Terbit: 21 September 2020 | Diperbarui: 30 March 2022
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Berpikir negatif memiliki manfaat? Anda mungkin heran dengan pernyataan tersebut. Anda  tidak salah baca, kok. Berpikir negatif memang ternyata memiliki sisi positifnya sendiri. Apa saja itu? Simak informasinya berikut ini.

10 Manfaat Berpikir Negatif yang Jarang Disadari

Manfaat Berpikir Negatif bagi Kesehatan

Sering atau tidak, kita semua pasti pernah berpikir negatif terhadap sesuatu. Ya, pikiran negatif atau negative thinking memang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Namun, hal ini memang sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan karena dapat mengganggu kualitas hidup. Kendati demikian, tidak selamanya memiliki pikiran negatif itu buruk, loh. Ada sejumlah manfaat yang bisa didapat dari berpikir negatif. Tidak percaya? Berikut penjelasannya.

1. Lebih Waspada

Manfaat negative thinking yang pertama adalah Anda jadi memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi. Sebagai contoh, Anda mengalami suatu gejala penyakit dan lantas langsung berpikir jika gejala tersebut menjadi pertanda dari penyakit serius. Anda pun segera bergegas untuk memeriksakan diri ke dokter guna memastikan kondisi. Ternyata, gejala yang dialami merupakan gejala penyakit ringan. Sadar ataupun tidak, hal ini membuat Anda menjadi lebih waspada terhadap isu-isu kesehatan. Kewaspadaan tersebut lantas berimbas pada meningkatnya kepedulian Anda terhadap kesehatan diri sendiri. Anda jadi berusaha untuk menerapkan pola hidup sehat guna meminimalisir risiko penyakit berbahaya di kemudian hari. Hal ini juga tentunya berlaku untuk berbagai aspek kehidupan lainnya, ya.

2. Mengetahui Batasan Diri

Setiap orang memiliki mimpinya masing-masing. Guna mewujudkan mimpinya tersebut, tidak hanya dibutuhkan kerja keras namun juga pikiran positif yang ditunjukkan dengan semangat dan rasa optimis. Akan tetapi, pada sebagian orang—mungkin termasuk Anda salah satunya—yang terjadi justru sebaliknya. Alih-alih optimis, yang dirasakan justru rasa pesimis bahwa apa yang diimpikan tersebut tidak dapat—atau setidaknya sulit—diraih karena menyadari akan batasan diri sendiri. Ini juga merupakan salah satu bentuk pikiran negatif yang secara cukup mengejutkan, memiliki manfaat. Apa manfaatnya? Manfaatnya adalah Anda jadi bisa lebih fokus dan terarah pada suatu tujuan yang dirasa masih bisa dijangkau oleh kemampuan yang dimiliki. Dengan begitu, pikiran jadi tidak terdistraksi. Pasalnya, seseorang yang sangat optimis terkadang jadi memiliki banyak keinginan di dalam hidupnya. Tidak salah, memang. Akan tetapi, hal tersebut dikhawatirkan dapat membuat orang jadi selalu merasa kurang, suatu hal yang justru bisa saja mengganggu pikiran.

3. Tidak Terjebak Ekspektasi

Manfaat berpikir negatif selanjutnya adalah agar Anda tidak terjebak oleh yang namanya ekspektasi tinggi. Setiap orang tentunya punya ekspektasi atas suatu hal yang diinginkan, akan tetapi dengan berpikir tentang segala kemungkinan-kemungkinan tidak mengenakkan yang bisa terjadi, hal ini dapat membantu kita untuk dapat mengendalikan ekspektasi tersebut. Sehingga, ketika seburuk-buruknya ekspektasi tersebut tidak terpenuhi, Anda tidak lantas menjadi sedih, stres, apalagi sampai depresi. Tetaplah berekspektasi dan optimis karena itu juga memang harus, namun kendalikan sebaik mungkin.

4. Memiliki Manajemen Risiko yang Baik

Negative thinking juga secara tidak langsung dapat melatih manajemen risiko. Ini terkait dengan poin manfaat yang pertama yakni meningkatkan kewaspadaan. Dengan memiliki sifat waspada, pikiran Anda akan terbiasa untuk melakukan pemetaan (mapping) terhadap berbagai kemungkinan, khusunya kemungkinan negatif. Kemudian, Anda akan mencari cara bagaimana untuk mencegah—atau setidaknya meminimalisir—kemungkinan-kemungkinan negatif tersebut. Alhasil, eksekusi rencana menjadi lebih matang dan potensi kegagalan atau hal negatif lainnya benar dapat dicegah atau diminimalisir.

5. Menghemat Waktu dan Uang

Teman mengajak Anda untuk pergi travelling atau sekedar makan bersama di restoran favorit. Lantas, terlintas di pikiran Anda jika kegiatan tersebut tidak ada manfaatnya sama sekali. Pikiran tersebut belum tentu benar adanya. Namun sadar atau tidak sadar, keengganan Anda untuk menerima ajakan teman ini dapat menghemat waktu dan juga uang. Benar begitu, bukan? Akan tetapi, sebaiknya hal ini tidak dijadikan kebiasaan. Ada kalanya Anda juga harus bersosialisasi sekaligus melepas penat.

6. Membantu Membuat Keputusan dengan Baik

Berkaitan dengan poin ke-4, manfaat berpikir negatif selanjutnya adalah untuk membantu Anda dalam membuat suatu keputusan, terutama keputusan yang memang penting. Dengan memerhatikan segala kemungkinan buruk, Anda jadi tidak sembarangan dalam mengambil keputusan penting tersebut.

7. Menjadi Kritis

Di zaman seperti sekarang ini, arus informasi menjadi sangat masif. Dibutuhkan sikap kritis agar informasi yang kita dapat dapat dicerna dengan baik tanpa menimbulkan misinterpretasi. Nah, Anda harus tahu jika berpikir negatif juga sedikit banyak dapat memicu sikap kritis. Pasalnya, Anda jadi skeptis dan tidak ingin langsung menelan suatu informasi mentah-mentah. Alih-alih langsung percaya, yang akan Anda lakukan adalah menganalisis terlebih dahulu informasi tersebut dan mencari berbagai perspektif. Setelah itu, barulah Anda bisa menentukan pandangan.

8. Menghindari Tindak Kriminal

Berprasangka buruk kepada orang lain mungkin memang tidak dibenarkan. Namun melihat kondisi akhir-akhir ini, nampaknya sikap seperti itu bisa jadi relevan. Sebagai contoh, tiba-tiba ada orang tidak dikenal yang menghubungi Anda di ponsel. Dengan berpikir negatif terhadap orang tersebut, Anda bisa saja terselamatkan dari tindakan kriminal. Siapa yang tahu, bukan?

9. Mampu Membuat Perubahan

Orang yang kerap dilanda pikiran negatif secara tidak sadar menjadi lebih peka terhadap dirinya sendiri maupun lingkungan sekitarnya. Alhasil, ia jadi bisa melihat apa saja kekurangan yang ada. Berangkat dari hal tersebut, orang tersebut jadi termotivasi untuk melakukan suatu perubahan yang akan membuat segalanya menjadi lebih baik.

10. Menghargai Diri Sendiri

Beberapa manfaat berpikir negatif di atas seperti meningkatkan kewaspadaan, mengetahui batasan diri, dan melindungi diri dari tindakan kriminal tanpa Anda sadari mengarah pada suatu hal yang lantas juga menjadi manfaat lainnya, yakni Anda jadi lebih menghargai diri sendiri. Anda tidak ingin sakit, tidak ingin menjadi korban tindak kejahatan, dan tidak stres karena kenyataan tidak sesuai ekspektasi. Bukankah ini merupakan suatu bentuk penghargaan terhadap diri sendiri?

 

Cara “Berdamai” dengan Pikiran Negatif

Tidak ada salahnya, kok untuk punya negative thinking. Asalkan, jangan jadikan hal ini semakin membuat Anda terpuruk. Berikut beberapa tips agar bisa “berdamai” dengan kehidupan:

  • Jangan memaksa diri untuk mengusir pikiran negatif.
  • Selalu lihat suatu hal dari berbagai perspektif.
  • Mintalah pendapat orang lain.

  1. Anonim. 2010. The benefits of negative thinking https://www.smh.com.au/business/small-business/the-benefits-of-negative-thinking-20101217-18zsv.html#:~:text=when%20making%20decisions.-,The%20researchers%20discovered%20that%20negative%20people%20communicate%20better%2C%20think%20more,for%20all%20your%20workplace%20ills. (diakses pada 21 September 2020)
  2. Selig, M. 2019. 9 Positive Benefits of Negative Thinking. https://www.psychologytoday.com/us/blog/changepower/201912/9-positive-benefits-negative-thinking (diakses pada 21 September 2020)
  3. Walton, A. 3 Shocking Benefits of Negative Thinking. https://www.lifehack.org/articles/communication/3-shocking-benefits-negative-thinking.html (diakses pada 21 September 2020)


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi