kelompok orang yang masuk kategori paling miskin, masih tertinggal dengan kesenjangan yang signifikan dalam memperoleh akses kesehatan terutama di antara rumah tangga pada dua tingkat masyarakat paling rendah, yaitu sebesar 40 dan 65 persen di daerah perkotaan dan 36 dan 65 persen di daerah pedesaan.

Kaitannya dengan Kesehatan

Setiap tahunnya, sekitar 827.000 orang di negara berpenghasilan rendah dan menengah meninggal akibat air, sanitasi, dan kebersihan yang tidak memadai. Sekitar 60% dari total kematian terjadi akibat diare dan sanitation yang buruk diyakini menjadi penyebab utama sekitar 432.000 kematian ini.

Meski menjadi pembunuh utama, diare adalah kondisi yang dapat dicegah. WASH yang lebih baik dapat mencegah kematian 297.000 anak di bawah usia 5 tahun setiap tahun.

Negara-negara yang sebagian besar warganya buang air besar sembarangan memiliki jumlah kematian anak-anak di bawah usia 5 tahun, tingkat kekurangan gizi, dan kemiskinan yang tertinggi, serta kesenjangan sosial yang besar.

 

Manfaat Meningkatkan Sanitasi

Manfaat sanitasi yang lebih baik tidak hanya mengurangi risiko diare, akan tetapi juga:

  • Mengurangi penyebaran cacing usus, schistosomiasis, dan trachoma.
  • Mengurangi keparahan dan dampak malnutrisi.
  • Mempromosikan martabat dan meningkatkan keselamatan, terutama di kalangan wanita dan anak perempuan.
  • Potensi pemulihan air, seperti pemanfaatan limbah feses.

Bukti menunjukkan bahwa meningkatkan kebersihan air minum atau sanitation yang dikelola dengan aman—seperti air pipa yang diatur atau sambungan ke selokan dengan pengolahan air limbah—dapat secara dramatis meningkatkan kesehatan dengan mengurangi kematian akibat penyakit diare.

Jika akses terhadap air yang sehat semakin mudah didapatkan oleh semua orang, hal tersebut dapat menyelamatkan nyawa orang yang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit yang secara langsung disebabkan oleh air yang tercemar, sanitasi yang tidak memadai, dan praktik kebersihan yang buruk.

Efek positif lainnya adalah mengurangi angka kekurangan gizi pada anak, serta membantu meringankan keterbelakangan fisik dan mental.

Hal-Hal Penting Terkait Krisis Sanitasi

Berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang krisis yang saat ini sedang dihadapi, antara lain:

  • Krisis sanitasi masih masif. Sekitar 4,2 miliar orang masih hidup tanpa sanitation yang dikelola dengan aman dan 673 juta orang masih melakukan buang air besar sembarangan.
  • Kurangnya sanitasi adalah pembunuh utama. Kondisi yang tidak memadai ini diperkirakan menyebabkan 432.000 kematian akibat diare setiap tahun dan merupakan faktor utama dalam penyakit seperti cacingan, trachoma, dan schistosomiasis.
  • Orang-orang yang menanggung beban. Mereka yang hidup tanpa sanitation yang dikelola dengan aman cenderung menghadapi berbagai bentuk diskriminasi.
  • Dampak terparah keadaan ini menyerang anak-anak. Sekitar 297.000 anak balita diperkirakan meninggal setiap tahun akibat diare karena konsumsi air minum yang tidak sehat, sanitasi, dan kebersihan diri yang tidak baik.
  • Sanitasi adalah hak asasi manusia. Hukum hak asasi manusia internasional mewajibkan negara untuk berupaya memberikan akses air dan sanitasi yang baik untuk semua orang, tanpa diskriminasi dan memprioritaskan pada yang paling membutuhkan.
  • Ancaman krisis bagi semua orang. Menjamin sanitasi bagi mereka yang tertinggal tidak hanya penting bagi kesehatannya tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan. Manfaat kesehatan dari hal ini hanya akan terwujud sepenuhnya jika setiap orang telah mengelola sanitation dengan aman.
  • Berada di luar jalur. Program sustainable development goal berguna untuk memastikan air dan sanitation didapatkan oleh semua warga negara pada tahun 2030. Hal ini akan semakin sulit dicapai karena terbatasnya pendanaan, pencemaran air yang semakin memburuk, dan struktur tata kelola yang buruk.

Tantangan yang Harus Diselesaikan

Hal penting lainnya adalah sanitasi harus memenuhi kebutuhan kelompok yang terpinggirkan dan suara mereka harus didengar dalam proses pengambilan keputusan. Kerangka peraturan dan hukum harus mengakui hak atas kesehatan lingkungan untuk semua orang, alokasi dana untuk hal ini harus ditingkatkan, dan dan menargetkan mereka yang paling membutuhkan.

 

  1. Anonim. Sanitation. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sanitation. (Diakses pada 26 Januari 2021).
  2. Anonim. Eight things you need to know about the sanitation crisis. https://www.un.org/sustainabledevelopment/blog/2019/10/eight-things-you-need-to-know-about-the-sanitation-crisis/. (Diakses pada 26 Januari 2021).
  3. Anonim. Air, Sanitasi dan Kebersihan (WASH). https://www.unicef.org/indonesia/id/air-sanitasi-dan-kebersihan-wash. (Diakses pada 26 Januari 2021).
  4. Anonim. PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
    NOMOR 185 TAHUN 2014
    TENTANG PERCEPATAN PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI. http://ciptakarya.pu.go.id/plp/upload/peraturan/Perpres_No_185_Tahun_2014_-_Percepatan_penyediaan_air_minum_dan_sanitasi.pdf. (Diakses pada 26 Januari 2021).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi