Terbit: 1 August 2019 | Diperbarui: 19 May 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Nyeri anus atau disebut proctalgia adalah rasa nyeri yang dirasakan di daerah anus atau rektum. Terdapat beberapa hal yang bisa menyebabkan kondisi ini, namun pada beberapa kasus, kondisi ini bisa diatasi dengan terapi obat-obatan hingga prosedur pembedahan. Simak penjelasan mengenai anus panas dan nyeri selengkapnya di bawah ini.

9 Penyebab Anus Panas dan Cara Mengatasinya

Penyebab Anus Panas dan Nyeri

Sebelum menjelaskan mengenai dubur panas, perlu Anda ketahui bahwa kondisi anus panas dan nyeri bisa terjadi pada pria dan wanita. Agar rasa tidak nyaman ini bekurang, Anda bisa mengurangi beberapa faktor risikonya.

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang menyebabkan anus panas dan nyeri, di antaranya:

1. Prolaps rektum

Penyebab anus panas dan nyeri yang pertama bisa disebabkan prolaps rektum. Prolaps rektum adalah sebuah kondisi di mana sebagian atau seluruh dinding rektum keluar dari lokasi asalnya, serta menempel di sekitar anus.

2. Tumor jinak

Penyebab anus panas dan nyeri berikutnya yang harus diwaspadai adalah keberadaan tumor jinak atau kanker. Pemeriksaan lebih lanjut seperti parameter lab darah yang menunjukkan kanker sampai melakukan anoskopi, CT Scan atau MRI diperlukan untuk menegakkan diagnosis ini.

3. Kolitis ulseratif

Kolitis ulseratif adalah salah satu penyakit yang bisa membuat anus panas setelah buang air. Kolitis ulseratif sendiri adalah suatu peradangan kronis yang terjadi pada usus besar dan rektum. Kondisi ini menyebabkan terdapat tukak atau luka di dinding usus besar yang menyebabkan tinja bercampur darah.

Gejala yang bisa dikenali adalah munculnya keluhan seperti keram perut, demam, dan diare.

4. Sindrom levator ani

Anus panas setelah buang air berikutnya bisa disebabkan karena adanya sindrom levator ani. Levator ani sendiri merupakan otot yang berada di daerah anus dan memiliki fungsi untuk mengatur pembuangan urine ketika buang air kecil.

Ketegangan yang terjadi di otot ini diduga bisa menyebabkan anus panas dan nyeri hilang timbul yang berlangsung beberapa jam hingga beberapa hari. Nyeri yang dirasakan oleh mereka yang mengalami sindrom ini adalah nyeri seperti tertekan dan bisa memburuk saat duduk.

5. Hemoroid

Hemoroid atau wasir adalah kondisi yang bisa menyebabkan anus panas dan nyeri karena membesarnya pembuluh darah vena. Bagi mereka yang sering mengangkat beban berat, setelah melahirkan atau konstipasi, maka hemoroid berisiko tinggi menyerang Anda.

Anus panas dan nyeri pada hemoroid adalah sesuatu yang ringan, namun Anda juga tidak boleh menyepelekannya karena kondisi ini bisa memburuk dan menimbulkan rasa nyeri yang hebat atau terasa berdenyut. Hemoroid juga bisa disertai rasa gatal, kemerahan dan rasa mengganjal pada anus.

6. Fisura ani

Fisura ani adalah robekan kecil pada kulit di sekitar anus. Kondisi ini umumnya disebabkan tinja keras dan besar yang sulit dikeluarkan, sehingga membuat anus meregang.

Selain itu, kondisi ini juga bisa disebabkan karena seseorang memiliki otot sfingter ani yang kaku sehingga sulit untuk membuang tinja dengan lancar. Otot ini bekerja untuk mengatur keluarnya tinja. Selain rasa nyeri yang ditimbulkannya, fisura ani juga bisa membuat BAB berdarah.

7. Fistula ani dan abses anus

Terbentuknya saluran kecil di antara ujung usus besar dan kulit di sekitar anus disebut fistula ani. Kondisi ini terbentuk sebagai reaksi adanya infeksi kelenjar pada anus yang berkembang menjadi abses anus, di mana terbentuknya benjolan atau kantung berisi nanah.

Rasa nyeri yang dirasakan akan memburuk saat duduk dan terasa berdenyut. Tanda lain yang bisa dikenali adalah munculnya bengkak di sekitar anus, kemerahan, demam, atau BAB berdarah.

8. Proctalgia fugax

Jika disaat tidur Anda terbangun karena merasakan anus panas dan nyeri, berarti Anda mengalami proctalgian fugax. Kondisi ini biasanya terjadi secara mendadak dan hanya dirasakan dalam waktu yang singkat.

Anus panas dan nyeri yang dirasakan terasa kuat, menusuk atau menyerupai kram. Meski penyebab kondisi ini belum diketahui secara pasti, kondisi ini diduga karena ketegangan yang terjadi pada otot sfingter ani.

9. Konstipasi

Anus panas dan nyeri yang terakhir juga bisa disebabkan oleh konstipasi. Kondisi ini merupakan faktor yang meningkatkan hemoroid.

Nah, itulah beberapa penyebab anus panas dan nyeri yang harus Anda waspadai.

Cara Mengatasi Anus Panas

Terdapat beberapa pilihan pengobatan anus panas dan nyeri, namun untuk mengurangi gejalanya setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda. Perawatan hanya bertujuan untuk meredakan gejala.

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi anus panas dan nyeri, antara lain:

  • Olahraga secara rutin.
  • Cobalah untuk berendam air panas selama 20 menit.
  • Konsumsi makanan tinggi serat dan air putih yang cukup untuk melunakkan tinja. Jika diperlukan minum obat pencahar.
  • Konsumsi obat-obatan pereda nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol. Anda juga bisa  mengoleskan krim anti nyeri di sekitar anus.
  • Jika nyeri yang dirasakan terasa sangat kuat, Anda bisa mengonsumsi obat penghilang rasa sakit seperti NSAID, opoid, dan kortikosteroid.
  • Krim topikal. Bisa salep atau krim yang biasa dijual dipasaran untuk menghilangkan nyeri ataupun sejenis ointment untuk mengurangi lecet dan luka pada daerah anus
  • Jika Anda didiagnosis terdapat tumor atau hemoroid, tindakan pembedahan diperlukan.

Jika Anda sudah melakukan beberapa perawatan seperti di atas, namun kondisi
anus panas dan nyeri tidak membaik, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Pada beberapa kasus, anus panas dan nyeri tidak diketahui penyebab pastinya, sehingga belum ada pengobatan yang tepat untuk mengatasinya. Jika begitu, biasanya dokter hanya memberikan obat pelemas otot dan obat pereda nyeri, namun tidak bisa mengatasi penyebab yang mendasarinya.


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi