Terbit: 29 January 2019 | Diperbarui: 7 October 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Kopi adalah salah satu minuman yang cukup banyak digemari. Namun, ada beberapa orang yang lebih suka mengonsumsi kopi dengan tambahan bahan-bahan lain seperti gula, krimer atau susu skim. Meski ketiga hal tersebut lumrah dalam sajian kopi, lantas bagaimana jika seseorang ingin mendapatkan manfaat dari kopi dan bahan tambahan–seperti kopi campur susu?

Apa Efek Minum Kopi Campur Susu bagi Tubuh? Cek Penjelasannya

Mencampurkan Kopi dan Susu

Sebelum menjelaskan mengenai kopi dicampur susu, salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan yaitu apakah jika Anda mengonsumsi susu campur kopi, hal itu bisa menghilangkan kandungan nutrisi di dalamnya?

Menurut dr. Marudut, kopi campur susu justru bisa menurunkan nilai gizi dari susu. Kandungan tanin pada kopi ternyata mampu mengikat zat besi yang ada di dalam susu. Alhasil, jika Anda berharap mendapatkan zat besi dari sepertinya hal ini adalah sesuatu yang sia-sia.

Perlu diketahui, tanin adalah antioksidan berjenis polifenol yang berfungsi untuk mencegah atau menetralisir efek radikal bebas merusak di dalam tubuh. Sementara susu mengandung mineral yang kinerjanya akan dipengaruhi oleh tanin, salah satunya zat besi dan kalsium. Tanin bisa ‘mengikat’ zat besi sehingga mengganggu proses penyerapannya ke dalam tubuh, begitu juga dengan kalsium.

Namun, mengingat kandungan paling penting di dalam susu adalah kalsium, Anda tidak perlu khawatir terhadap hilangnya kandungan zat besi dari susu. Dokter Marudut mengungkapkan, kopi campur susu atau kopi campur teh bisa menghilangkan 10 persen kadar kalsium susu.

Bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan atau bagi orang dewasa yang ingin menjaga kesehatan dan kekuatan tulangnya, berkurangnya kadar kalsium yang mereka konsumsi tentu bisa berpengaruh besar bagi kesehatan, hal inilah yang kemudian membuat bahaya kopi campur susu.

Jika Anda memang ingin minum susu dengan tujuan mendapatkan nutrisinya, maka ada baiknya tidak mencampurkannya dengan bahan-bahan lainnya layaknya kopi dan teh. Namun, jika Anda hanya ingin mengonsumsinya sebagai minuman yang enak dan menyegarkan saja, maka tidak masalah jika meminum kopi campur susu atau kopi campur teh.

Manfaat Kopi Susu

Kopi campur susu atau umum dikenal sebagai latte, memiliki porsi susu yang lebih banyak dibanding cappucino. Segelas kopi susu (350 ml) dengan susu kedelai tanpa gula mengandung 18 gram karbohidrat, 7 gram protein, 130 kalori, 30 persen kalsium, 4 gram lemak, dan 18 gram karbohidrat

Sementara itu, segelas kopi susu berukuran sama yang diracik dengan susu tanpa lemak mengandung 100 kalori, 35 persen kalsium, 15 gram karbohidrat, dan 10 gram protein. Jika Anda menggunakan susu full-fat, kandungan gizi dalam gelas kopi susu Anda menjadi: 180 kalori, 30 persen kalsium, 14 gram karbohidrat, 10 gram protein dan 9 gram lemak.

Perkiraan kasarnya:

  • Satu sendok teh gula pasir = 16 kalori.
  • Satu sendok teh krimer standar = 20 kalori dan 1,5 gram lemak.
  • 1/2 sdm gula dan 1/2 sdm krimer = 40 kalori dan 4 gram lemak.

Bahaya Kopi Susu

Kopi dan susu pada dasarnya memiliki manfaat yang baik bagi tubuh, namun jika Anda menanyakan adakah manfaat kopi susu? Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa nutrisi yang terkandung di dalamnya bisa menurun akibat tambahan bahan-bahan lain seperti gula, krimer atau susu. Beberapa penambahan bahan-bahan tersebut justru bisa mengubah sifat kopi dan susu.

  • Kopi campur krimer atau susu

Kopi campur susu, terutama susu yang mengandung kandungan lemak tinggi, dapat membuat pasokan lemak yang masuk ke dalam tubuh melonjak tinggi. Hal ini bisa meningkatkan risiko obesitas di mana komplikasi yang ditimbulkan adalah stroke, penyakit jantung, dan diabetes.

Sama halnya dengan susu, penggunaan krimer pada kopi juga menimbulkan gangguan kesehatan karena kadar lemak pada krimer yang tinggi. Campuran ini juga berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan.

  • Kopi campur gula

Konsumsi gula maksimal dalam sehari adalah empat sendok makan. Jika lebih dari itu, risiko penyakit diabetes melitus bisa meningkat. Selain itu, Anda juga harus waspada dari gula-gula yang berasal dari makanan atau minuman yang tidak Anda sadari, karena hal itu juga memengaruhi asupan gula harian Anda.

Salah satu cara meminum kopi yang cukup banyak digemari adalah kental dan manis, di mana hal ini justru bisa meningkatkan diabetes dan obesitas. Apabila Anda tidak terbiasa mengonsumsi kopi pahit, sebaiknya batasi jumlah gula dalam cangkir kopi untuk menurunkan risiko terjadinya diabetes.

Sementra itu, bahaya kopi campur susu selanjutnya menurut dr. Fiastuti Witjaksono Msc. MS. spGK dari Perhimpunan Osteoporosis Indinesia (Perosi) adalah membuat tulang menjadi rapuh karena menghambat penyerapan kalsium.

Namun, Anda tidak perlu khawatir, kalsium yang mampu membuat tulang kuat dan terhindar dari osteoporosis bisa didapatkan dari sumber lain yaitu produk dari sayuran berwarna hijau, tahu, tempe, dan kacang.

Sementara menurut dr. Ari Fahrial Syam SpPD dari FKUI-RSCM, manfaat kopi susu mampu melindungi dinding lambung dari efek negatif kafein. Oleh karena itulah, ia menyarankan konsumsi kopi tiga cangkir sehari. Lantas, bagaimana dengan makanan yang bisa memicu asam lambung? Adalah cokelat dan keju yang dapat membuat peningkatan produksi asam lambung.

Pada dasarnya, kopi tanpa campuran susu, gula, krimer adalah pilihan terbaik untuk menjaga kesehatan Anda. Para pakar kesehatan pada umumnya menyarankan untuk minum kopi hitam pahit demi mendapatkan manfaat kesehatan, daripada minuman kopi berlemak dan bergula.

Namun, jika Anda menggemari kopi campur susu atau krimer, pilihlah dengan kandungan rendah lemak. Selain itu, hindari minum kopi kemasan dengan campuran gula, susu atau krimer di dalamnya.


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi