Terbit: 23 Januari 2018
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Pernahkah Anda memperhatikan bahwa anak muda kini mengalami kebotakan rambut lebih cepat? atau bahkan Anda sedang mengalaminya?

Mengapa Generasi Milenial Cepat Mengalami Kebotakan?

Penelitian baru-baru ini menemukan bahwa orang-orang di China berusia 20-an lebih cepat botak daripada generasi sebelumnya.

Data tersebut merupakan anekdot dari survei yang dilaporkan sendiri terhadap 4.000 siswa di Universitas Tsinghua di Beijing, namun para periset mengatakan 60 persen peserta penelitian muda melaporkan bahwa mereka kehilangan banyak rambut.

Sementara 25 persen responden mengatakan bahwa mereka tidak memperhatikan kerontokan rambut sampai mereka diberitahu oleh teman atau keluarga, sementara 40 persen menjawab bahwa mereka cukup menyadari ketebalan rambut mereka berkurang.

Periset juga melaporkan bahwa siswa yang paling tidak melaporkan kerontokan rambut, sedang mempelajari ilmu pengetahuan, matematika, dan teknik otomotif.

Milenial dan rambut rontok
Kebotakan biasanya terkait dengan bertambahnya usia, namun banyak generasi milenial di Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka mengalami rambut rontok.

Dr. Andrea Hui, ahli dermatologi San Francisco, mengatakan bahwa pria dan wanita berusia 18 tahun meminta bantuan untuk memberantas rambut rontok.

Penata rambut New York Angelo David mengatakan kepada New York Post, bahwa semakin banyak klien mudanya mengeluhkan kekhawatiran dengan rambut yang menipis dan ketebalan rambut berkurang.

Perubahan hormonal, penyakit autoimun, kelainan tiroid, dan stres adalah salah satu penyebab rambut rontok yang diketahui pada pria dan wanita muda. Namun, diet juga bisa sangat mempengaruhi kesehatan rambut.

Meningkatnya popularitas diet vegetarian dan vegan juga dapat berkontribusi menyebabkan rambut rontok pada generasi milenial.

Penelitian yang dilakukan tahun lalu oleh Dr. Emily L. Guo, seorang dokter penduduk di Baylor College of Medicine di Texas, mengindikasikan bahwa konsumsi protein sangat berkurang serta kekurangan seng, vitamin D, dan nutrisi lainnya dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan rambut.

Seberapa besar faktor stres?
Stres dapat mempengaruhi siklus hidup pertumbuhan rambut Anda. Biasanya, rambut Anda tumbuh, lalu berhenti tumbuh, dan akhirnya rontok. Langkah-langkah ini disebut fase anagen, catagen, telogen, dan eksogen.

Anagen (fase pertumbuhan) dari rambut kulit kepala manusia berlangsung dari dua sampai enam tahun. Setelah fase pertumbuhan, rambut memasuki fase catagen singkat (beberapa hari) saat folikel menyusut sedikit.

Itu diikuti fase telogen (istirahat) saat rambut tetap stabil. Akhirnya, rambut memasuki fase eksogen (kerontokan).

Ini adalah proses yang terus menerus dan normal bagi seseorang untuk kerontokan rambut antara 50 dan 100 helai rambut setiap hari.

Doris Day, MD, Day Dermatology & Estetika dan penulis “Beyond Beautiful” percaya bahwa stres adalah faktor penting yang menyebabkan kerontokan rambut generasi milenial.

“Stres bisa mengganggu proses pertumbuhan rambut dengan menggerakkan rambut keluar dari fase pertumbuhan sebelum waktunya. Hal ini dapat menyebabkan jumlah rambut yang rontok lebih banyak,” kata Day.

Rambut rontok akibat stres telah ditunjukkan pada tikus yang terpapar suara keras. Dalam penelitian ini, stres menyebabkan rambut hewan pengerat ini masuk katagen sebelum waktunya.

Studi lain yang melibatkan monyet menemukan kemungkinan kerontokan rambut yang lebih parah pada hewan uji dengan tingkat kortisol (hormon stres) yang lebih tinggi.

Menurut sebuah laporan dari American Psychological Association (APA), penelitian menunjukkan adanya hubungan antara usia dan stres.

Generasi milenial mengatakan bahwa mereka merasa terisolasi atau kesepian karena stres sambil mempertahankan rata-rata lima “teman dekat” yang dengannya mereka dapat bersantai, mendiskusikan masalah pribadi, atau meminta pertolongan.

Periset APA menemukan bahwa anggota generasi X dan milenium melaporkan tingkat stres yang lebih tinggi daripada generasi yang lebih tua. Mereka juga tampaknya memiliki lebih banyak kesulitan untuk berhasil mengatasi.

Mereka mengatakan bahwa perawatan rambut milenial juga berkontribusi terhadap rambut rontok.

Bleaching rambut yang berlebihan bisa merusak rambut dengan serius. Berat dan ketegangan ekstensi rambut juga bisa melemahkan folikel rambut, sehingga menyebabkan lebih banyak rambut rontok.

Generasi milenial lebih sadar rambut
Sehari-hari fokus melihat penampilan sosok lain melalui media massa sebagai faktor lain yang membuat generasi milenial lebih peka terhadap perubahan rambut.

Menurut Day, Biasanya orang mengalami kerontokan rambut pada usia 20 dan 30-an.

Namun pengaruh selebriti dan media yang lebih besar membuat hasrat lebih besar untuk rambut yang lebih tebal dan lebih menarik dari generasi sebelumnya.

“Siapa pun yang peduli dengan rambut atau mengalami kebotakan sebaiknya menemui ahli dermatologi untuk mengetahui apa yang bisa dilakukan. Ada tindakan medis, nutrisi, dan tindakan lainnya yang bisa membantu,” Day menyarankan.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi