Terbit: 27 November 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Tahapan masa nifas harus dipahami oleh setiap wanita yang baru pertama kali menjalani persalinan. Selama masa ini, tubuh akan mengalami sejumlah perubahan, mulai dari fisik hingga masalah mental. Perubahan fisik yang mungkin tidak disadari adalah mengecilnya rahim (involusi uterus) yang sempat membesar akibat kehamilan. Simak penjelasan selengkapnya.

Tahapan Masa Nifas yang Harus Diketahui Ibu Baru

Mengenali Tahapan Masa Nifas

Pada dasarnya, periode pemulihan setiap ibu bisa sangat bervariasi. Namun, sebagian besar kondisi dapat pulih setelah 6-8 minggu. Berikut adalah berbagai tahapan yang sebaiknya Anda ketahui, antara lain:

  • Minggu Pertama

Biasanya Anda akan berada di rumah hanya beberapa hari usai persalinan. Pemulihan tergantung pada apakah vagina robek saat persalinan. Nyeri perineum (area antara vagina dan anus) adalah sesuatu yang normal, seperti halnya perdarahan.

Pada minggu pertama ini, darah yang keluar dari vagina biasanya berwarna merah cerah, tetapi pada akhirnya akan berubah menjadi merah kecokelatan seperti pada akhir masa menstruasi. Anda mungkin akan merasa sedikit kontraksi di rahim, terutama saat menyusui.

Kontraksi ketika menyusui tersebut disebabkan oleh hormon prolaktin untuk menyusui, sehingga berimbas kepada terbantunya rahim untuk kembali ke ukuran semula. Rahim berukuran dua jari di bawah pusar setelah melahirkan, dan seharusnya rahim kembali ke ukuran semula yaitu lebih kurang sebesar telur ayam.

Sementara itu jika Anda melakukan operasi caesar, banyak wanita yang mengalami kesulitan untuk naik dan turun dari tempat tidur. Meski begitu, Anda harus membuat tubuh untuk tetap aktif bergerak guna menghindari pembekuan darah.

Pada masa ini, sering kali ibu juga mengalami masalah emosional karena tingkat tingkat estrogen dan progesteron menurun, ditambah dengan dan kadar prolaktin dan oksitosin yang naik-turun saat menyusui. Hal ini bisa bertambah parah jika dikombinasikan dengan kurang tidur.

  • Minggu Kedua

Bagi beberapa wanita, tahapan masa nifas ini akan membuat pendarahan mulai berkurang. Namun bagi yang lain bisa bertahan hingga enam minggu. Anda tidak perlu khawatir karena keduanya adalah sesuatu yang normal. Meski begitu, pada masa ini seharusnya pendarahan tidak terlalu berat.

Pada periode ini, rasa gatal pada vagina bisa muncul, hal ini disebabkan oleh area yang sebelumnya luka mulai sembuh. Bekas jahitan juga mungkin mengganggu kenyamanan Anda.

Selain masalah fisik, masalah mental seperti baby blues adalah sesuatu yang normal dialami oleh wanita usai menjalani persalinan. Jika Anda merasa sedih, cemas, tidak bisa makan, sulit tidur, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain, sebaiknya Anda perlu berkonsultasi dengan dokter, apalagi jika baby blues sudah berjalan selama lebih dari dua minggu.

  • Minggu Keenam

Ini adalah saat rahim kembali ke ukuran sebelum kehamilan dan pendarahan sudah berhenti. Beberapa wanita diizinkan untuk berolahraga atau melakukan aktivitas seksual, tetapi banyak yang merasa tidak siap untuk waktu yang lama.

Jika persalinan dilakukan dengan metode caesar, tahapan masa nifas ini membuat seorang wanita diizinkan untuk mengemudi dan mengangkat sesuatu selain bayi, akan tetapi cobalah untuk tidak berlebihan. Bekas luka mungkin tidak akan terasa sakit lagi, tetapi Anda mungkin mengalami mati rasa (atau bahkan gatal) di area sekitar sayatan.

Jika Anda memiliki kekhawatiran yang masih ada tentang kesehatan emosional, bicarakan dengan dokter. Merasa lelah dan kewalahan adalah hal yang wajar, tetapi perasaan depresi, putus asa, atau kecemasan berlebih adalah sesuatu yang harus diatasi dengan serius.

  • Enam Bulan

Jika pada masa sebelumnya Anda mengalami kerontokan rambut, di masa ini seharusnya kerontokan sudah berhenti. Selain itu, Anda juga harus memiliki kontrol kandung kemih secara penuh, jika memang memiliki masalah sebelumnya.

Air susu ibu pada masa ini juga bisa berkurang dan menstruasi bisa kembali kapan saja (atau tidak menstruasi selama satu tahun atau lebih). Pada masa ini, seorang wanita mulai terbiasa menjadi ibu dan kondisi mental jauh lebih positif dari sebelumnya.

Apabila seorang ibu memiliki kondisi yang terkait dengan postpartum depression, maka penanganan harus segera dilakukan.

  • Satu Tahun

Pada tahap ini, kondisi fisik wanita biasanya sudah pulih sepenuhnya seperti sebelum hamil. Penambahan berat badan juga mungkin terjadi di masa ini. Sementara terkait kondisi payudara, hal itu tergantung apakah anak masih menyusui atau tidak, hal ini akan membuat payudara tampak berbeda sebelum kehamilan.

Sementara itu, pada masa ini biasanya bekas luka operasi caesar akan memudar. Terkait dengan keadaan mental, hal itu tergantung bagaimana Anda beradaptasi terhadap peran baru dan seberapa banyak waktu istirahat.

Nah, itulah berbagai tahapan masa nifas yang harus Anda pahami.

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Pulih setelah Melahirkan?

Terlepas dari bagaimana Anda melahirkan, enam minggu pertama setelah melahirkan dianggap sebagai periode ‘pemulihan’. Ingatlah bahwa setiap ibu baru berbeda, jadi setiap orang akan pulih pada tingkat yang berbeda dengan gejala pascapersalinan yang berbeda juga.

Sebagian besar gangguan mereda dalam seminggu, sementara yang lain (puting sakit, sakit punggung, dan kadang-kadang nyeri perineum) dapat berlanjut selama berminggu-minggu atau mungkin bertahan sampai bayi sedikit lebih tua.

Anda mungkin juga bertanya-tanya berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai rasa sakit hilang dan perineum sembuh. Pemulihan bisa memakan waktu sekitar tiga minggu jika vagina tidak robek. Sedangkan dibutuhkan waktu sekitar enam minggu atau lebih jika terjadi robekan pada perineum.

Jika Anda melahirkan melalui operasi caesar, Anda mungkin menghabiskan tiga sampai empat hari pertama di rumah sakit. Sedangkan dibutuhkan waktu empat hingga enam minggu sebelum Anda melakukan aktivitas normal. Operasi caesar juga bisa membuat Anda mengalami nyeri perineum.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menemui Dokter?

Kunjungan ke dokter biasanya dilakukan sekitar 6 minggu setelah melahirkan untuk memeriksa kondisi vagina dan rahim. Pemeriksaan ke dokter mungkin harus dilakukan lebih cepat jika Anda mengalami beberapa gejala seperti:

  • Pendarahan dari vagina yang membuat Anda harus mengganti pembalut setiap satu jam.
  • Sakit kepala parah yang tidak kunjung sembuh.
  • Nyeri kaki, disertai kemerahan, atau bengkak.
  • Nyeri payudara, bengkak, hangat, dan kemerahan.
  • Menggigil atau demam.
  • Pingsan atau pusing.
  • Gangguan penglihatan.
  • Sakit saat buang air kecil.
  • Keputihan berbau menyengat.
  • Jantung berdebar-debar, nyeri dada, atau masalah pernapasan.
  • Muntah.
  • Nyeri perut yang semakin parah.

 

  1. Anonim. Recovery after a normal delivery (vaginal birth). https://www.babycenter.in/a553491/recovery-after-a-normal-delivery-vaginal-birth. (Diakses pada 27 November 2020).
  2. Anonim. Vaginal Delivery Recovery. https://www.webmd.com/parenting/baby/recovery-vaginal-delivery#1. (Diakses pada 27 November 2020).
  3. Rasminsky, Abigail. 2018. Your Guide to Postpartum Recovery. https://www.healthline.com/health/postpartum-recovery-timeline. (Diakses pada 27 November 2020).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi