Terbit: 2 Maret 2022 | Diperbarui: 4 Maret 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Istilah komorbid sering dipakai untuk menunjukkan kondisi kesehatan di mana seseorang memiliki penyakit kronis serta penyakit lainnya yang mengiringi. Simak penjelasan mengenai jenis hingga perawatan yang bisa dilakukan, selengkapnya di bawah ini.

Komorbid: Pengertian, Jenis, hingga Cara Mengatasinya

Apa itu Komorbid?

Komorbid atau komorbiditas adalah kondisi di mana seseorang memiliki dua atau lebih masalah kesehatan pada saat yang sama–atau jika salah satunya timbul akibat kondisi kesehatan sebelumnya.

Penyakit yang diderita salah satunya adalah penyakit kronis atau yang telah diderita dalam waktu lama. Misalnya, diabetes, penyakit yang merupakan komorbiditas dari tekanan darah tinggi. Artinya diabetes menyebabkan meningkatnya risiko tekanan darah tinggi.

Penyakit komorbid juga dapat memberatkan penyakit yang mengiringinya, seperti kolesterol tinggi yang memberatkan penyakit kardiovaskular.

Penyebab Komorbiditas

Terdapat banyak kemungkinan seseorang mengalami komorbiditas, di antaranya:

  • Penyakit yang saling berkaitan, baik fisik maupun mental. Seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Atau trauma dan skizofrenia.
  • Penyebab yang sama, saat menderita satu penyakit tertentu, otomatis Anda akan mengalami penyakit lainnya.
  • Suatu penyakit menyebabkan penyakit tambahan. Misalnya endometriosis yang dapat menyebabkan kista dan kanker rahim. Contoh lainnya, diabetes yang menyebabkan obesitas.
  • Gejala suatu penyakit menyebabkan pasien mendapatkan masalah kesehatan tambahan. Misalnya, gejala depresi menyebabkan pasien tertekan dan beralih menjadi pecandu narkoba.
  • Penyakit mental sering kali saling memengaruhi satu sama lain dan memperparah kondisi. Kondisi komorbiditas juga dapat mencakup keluhan fisik dan mental sekaligus.

Baca Juga: 11 Penyakit Komorbid COVID-19 yang Harus Diwaspadai dan Pencegahannya

Jenis Komorbid yang Umum

Terdapat beberapa jenis komorbiditas yang umum terjadi, baik penyakit fisik maupun mental, seperti:

  • Obesitas

Obesitas dikenal luas sebagai komorbid dari banyak penyakit. Paling tidak ada 236 jenis masalah kesehatan termasuk 13 jenis kanker yang disebabkan oleh obesitas. Komorbiditas yang umum terjadi pada penderita obesitas adalah:

    • Resistensi insulin, kondisi yang terjadi pada penderita diabetes tipe 2.
    • Tekanan darah tinggi.
    • Dislipidemia, yaitu tekanan darah dan kolesterol yang tinggi.
    • Penyakit kardiovaskular.
    • Stroke.
    • Artritis.
    • Osteoarthritis.
    • Depresi.
    • Kanker.

Kelebihan berat badan dapat menyebabkan berbagai fungsi organ-organ tubuh terganggu, hal itulah yang membuat berbagai penyakit bisa berdatangan. Bahkan, perubahan fisik yang terjadi juga dapat memicu turunnya rasa percaya diri dan depresi.

  • Diabetes

Penyakit ini dikenal sebagai penyakit pencetus. Artinya diabetes dapat menyebabkan penyakit-penyakit lain di dalam tubuh. Kondisi umum yang berkaitan dengan diabetes adalah:

    • Dislipidemia.
    • Perlemakan hati non-alkohol.
    • Penyakit kardiovaskular.
    • Gagal ginjal.
    • Obesitas.
    • Disfungsi seksual.
    • Kebutaan.

Diabetes dan obesitas sering kali bergandengan, penderita obesitas akan mengalami diabetes. Namun penderita diabetes tidak selalu menderita obesitas. Penanganannya pun biasanya dilakukan bersamaan.

Komorbiditas mental

Sebuah survei dilakukan oleh Substance Abuse and Mental Health Services Administration (SAMHSA) tahun 2018 tentang kesehatan dan penggunaan obat-obatan. Hasil survei itu mengungkapkan, hampir 9,2 miliar orang dewasa di AS memiliki komorbiditas terkait masalah mental, seperti depresi dan gangguan kecemasan.

Kondisi ini sering kali diiringi oleh ketergantungan obat. Penyakit mental juga sering diiringi dengan kekerasan yang tidak terkendali.

Menurut National Alliance on Mental Illness (NAMI), 60 % orang yang memiliki gangguan kecemasan juga mengalami gejala depresi. Masalah mental lainnya yang disebabkan oleh kondisi ini adalah:

  • Bipolar disorder
  • Post-traumatic stress disorder
  • Serangan panik.
  • Social anxiety.
  • General anxiety.
  • Obsessive Compulsive Disorder.
  • Fobia.

Jika komorbiditas tidak ditangani dengan benar hal ini akan menyebabkan kondisi yang lebih parah, seperti halusinasi dan skizofrenia.

Cara Mengatasi Komorbid

Komorbid kerap kali harus diatasi dengan cara yang berkesinambungan. Yaitu perpaduan dari berbagai perawatan, seperti konsultasi, perencanaan pola hidup sehat, serta penanganan dengan obat-obatan. Hal ini berlaku untuk komorbiditas fisik maupun mental.

Dalam proses pengobatan, pasien komorbid juga membutuhkan dukungan dan bantuan dari komunitas maupun tenaga medis.

Dukungan keluarga dan orang-orang terdekat akan sangat membantu pasien untuk memperbaiki kualitas kesehatannya, terutama yang mengalami masalah fisik dan mental secara bersamaan.

Komorbiditas dapat menjadi situasi yang sangat menantang, oleh karena itu dibutuhkan perawatan intensif untuk menyembuhkannya.

Peran keluarga dan orang terdekat juga sangat penting untuk menyemangati pasien karena perawatan yang dilakukan adalah perawatan jangka panjang. Sering kali pengobatan pada satu penyakit akan menyembuhkan penyakit yang lainnya juga.

 

  1. Christiansen, Sherry. 2021. What Is Comorbidity?. https://www.verywellhealth.com/comorbidity-5081615. (Diakses pada 1 Maret 2022).
  2. DerSakissian, Carol. 2021. What Is Comorbidity?. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-comorbidity. (Diakses pada 1 Maret 2022).
  3. Klykylo, William. 2002. Comorbid Diabetes and Hepatic Cirrhosis. https://www.sciencedirect.com/topics/neuroscience/comorbidity. (Diakses pada 1 Maret 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi