Terbit: 30 November 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Bahaya logam berat dapat berdampak buruk bagi kesehatan, baik paparan jangka pendek maupun jangka panjang. Selengkapnya simak daftar jenis logam berat yang bahaya pada manusia berikut ini!

8 Jenis Logam Berat yang Berbahaya bagi Kesehatan

Apa Itu Logam Berat?

Logam berat adalah unsur yang secara alami terdapat di dalam bumi. Unsur ini digunakan ke dalam berbagai aplikasi modern, seperti pertanian, kedokteran, dan industri.

Tubuh seseorang bahkan secara alami mengandung beberapa logam berat. Ini termasuk zinc (seng), besi, dan tembaga, yang diperlukan untuk fungsi tubuh selama unsur ini tidak dalam jumlah beracun.

Bahaya Logam Berat bagi Manusia

Logam berat di tubuh dalam jumlah yang aman tidak memicu keracunan. Namun, keracunan logam berat dapat terjadi ketika jaringan lunak tubuh menyerap terlalu banyak logam tertentu. Logam paling umum yang dapat diserap tubuh manusia dengan jumlah beracun, seperti air raksa, timbal, kadmium, dan arsenik.

Seseorang mungkin dapat terpapar logam tersebut dalam jumlah tinggi dari makanan, polusi udara atau air, obat-obatan, wadah makanan dengan lapisan yang tidak tepat, paparan industri, atau cat berbahan timbal.

Berikut ini bahaya logam berat bagi kesehatan:

1. Arsenik

Arsenik adalah logam berat tidak berbau dan tidak berasa. Arsen anorganik merupakan
karsinogen yang diketahui dan dapat memicu kanker kulit, paru-paru, hati dan kandung kemih.

Kontaminasi dalam tingkat tertentu juga menyebabkan gejala lainnya. Paparan tingkat rendah dapat menyebabkan mual dan muntah, penurunan produksi sel darah merah dan putih, irama jantung tidak normal, kerusakan pembuluh darah, dan sensasi tusukan jarum di tangan dan kaki.

Paparan tingkat rendah jangka panjang bisa menyebabkan penggelapan kulit dan munculnya kutil di telapak tangan, telapak kaki, dan dada. Sedangkan jika tertelan dalam tingkat yang sangat tinggi berisiko menyebabkan kematian.

2. Barium

Barium adalah logam alami yang sangat melimpah dan biasanya digunakan untuk berbagai keperluan industri. Senyawa barium digunakan untuk elektroda busi dan dalam tabung vakum sebagai pengering dan zat penghilang oksigen, lampu pijar, pengeboran lumpur, cat, batu bata, keramik, kaca, dan karet.

Jika terpapar dalam jangka pendek, barium dapat menyebabkan muntah, perut kram, diare, kesulitan bernapas, peningkatan atau penurunan tekanan darah, mati rasa di sekitar wajah, dan kelemahan otot.

Sedangkan dalam jumlah besar menyebabkan darah tinggi, perubahan irama jantung, kelumpuhan, dan mungkin kematian.

3. Kadmium

Kadmium adalah jenis logam yang sangat beracun. Semua jenis tanah dan batuan, termasuk batubara dan pupuk mineral, mengandung beberapa kadmium.

Logam berat ini memiliki banyak kegunaan, seperti pada baterai, zat warna, pelapis logam, dan plastik.

Senyawa kadmium dikenal sebagai karsinogen manusia. Misalnya, perokok terkena kadar kadmium secara signifikan lebih tinggi daripada perokok pasif. Paparan kadmium tingkat tinggi melalui pernapasan dapat menyebabkan kerusakan parah pada paru-paru.

Jika tertelan dalam kadar yang sangat tinggi akan sangat mengiritasi lambung, sehingga menyebabkan muntah dan diare. Sementara paparan jangka panjang dengan kadar lebih rendah dapat menyebabkan penumpukan di ginjal dan berisiko memicu penyakit ginjal, kerusakan paru-paru, dan tulang rapuh.

4. Kromium

Kromium ditemukan dalam batuan, hewan, tumbuhan, dan tanah dan dalam bentuk cairan, padat, atau gas.

Kromium digunakan dalam paduan logam seperti baja tahan karat, lapisan pelindung pada logam, pita magnetik, dan warna untuk cat, semen, kertas, karet, dan bahan lainnya.

Beberapa bahaya logam berat bagi manusia, termasuk pernapasan tingkat tinggi dapat menyebabkan iritasi pada lapisan hidung, luka hidung, pilek, dan masalah pernapasan, seperti asma, batuk, sesak napas, atau mengi

Jika terkena ke kulit dapat menyebabkan borok. Reaksi alergi seperti kemerahan berat dan pembengkakan di kulit. Paparan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati, peredaran darah ginjal dan jaringan saraf, dan iritasi kulit.

5. Timbal

Senyawa timbal dapat ditemukan di semua lingkungan, termasuk udara, tanah, dan air. Timbal digunakan untuk memproduksi baterai, solder, pipa dan produk lainnya. Timbal merupakan logam yang sangat beracun.

Timbal memiliki dampak buruk. Bahaya logam berat bagi kesehatan dapat memengaruhi setiap organ dan sistem dalam tubuh.

Paparan dalam jangka panjang pada orang dewasa mengakibatkan penurunan kinerja fungsi sistem saraf, kelemahan pada jari, pergelangan tangan, atau pergelangan kaki, peningkatan kecil dalam tekanan darah, dan anemia.

Paparan timbal yang tinggi akan  sangat merusak otak dan ginjal dan pada akhirnya menyebabkan kematian. Pada wanita hamil, tingkat paparan timbal yang tinggi menyebabkan keguguran. Sementara paparan tingkat tinggi pada pria dapat merusak testis, organ memproduksi sperma.

Baca Juga: 11 Jenis Bahan Kimia dan Bahayanya bagi Kesehatan

6. Merkuri

Senyawa merkuri digunakan untuk menghasilkan gas klorin dan soda kaustik, dan juga digunakan dalam termometer, tambalan gigi, sakelar, bola lampu, dan baterai. Merkuri di dalam tanah dan air diubah oleh mikroorganisme menjadi metilmerkuri, suatu toksin bioakumulasi.

Merkuri klorida dan metilmerkuri adalah karsinogen manusia yang patut dihindari. Bahaya logam berat merkuri bagi manusia jika terpapar dalam tingkat tinggi secara permanen bisa merusak otak, ginjal, dan janin yang sedang berkembang.

Efek pada fungsi otak menyebabkan iritabilitas, rasa malu, tremor, perubahan penglihatan atau pendengaran, dan masalah memori.

Sementara paparan jangka pendek terhadap uap merkuri tingkat tinggi menyebabkan kerusakan paru-paru, mual, muntah, diare, peningkatan tekanan darah atau detak jantung, ruam kulit, dan iritasi mata.

7. Selenium

Selenium adalah mineral yang tersebar luas di batuan dan tanah. Selenium yang diproses digunakan dalam industri elektronik, sebagai suplemen nutrisi, industri kaca, plastik, cat, tinta, dan karet, obat-obatan, pestisida, karet, dan sampo antiketombe.

Jika tertelan dalam jangka pendek dengan jumlah yang tinggi dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare. Tertelah dalam jangka panjang dengan jumlah yang tinggi dapat menyebabkan selenosis, yang ditandai rambut rontok, kuku rapuh, dan kelainan neurologis.

Sementara paparan singkat dengan jumlah yang tinggi tinggi di udara dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, bronkitis, kesulitan bernapas, dan sakit perut. Sedangkan paparan jangka panjang menyebabkan iritasi pernapasan, kejang bronkial, dan batuk.

8. Perak

Perak biasanya digunakan untuk membuat perhiasan, peralatan perak, peralatan elektronik, dan tambalan gigi. Logam perak juga telah digunakan dalam kontak listrik dan konduktor, solder, dan cermin.

Paparan perak tingkat tinggi dalam waktu yang lama dapat menyebabkan argyria, perubahan warna kebiruan hingga keabuan pada kulit dan jaringan tubuh lainnya.

Ketika paparan perak tingkat tinggi di udara dapat memicu masalah pernapasan, iritasi paru-paru dan tenggorokan, dan sakit perut. Sedangkan kontak kulit dengan perak menyebabkan reaksi alergi ringan seperti ruam, pembengkakan, dan peradangan.

 

  1. Gotter, Ana. 2018. Heavy Metal Poisoning. https://www.healthline.com/health/heavy-metal-poisoning (Diakses pada 30 November 2021).
  2. Griffin, R. M. 2020. Heavy Metal Poisoning. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-heavy-metal-poisoning (Diakses pada 30 November 2021).
  3. Martin, Sabine dan Wendy G. 2009. Human Health Effects of Heavy Metals. https://engg.k-state.edu/chsr/files/chsr/outreach-resources/15HumanHealthEffectsofHeavyMetals.pdf (Diakses pada 30 November 2021).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi