Terbit: 10 Februari 2022 | Diperbarui: 8 Maret 2022
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Lonjakan kasus infeksi virus COVID-19 varian Omicron masih terjadi. Hal ini membuat banyak orang bertanya-tanya mengenai berapa lama masa inkubasi Omicron. Simak penjelasan mengenai cara menghitung masa inkubasi dan hal-hal penting lainnya di bawah ini.

Mengenali Masa Inkubasi Omicron dan Pentingnya Tes COVID-19

Berapa Lama Masa Inkubasi Varian Omicron?

Sebelum menjelaskan mengenai inkubasi Omicron, perlu Anda ketahui bahwa masa inkubasi adalah periode antara infeksi awal dan munculnya gejala pertama suatu penyakit.

Sebuah studi yang dilakukan Centers for Disease Control and Prevention (CDC)—dengan menganalisis data dari enam orang yang tertular varian Omicron—menemukan bahwa 73 jam (tiga hari) adalah masa inkubasi yang umum terjadi.

Bahkan, ada pasien yang mengembangkan gejala 33 jam setelah terpapar dan ada juga yang menjadi bergejala setelah 75 jam.

Menurut laporan CDC, beberapa gejala yang bisa terjadi meliputi:

  • Batuk.
  • Kelelahan.
  • Hidung tersumbat.
  • Pilek.

Pada akhirnya, masa inkubasi Omicron menurut para peneliti lebih pendek yaitu sekitar 3 hari daripada SARS-CoV-2 asli (lima hari atau lebih) dan varian Delta (empat hari).

Perlu diketahui juga, beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa Omicron mungkin lebih menular daripada varian Delta. Tetapi para ahli masih mencari tahu seberapa pengaruhnya pada kesehatan seseorang dan seberapa kuat vaksin bekerja melawannya.

Baca Juga: Isoman Omicron: Syarat dan Panduan Menjalaninya

Periode Penularan Virus Corona yang Paling Tinggi

Beberapa peneliti memperkirakan bahwa orang yang terinfeksi SARS-CoV-2 dapat menyebarkannya ke orang lain 2 hingga 3 hari sebelum gejala muncul, sementara waktu yang paling menular adalah 1 hingga 2 hari sebelum seseorang merasa sakit.

Sementara untuk varian Omicron—karena masa inkubasinya yang lebih pendek—varian ini mungkin lebih cepat menularkan. Meski begitu, penelitian lebih lanjut masih harus dilakukan untuk membuktikan klaim ini.

Sementara itu, menurut CDC, jika Anda positif COVID-19 dengan gejala ringan hingga sedang, Anda mungkin bisa menularkan selama 10 hari sejak hari pertama muncul gejala. Sementara jika Anda mengalami gejala yang parah, Anda mungkin dapat menularkan hingga 20 hari sejak awal gejala.

Tinjauan skala besar terhadap 113 penelitian COVID-19 dari 17 negara menemukan bahwa jika Anda menderita COVID-19, tingkat penularan paling tinggi adalah 1 hari sebelum dimulainya gejala dan penularan umumnya mengalami penurunan sekitar seminggu kemudian. Tinjauan tersebut mencakup beberapa varian COVID-19 yang muncul sebelum Omicron dan Delta.

Baca Juga: Radang Tenggorokan akibat Omicron dan Flu Biasa, Ini Perbedaannya

Kapan Tes COVID-19 Diperlukan?

Memiliki masa inkubasi yang lebih pendek tidak berarti Omicron lebih mudah dikendalikan. Varian ini sangat menular dan sangat sulit untuk menghambat penyebarannya.

Masa inkubasi yang pendek justru mengharuskan Anda untuk segera melakukan tes COVID-19, terutama jika diketahui pernah menjalin interaksi dengan seseorang yang terpapar Omicron.

CDC merekomendasikan agar Anda melakukan tes COVID-19 ‘setidaknya’ lima hari setelah melakukan kontak dekat dengan seseorang yang positif SARS-CoV-2. Sedangkan untuk varian Omicron Anda dianjurkan untuk tes di hari ketiga. Jika Anda positif, isolasi harus segera dilakukan.

Sementara menurut Thomas Russo, Professor and Chief of infectious Disease di University at Buffalo, masa inkubasi Omicron yang lebih pendek membuatnya lebih dekat dengan flu (yang memiliki masa inkubasi satu hingga empat hari).

Dikarena Omicron bereplikasi begitu cepat, masa inkubasinya sangat singkat, dan berbagai penelitian terbaru seputar inkubasi, masyarakat disarankan untuk melakukan rapid test lima hingga tujuh hari setelah potensi terpapar virus.

Mengingat masa inkubasi Omicron yang lebih pendek, banyak ahli merekomendasikan untuk melakukan rapid test dua hingga empat hari setelah potensi paparan. Tes diperlukan untuk mengurangi risiko penularan virus ke orang lain.

 

  1. Anonim. Coronavirus Incubation Period. https://www.webmd.com/lung/coronavirus-incubation-period#1. (Diakses pada 10 Februari 2022).
  2. Anthes, Emily dan Jonathan Corum. 2022. Charting an Omicron Infection. https://www.nytimes.com/interactive/2022/01/22/science/charting-omicron-infection.html. (Diakses pada 10 Februari 2022).
  3. Miller, Korin. 2022. Omicron’s Incubation Period Is Really Short: Here’s Why That Matters. https://www.prevention.com/health/a38868608/omicron-incubation-period/. (Diakses pada 10 Februari 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi