Terbit: 3 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Garam selama ini dikenal sebagai salah satu penyebab tekanan darah tinggi. Namun penelitian terbaru menyebutkan bahwa konsumsi garam berlebih juga dapat membahayakan otak.

Konsumsi Garam Berlebih Dapat Merusak Otak

Dilansir dari WebMD, sebuah studi menunjukkan bahwa ada hubungan antara pola konsumsi garam berlebih dengan daya ingat dan kemampuan berpikir. Dalam penelitian tersebut, peneliti memberi makan garam sejumlah 8-16 kali takaran jumlah garam normal pada sekelompok tikus. Dalam waktu 8-12 minggu, para tikus ini menunjukkan masalah berpikir. Mereka kesulitan membedakan antara benda-benda baru dan yang sudah tidak asing lagi. Kelompok tikus ini pun kesulitan untuk keluar dari labirin dan membangun sarang.

Profesor neurologi dan ilmu saraf, Costantino Iadecola, di Weill Cornell Medical College di New York City, sebagai pemimpin penelitian ini menyebutkan kaitan antara perilaku tikus tersebut dengan manusia. “Kami menerjemahkan bahwa perilaku tikus tersebut dapat disamakan dengan demensia atau gangguan kognitif yang parah,”. Pada manusia, gangguan ini biasanya berupa kesulitan mengingat, disorientasi, sulit mengenakan berpakaian, memasak, dan melakukan aktivitas harian lainnya.

Hal ini serupa dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh dr. Alexandra Fiocco dari University of Toronto, Kanada, yang menyebutkan bahwa pola hidup tinggi konsumsi garam dan sedikit berolahraga dapat memicu kepikunan dan meningkatkan risiko alzheimer.

Hingga saat ini peneliti masih berusaha mencari tahu bagaimana garam bisa mempengaruhi kinerja otak. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan Iadecola, ketika kelompok tikus ini makan garam berlebih, usus mereka akan memproduksi Th17, sejenis sel darah putih yang berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh. Hal ini yang akan menyebabkan kenaikan komponen lain dari sistem kekebalan tubuh, yaitu protein yang disebut IL-17. Ketika tubuh memproduksi terlalu banyak IL-17, ia tidak dapat memasok cukup oksida nitrat, sel-sel yang melapisi pembuluh darah. Bila kadar oksida nitrat turun, pembuluh darah akan tegang dan menyebabkan kurangnya aliran darah ke otak sehingga otak tidak dapat bekerja maksimal.

Asupan garam memang perlu dibatasi untuk mencegah risiko berbagai penyakit seperti tekanan darah, stroke, jantung dan demensia . Para ahli menyebutkan bahwa konsumsi garam yang aman bagi anak-anak adalah sekitar 1-5 gram, sedangkan bagi dewasa adalah sekitar 6 gram atau setara dengan 1 sendok teh.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi