Terbit: 20 August 2016 | Diperbarui: 23 November 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Jika kita melihat trend belakangan ini, semakin banyak anak muda yang merasa tidak percaya dengan orang lain dan cenderung lebih suka asyik dalam dunianya sendiri, khususnya dalam memakai gadget. Sebagian dari kita bahkan mudah cemas saat berbicara atau bertemu dengan orang banyak. Hal ini tentu akan berimbas pada kesulitan kita untuk mudah bergaul dengan siapa saja. Meskipun terlihat sepele, pakar kesehatan ternyata menyebut hal ini sebagai sebuah fobia sosial, sebuah kondisi dimana seseorang takut dengan orang lain tanpa adanya orang yang jelas.

Benarkah Kini Semakin Banyak Orang yang Phobia Sosial?

Pakar kesehatan Anu Asnaini, Ph.D yang berasal dari University of Pennsylvania menyebutkan jika penderita fobia sosial adalah yang merasa takut untuk dinilai negatif oleh orang lain layaknya dianggap bodoh, kurang kompeten, hingga tidak menarik secara fisik. Penderita fobia ini akan sangat sulit untuk menghadapi pertemuan dengan orang lain, bahkan untuk sekadar bertanya akan sesuatu hal dengan orang lain atau meminta ijin memakai toilet umum. Anu menyebutkan jika banyak penderita fobia sosial yang mengalami rendahnya ketrampilan sosial dan mudah terkena serangan panic.

Andai penderita fobia sosial ini dipaksa untuk tampil di depan umum atau berbicara dengan orang lain, bisa jadi mereka akan menunjukkan gejala layaknya pusing-pusing, berkeringat dingin, badan gemetaran, serta sakit perut dan diare. Bagi anak-anak, fobia sosial bisa membuat mereka tantrum atau menangis.

Anu menyebutkan jika kemajuan teknologi memang menyebabkan semakin banyak orang yang mengaalmi fobia sosial. Penyebabnya bisa jadi adalah penggunaan gadget yang semakin mengasyikkan, hingga beberapa hal lain layaknya bercakap-cakap dengan orang lain melalui ponsel atau internet, atau hal-hal remeh layaknya mereka yang bekerja di dalam rumah dan para pemesan makanan yang diantar di rumah. Hal ini akan membuat interaksi seseorang semakin menurun dan membuat mereka fobia sosial.

Meskipun terlihat sepele, Anu mengingatkan kita bahwa fobia sosial bukan hal yang bisa dianggap remeh karena bisa memicu kecemasan berlebihan, serangan panic, depresi, hingga gangguan obsesif kompulsif yang sangat berbahaya.


DokterSehat | © 2025 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi