Terbit: 1 November 2021 | Diperbarui: 30 March 2022
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Pada dasarnya, perbedaan infeksi kelenjar getah bening dan kanker getah bening sulit dikenali jika hanya mengandalkan tampilan fisik saja. Hal itu disebabkan karena dua kondisi ini memiliki gejala yang hampir sama. Simak perbedaan kelenjar getah bening dan kanker, selengkapnya di bawah ini.

Perbedaan Kelenjar Getah Bening yang Mengalami Infeksi dan Kanker

Mengenali Perbedaan Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem limfatik yang berfungsi untuk melawan infeksi, virus, kuman, membasmi sel kanker, dan menghancurkan zat beracun yang masuk ke dalam tubuh

Beberapa kondisi seperti pilek, sakit tenggorokan, dan infeksi telinga dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening. Pembengkakan bisa menyusut jika Anda mencoba untuk mengobati infeksi.

Meski jarang terjadi, kelenjar di bawah rahang juga bisa mengalami pembengkakan. Hal ini mungkin terjadi karena salah satu saluran air liur yang masuk ke mulut menyempit atau tersumbat. Kemungkinan kanker berkembang pada kelenjar tersebut terbilang kecil.

Lantas, bagaimana membedakan bahwa pembengkakan kelenjar getah bening menjadi tanda kanker?

Beberapa pakar menggunakan waktu sebagai panduan. Pembengkakan yang terjadi selama dua minggu adalah estimasi waktu untuk mulai mempertimbangkan kanker sebagai kemungkinan. Selain waktu, tanda lainnya adalah benjolan yang semakin bertambah besar dari hari ke hari.

Beberapa faktor lain yang mengarah pada kanker adalah:

  • Usia. Kemungkinan kanker lebih tinggi pada seseorang yang berusia di atas 40 tahun dengan pembengkakan kelenjar getah bening, daripada seseorang yang berusia 20 tahun.
  • Riwayat kanker kulit. Jika Anda menderita kanker kulit yang membutuhkan perawatan serius, terdapat kemungkinan kanker menyebar ke luar kulit.
  • Gaya hidup. Beberapa gaya hidup yang meningkatkan risiko kanker adalah merokok dan konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
  • Memiliki human papillomavirus (HPV). Kondisi ini menyebabkan tumbuhnya kutil pada kulit di berbagai area tubuh. Meski umumnya berkembang di area kelamin, seseorang juga dapat mengembangkan HPV di mulut atau tenggorokan, sehingga menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening.

Nah, itulah perbedaan kelenjar getah bening dan kanker yang penting untuk Anda tahu.

Baca Juga: 7 Obat Kelenjar Getah Bening yang Membengkak (Efektif)

Bagaimana Kanker di Kelenjar Getah Bening Ditemukan?

Kelenjar getah bening berada di dalam tubuh jadi tidak dapat dirasakan atau dilihat. Dokter mungkin menggunakan  tes pencitraan untuk mencari pembesaran kelenjar di dalam tubuh.

Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah ada kanker pada kelenjar getah bening adalah dengan melakukan biopsi. Dokter dapat mengambil sampel dari satu atau lebih kelenjar getah bening untuk dianalisis di laboratorium.

Baca Juga: 8 Ciri Ciri Kanker Kelenjar Getah Bening Stadium 1

Bagaimana Kanker Menyebar ke Kelenjar Getah Bening?

Kanker dapat menyebar dari tempat asalnya ke bagian tubuh yang lain. Saat sel kanker melepaskan diri dari tumor, sel dapat melakukan perjalanan ke area lain melalui aliran darah atau sistem getah bening.

Jika sel melakukan perjalanan melalui sistem getah bening, sel-sel kanker mungkin berakhir di kelenjar getah bening. Sebagian besar sel kanker mati sebelum dapat mulai tumbuh di tempat lain. Akan tetapi, satu atau dua sel mungkin menetap di area baru, mulai tumbuh, dan membentuk tumor. Penyebaran kanker ke bagian tubuh yang baru ini disebut metastasis.

Sel kanker yang menyebar ke bagian tubuh yang baru harus melalui beberapa perubahan. Pertama, sel harus mampu melepaskan diri dari tumor asli dan menempel pada dinding luar limfa atau pembuluh darah. Kemudian, sel harus bergerak melalui dinding pembuluh darah untuk mengalirkan darah atau getah bening ke organ atau kelenjar getah bening baru.

 

  1. Anonim. 2019. When Are Swollen Glands a Sign of Cancer in the Lymph Nodes?. https://health.clevelandclinic.org/when-are-swollen-glands-a-sign-of-cancer-in-the-lymph-nodes/. (Diakses pada 1 November 2021).
  2. Anonim. Lymph Nodes and Cancer. https://www.cancer.org/treatment/understanding-your-diagnosis/lymph-nodes-and-cancer.html. (Diakses pada 1 November 2021).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi