Terbit: 23 September 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Tahukah Anda jika kita bisa kentut hingga 20 kali dalam sehari? Meski jumlahnya terlihat cukup banyak, dalam realitanya terkadang kita bisa kentut jauh lebih sering dari frekuensi tersebut. Sebenarnya, apakah tidak apa-apa jika frekuensi kentut kita meningkat?

Frekuensi Kentut Meningkat, Berbahayakah?

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa peningkatan frekuensi kentut ini biasanya disebabkan oleh konsumsi makanan yang bisa memicu produksi gas dengan berlebihan di dalam perut. Makanan yang bisa memberikan efek tersebut adalah kubis, kol, brokoli, dan kacang-kacangan.

Makanan-makanan tersebut juga kaya akan serat sehingga meskipun bisa membuat frekuensi kentut meningkat, mampu membuat kesehatan pencernaan membaik, mengendalikan kadar gula darah, kolesterol, dan berat badan dengan lebih baik.

Penyebab lain dari peningkatan frekuensi kentut adalah kebiasaan makan dengan cepat. Banyak orang yang masih terbiasa melakukannya karena tidak benar-benar menikmati makanan seperti dengan tetap menonton televisi atau memainkan ponsel saat mengonsumsinya.

Hal ini membuat udara yang tertelan di setiap suapan makanan pun cukup banyak dan akhirnya memicu peningkatan frekuensi kentut atau bersendawa.

Yang menjadi masalah adalah, peningkatan frekuensi kentut bisa jadi terkait dengan tidak seimbangnya bakteri usus yang disebabkan oleh adanya infeksi atau diabetes hingga terjadinya sindrom iritasi usus besar yang memang bisa menyebabkan sakit perut, kembung, dan diare.

Kondisi kesehatan ini tidak bisa disepelekan begitu saja dan harus segera diperiksakan ke dokter, apalagi jika peningkatan frekuensi kentut ini berlangsung dalam waktu yang lama dan disertai dengan gejala lainnya.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi